Parent’s Day di SMP Labschool Kebayoran merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membuka wawasan siswa terhadap berbagai profesi. Tahun ini, acara menghadirkan 15 perwakilan profesi yang secara bergiliran memberikan presentasi mengenai tugas, tantangan, serta nilai-nilai inti pada masing-masing bidang pekerjaan. Kehadiran Kadiv Humas Polri menjadi salah satu momen penting yang menempatkan institusi kepolisian dalam interaksi langsung dengan generasi muda.
Memperkenalkan Profesi: Tujuan dan Manfaat Kegiatan
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk dialog, presentasi, dan tanya jawab tersebut bukan sekadar memberikan informasi teknis tentang pekerjaan, melainkan juga memberi inspirasi dan pembentukan karakter. Ketika seorang pejabat publik setingkat Kadiv Humas turun langsung untuk berdialog dengan siswa, hal ini menciptakan hubungan yang lebih personal antara masyarakat dan aparat negara. Siswa mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana nilai-nilai kebangsaan, etika profesi, dan tanggung jawab sosial diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari.
Bagi sekolah, program seperti Parent’s Day membantu memperkaya kurikulum informal: membekali siswa bukan hanya dengan keterampilan akademis, tetapi juga wawasan karier, pengetahuan etika, serta kemampuan memilih jalur hidup yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Orang tua yang hadir pun dapat menyaksikan langsung bagaimana putra-putri mereka merespons materi, sekaligus berdiskusi dengan narasumber tentang proses pembentukan karakter di rumah dan di sekolah.
Pemaparan Kadiv Humas: “Peran, Fungsi, dan Nilai Kepolisian”
Irjen Pol. Sandi Nugroho menyampaikan inti tugas kepolisian dengan bahasa yang mudah dipahami siswa sekolah menengah pertama. Ia menjelaskan bahwa tugas pokok kepolisian adalah memelihara keamanan dan ketertiban, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta melakukan penegakan hukum. Penjelasan itu disampaikan dengan contoh-contoh lugas sehingga para siswa dapat mengerti peran aparat kepolisian dalam kehidupan sehari-hari.
“Kepolisian adalah aparat negara yang bertugas untuk memelihara keamanan dan ketertiban, kemudian melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, dan yang paling akhir adalah penegakan hukum,” ujar Irjen Pol. Sandi, Jumat (19/9/25).
Penekanan Irjen Sandi tidak hanya soal fungsi teknis, tetapi juga nilai-nilai moral yang harus melekat pada setiap anggota kepolisian: integritas, profesionalisme, kejujuran, dan kedekatan dengan warga. Ia menegaskan bahwa menjadi polisi bukan sekadar mengenakan seragam, tetapi juga komitmen untuk melayani dan menjaga martabat masyarakat.
Menanamkan Konsep Pelayanan Publik kepada Generasi Muda
Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah tentang konsep pelayanan publik. Irjen Sandi mengajak siswa memahami bahwa negara tidak hadir secara abstrak; institusi seperti kepolisian adalah perpanjangan tangan negara yang berinteraksi langsung dengan rakyat. Pelayanan publik bukan hanya tugas administratif, melainkan tindakan nyata yang menyentuh hidup orang banyak—dari menjaga keselamatan di jalan, menangani kecelakaan, hingga membantu warga menghadapi masalah sosial di lingkungan mereka.
Dengan membangun pemahaman ini sejak dini, diharapkan generasi muda akan melihat profesi pelayanan—termasuk polisi—sebagai profesi yang memiliki makna sosial tinggi. Pelayanan yang bersandar pada empati, keadilan, dan akuntabilitas menjadi dasar hubungan yang sehat antara masyarakat dan aparat.
Menjawab Tantangan Zaman: Kejahatan dan Perkembangan Teknologi
Irjen Sandi juga mengingatkan bahwa bentuk kejahatan dan gangguan keamanan tidak lagi sama seperti beberapa dekade sebelumnya. Perkembangan teknologi membawa ancaman baru seperti kejahatan siber, penipuan digital, dan penyalahgunaan media sosial. Oleh karena itu, pendidikan karakter dan literasi digital menjadi bagian yang relevan dalam persiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Dalam paparannya kepada siswa, Kadiv Humas menekankan pentingnya menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab—menghindari jejak digital yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kesiapan mental dan saudara-saudara generasi muda untuk memahami resiko digital adalah bagian dari pencegahan dini yang efektif terhadap berbagai bentuk kerentanan keamanan di masyarakat.
Polisi sebagai Sahabat Sekolah
Salah satu pesan yang berulang kali disampaikan Irjen Sandi adalah bahwa polisi bukan sosok yang mengintimidasi anak-anak atau warga. Ia menekankan: polisi adalah sahabat masyarakat, termasuk para siswa. Ia mendorong para siswa untuk tidak takut bertanya dan meminta bantuan kepada polisi bila membutuhkan perlindungan atau menemui situasi berbahaya.
Dengan membangun citra polisi sebagai mitra yang ramah dan memiliki etika yang kuat, kegiatan seperti ini turut mengikis persepsi negatif yang mungkin muncul di beberapa lapisan masyarakat. Pengenalan sejak dini tentang fungsi positif aparat akan memupuk kepercayaan dan kerjasama antara generasi muda dan institusi penegak hukum.
Nilai-Nilai yang Harus Ditumbuhkan: Disiplin, Hormat, dan Kerja Keras
Dalam memberikan motivasi, Irjen Sandi menekankan tiga nilai utama: disiplin, hormat, dan kerja keras. Ia mengajak siswa untuk selalu taat kepada aturan, menghormati orang tua serta guru, dan memiliki etos kerja yang tinggi. Nilai-nilai itu bukan hanya relevan bagi yang bercita-cita menjadi aparat, tetapi juga bagi setiap profesi yang mereka pilih kelak.
Irjen Sandi menekankan pentingnya membangun kebiasaan baik, seperti tepat waktu, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, serta menghormati orang lain. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini, menurutnya, kelak akan menjadi pondasi karakter yang kuat ketika siswa memasuki jenjang pendidikan lanjutan atau memasuki dunia kerja.
Mengenalkan Jiwa Patriotisme dan Pengabdian
Selain aspek teknis dan etika, Kadiv Humas menaruh perhatian besar pada penanaman jiwa patriotisme. Ia menyampaikan bahwa pengabdian kepada negeri adalah inti dari profesi kepolisian. Jiwa pengabdian itu harus ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari cinta tanah air—menjaga agar generasi muda memahami bahwa kontribusi mereka terhadap bangsa bisa dilakukan melalui banyak jalan, termasuk profesi pelayanan publik.
Pesan ini sejalan dengan harapan agar generasi muda tidak hanya mengejar pencapaian pribadi, tetapi juga mempertimbangkan kontribusi sosial yang lebih luas. Menjadi bagian dari masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab akan mendukung stabilitas dan kemajuan negara di masa depan.
Pesan untuk Calon Polisi: Jujur, Adil, dan Dekat dengan Rakyat
Bagi siswa yang bercita-cita menjadi polisi, Irjen Sandi memberikan pesan khusus: jadilah polisi yang jujur, adil, dan dekat dengan rakyat. Integritas menjadi syarat mutlak agar aparat bisa dipercaya. Keadilan dalam bertindak akan memastikan tugas penegakan hukum berjalan tanpa memihak, sementara kedekatan dengan masyarakat memungkinkan aparat memahami kebutuhan nyata warga yang dilindungi.
Dengan menanamkan nilai-nilai tersebut sejak masa sekolah, proses seleksi dan pendidikan kepolisian di masa depan diharapkan akan menghasilkan aparat yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara moral.
Empowerment: Mendorong Kemandirian dan Pilihan Karier
Irjen Sandi menggarisbawahi bahwa tujuan kehadiran narasumber profesional di sekolah bukan untuk memaksa pilihan tertentu, melainkan memberikan informasi yang membantu siswa membuat keputusan yang matang. Setiap siswa didorong untuk mengeksplorasi minatnya, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, serta mendiskusikan rencana karier dengan guru dan orang tua.
Beberapa siswa yang hadir tampak aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari proses pendidikan polisi, tugas sehari-hari sampai bagaimana keseimbangan antara tugas dan kehidupan pribadi. Respons aktif ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut efektif memicu rasa ingin tahu dan refleksi diri di kalangan peserta didik.
Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Aparat
Program Parent’s Day memfasilitasi dialog tiga pihak: sekolah, orang tua, dan narasumber profesional. Kolaborasi ini penting untuk memastikan pembinaan karakter anak dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah dan rumah. Irjen Sandi menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam membentuk nilai-nilai anak, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat.
Melalui sinergi, sekolah dapat mengarahkan program pengembangan karakter yang relevan, sementara orang tua menjadi mitra penguatan di rumah. Aparat seperti kepolisian dapat menjadi sumber pembelajaran praktis dan pengalaman nyata mengenai tanggung jawab sosial dan kewarganegaraan.
Model Pendidikan Karier yang Holistik
Sekolah yang menghadirkan beragam profesi sebagai narasumber menunjukkan komitmen pada pendekatan pendidikan karier yang holistik. Model ini tidak hanya memberi masukan akademis, tetapi juga pengalaman emosional dan sosial: memahami bagaimana setiap profesi membentuk kehidupan individu dan komunitas secara luas.
Siswi dan siswa yang mendapatkan pengalaman langsung dari narasumber dianggap lebih siap membuat keputusan pendidikan selanjutnya—misalnya memilih jurusan di sekolah menengah atas atau program keterampilan vokasi yang sesuai.
Refleksi Praktis untuk Siswa: Langkah-langkah Menggapai Cita-cita
Dalam sesi interaksi, Kadiv Humas memberikan langkah praktis yang dapat ditindaklanjuti siswa untuk mencapai cita-cita profesional, antara lain:
- Menjaga disiplin belajar dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari.
- Mengasah kemampuan komunikasi dan kerja sama tim melalui ekstrakurikuler.
- Meningkatkan literasi digital untuk memahami risiko dan peluang teknologi.
- Membangun integritas pribadi dengan bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
- Berlatih empati dan kepedulian sosial melalui kegiatan sosial sekolah.
Peran Guru dan Pembimbing Karier
Guru dan pembimbing karier di sekolah memiliki peran krusial dalam menerjemahkan inspirasi menjadi rencana konkret. Mereka membantu siswa menyusun jalur pendidikan, memilih program pengayaan, dan menyiapkan portofolio atau kemampuan praktis yang dibutuhkan di masa depan. Kehadiran narasumber seperti Kadiv Humas memberi guru bahan nyata untuk memperkaya pembelajaran berbasis dunia kerja.
Kesimpulan: Investasi pada Generasi Penerus
Kehadiran Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho di SMP Labschool Kebayoran bukan semata simbolis, namun sebuah investasi jangka panjang untuk membentuk karakter dan wawasan generasi penerus. Melalui pesan integritas, pengabdian, dan kerja keras, para siswa memperoleh landasan yang kuat untuk menentukan langkah hidup mereka kelak.
Parent’s Day menjadi bukti bahwa pendidikan yang baik tidak hanya melahirkan generasi pintar secara akademis, tetapi juga berkarakter, siap menghadapi tantangan zaman, dan memiliki kompas moral yang jelas. Dengan demikian, kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa dimulai dari ruang-ruang kecil seperti kelas, pertemuan sekolah, dan dialog antargenerasi.
Penutup dan Aksi Lanjutan
Sekolah diharapkan menindaklanjuti momentum ini dengan menyusun program pembinaan tambahan: misalnya pendampingan karier berkelanjutan, lokakarya literasi digital, dan kolaborasi dengan institusi kepolisian untuk kegiatan edukasi keamanan. Orang tua dan komunitas juga didorong untuk aktif mendukung langkah-langkah konkret yang memperkaya pengalaman pendidikan anak.
Dengan komitmen bersama dari pemerintah, institusi pendidikan, keluarga, dan aparat penegak hukum, Indonesia dapat menyiapkan generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga bertanggung jawab, berintegritas, dan siap mengemban amanah kebangsaan.
Sumber: Bidhumas Polri — Press Release Nomor: 705 / IX / HUM.6.1.1./ 2025

0 Komentar