Berita

Breaking News

Camat Abung Tengah Kasim, S.E.,M.M. Hadiri Rapat Lokakarya Mini Tribulanan di Aula UPTD Puskesmas Subik

Abung Tengah, 15 September 2025 – Suasana Aula UPTD Puskesmas Subik, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, pada Senin (15/9/2025) tampak penuh dengan jajaran pejabat dan pemangku kepentingan dari berbagai elemen. Acara Lokakarya Mini Tribulanan kembali digelar sebagai forum koordinasi lintas sektor dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Kehadiran Camat Abung Tengah, Kasim, S.E., M.M., menjadi penegasan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mewujudkan pembangunan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.

Peserta yang Hadir

Lokakarya ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan perwakilan lembaga. Selain Camat Abung Tengah, hadir pula Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara, Titin Eka, SKM., M.Kes. beserta jajarannya. Dari unsur Forkopimcam, hadir Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sertu Yulis serta Bhabinkamtibmas Aipda Rio yang mewakili peran TNI-Polri dalam mendukung stabilitas sosial masyarakat.

Kepala KUA Abung Tengah, Dedi, S.Ag., turut hadir bersama tokoh penting lainnya seperti Kasi Pembangunan Kecamatan Abung Tengah, Rika Rozana, S.E.. Para Kepala Desa se-Kecamatan Abung Tengah, jajaran TP PKK Desa, serta sejumlah koordinator lintas bidang yakni Korwil Pendidikan, Korluh PP dan KB, dan Korluh Pertanian dan Hortikultura juga memeriahkan jalannya kegiatan.

Makna Lokakarya Mini Tribulanan

Lokakarya mini tribulanan merupakan forum evaluasi dan perencanaan yang rutin digelar setiap tiga bulan sekali. Fokus utama kegiatan ini adalah membahas capaian program kesehatan, hambatan di lapangan, serta strategi bersama untuk meningkatkan pelayanan. Forum ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, di mana isu kesehatan tidak hanya dilihat sebagai tugas Puskesmas semata, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga agama, pendidikan, serta masyarakat.

Dalam konteks Kecamatan Abung Tengah, lokakarya ini memiliki arti strategis. Sebagai salah satu wilayah dengan dinamika sosial cukup tinggi, upaya memperkuat layanan kesehatan masyarakat harus diiringi dengan peran aktif semua pemangku kepentingan. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan tingkat pertama tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan dari pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat.

Sambutan Camat Abung Tengah

Camat Abung Tengah, Kasim, S.E., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya integrasi program kesehatan dengan program pembangunan desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan di kecamatan sangat ditentukan oleh sejauh mana desa-desa mampu mengalokasikan perhatian dan sumber daya untuk bidang kesehatan.

“Saya mengapresiasi sinergi yang sudah terjalin antara Puskesmas, pemerintah desa, dan seluruh pihak. Kesehatan bukan hanya soal layanan medis, tetapi juga menyangkut perilaku hidup bersih, sanitasi lingkungan, hingga pola asuh keluarga. Karena itu, kita semua punya peran yang sama pentingnya,” ujarnya di hadapan peserta lokakarya.

Paparan Dinas Kesehatan

Kabid Kesehatan Masyarakat, Titin Eka, SKM., M.Kes., memaparkan perkembangan program kesehatan di wilayah Abung Tengah. Ia menyoroti beberapa hal penting, di antaranya peningkatan cakupan imunisasi, penurunan angka stunting, serta penguatan peran kader posyandu di tingkat desa.

“Kami mendorong agar setiap desa aktif melaporkan perkembangan program kesehatan. Tantangan terbesar saat ini adalah mengubah perilaku masyarakat, khususnya dalam hal gizi seimbang, sanitasi, dan kepatuhan terhadap imunisasi anak,” jelas Titin Eka.

Peran Forkopimcam, KUA, dan PKK

Forkopimcam melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas berkomitmen mendukung terciptanya ketertiban dalam pelaksanaan program kesehatan, termasuk dalam kegiatan vaksinasi massal atau sosialisasi di masyarakat. Kepala KUA, Dedi, S.Ag., menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam memberikan edukasi kesehatan berbasis nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, kesehatan adalah bagian dari ibadah karena menjaga tubuh juga merupakan kewajiban moral dan spiritual.

Sementara itu, peran TP PKK di tingkat desa menjadi ujung tombak dalam pemberdayaan keluarga. Ketua PKK desa bersama anggotanya seringkali terlibat langsung dalam mengedukasi masyarakat mengenai gizi anak, pola asuh, serta program kesehatan ibu dan anak. Kolaborasi lintas sektor inilah yang menjadikan program kesehatan lebih dekat dengan masyarakat.

Sinergi dengan Pendidikan dan Pertanian

Kesehatan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari faktor pendidikan dan pertanian. Korwil Pendidikan menyoroti pentingnya edukasi kesehatan di sekolah, mulai dari pola makan sehat hingga kebersihan lingkungan. Sementara Korluh Pertanian dan Hortikultura mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi dengan menanam sayuran organik dan buah-buahan.

Korluh PP dan KB juga berperan dalam menyosialisasikan pentingnya perencanaan keluarga sebagai salah satu kunci menekan angka stunting. Dengan keluarga yang sehat dan terencana, kualitas hidup masyarakat diyakini akan meningkat secara signifikan.

Diskusi dan Rekomendasi

Diskusi dalam lokakarya ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya adalah perlunya memperkuat koordinasi antara Puskesmas dengan pemerintah desa dalam penyediaan data kesehatan, peningkatan kapasitas kader posyandu, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan bersih dan sehat.

Selain itu, peserta juga sepakat untuk memperkuat program pencegahan penyakit menular dan tidak menular. Dengan meningkatnya kasus hipertensi, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya, sosialisasi tentang gaya hidup sehat harus diperluas tidak hanya di desa, tetapi juga di sekolah dan tempat ibadah.

Makna Kolaborasi Lintas Sektor

Lokakarya mini tribulanan ini menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan bukanlah domain tunggal sektor kesehatan. Keberhasilan program kesehatan sangat ditentukan oleh sejauh mana berbagai pihak dapat bekerja sama. Pemerintah kecamatan, desa, aparat keamanan, lembaga agama, pendidikan, hingga pertanian semuanya memiliki kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang sehat.

Model kolaborasi ini juga selaras dengan visi pembangunan nasional yang menekankan pentingnya pendekatan holistik dan integratif. Kesehatan bukan sekadar angka statistik, melainkan bagian dari kesejahteraan masyarakat yang utuh.

Kesimpulan

Kehadiran Camat Abung Tengah, Kasim, S.E., M.M., dalam Lokakarya Mini Tribulanan di UPTD Puskesmas Subik pada Senin, 15 September 2025, menegaskan pentingnya peran pemimpin wilayah dalam mendorong kolaborasi lintas sektor. Dengan melibatkan Forkopimcam, KUA, PKK, dunia pendidikan, pertanian, dan masyarakat desa, forum ini menjadi titik temu bagi semua pihak dalam membangun kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Melalui forum ini pula diharapkan terjalin kesadaran kolektif bahwa kesehatan adalah fondasi pembangunan. Tanpa masyarakat yang sehat, mustahil pembangunan dapat berjalan optimal. Oleh karena itu, hasil rekomendasi lokakarya ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

(TIM GN)



0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif