Press Release Nomor: 704 / IX / HUM.6.1.1./ 2025/ Bidhumas
Rabu, 17 September 2025.
LAMPUNG – Polda Lampung bersama seluruh jajaran polres kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Program ini menjadi salah satu langkah nyata Polri mendukung ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah yang kerap dipicu oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.
Hingga Rabu (17/9/2025), total distribusi GPM di seluruh wilayah Lampung tercatat mencapai 1.193 ton 240 kg. Pada hari itu saja, jajaran polres menyalurkan sebanyak 57 ton 40 kg bahan pangan. Distribusi tersebut meliputi Polres Lampung Tengah dengan 20 ton, Polres Lampung Selatan 8 ton 635 kg, serta Polres Tulang Bawang 4 ton 770 kg.
Program ini tidak hanya dilakukan sesaat, melainkan secara berkesinambungan. Pada Kamis (18/9/2025), GPM kembali dijadwalkan dengan target distribusi mencapai 108 ton 994 kg. Polres Lampung Selatan menjadi penyalur terbesar dengan lebih dari 36 ton 900 kg, diikuti Polres Mesuji sebanyak 20 ton, dan Polres Lampung Tengah juga sebesar 20 ton.
Komitmen Polri untuk Stabilitas Ekonomi
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menegaskan bahwa GPM merupakan salah satu bentuk komitmen nyata Polri untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, program ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan wujud kepedulian terhadap kondisi perekonomian masyarakat Lampung.
“GPM bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata Polri dalam membantu masyarakat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Yuyun.
Ia menambahkan, pendistribusian pangan murah dilakukan secara merata agar dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya terpusat di kota-kota besar, melainkan juga menjangkau wilayah terpencil yang masih membutuhkan dukungan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Dukungan Kapolda Lampung dan Arahan Strategis
Lebih lanjut, Yuyun menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Kapolda Lampung. Kapolda meminta seluruh jajaran untuk senantiasa hadir mendukung stabilitas ekonomi daerah. Dengan adanya GPM, Polri bersama pemerintah daerah berupaya menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil di tengah fluktuasi harga yang sering kali menekan perekonomian keluarga kecil.
“Dengan GPM, Polda Lampung bersama pemerintah daerah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi tekanan inflasi akibat fluktuasi harga,” jelasnya.
Data menunjukkan, hingga saat ini jumlah keseluruhan distribusi GPM telah mencapai 1.248 ton 490 kg, atau sekitar 32 persen dari target program. Polres Lampung Timur menjadi penyumbang terbesar dengan 280 ton, disusul Polres Lampung Selatan dengan 201 ton 575 kg, serta Polres Tanggamus yang menyalurkan 129 ton 100 kg.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Program pangan murah yang dilakukan Polda Lampung telah mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak warga yang merasakan langsung manfaat dari harga pangan yang lebih terjangkau. Misalnya, harga beras, minyak goreng, gula pasir, hingga telur ayam yang dijual dalam GPM relatif lebih rendah dibandingkan harga pasar. Hal ini tentu memberikan angin segar, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, GPM juga berkontribusi pada peningkatan rasa aman dan tenang di masyarakat. Warga merasa Polri hadir bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam urusan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.
Dalam sejumlah testimoni, warga mengungkapkan rasa syukur mereka karena bisa membeli bahan pokok dengan harga lebih murah. Misalnya, seorang ibu rumah tangga di Lampung Tengah mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM. Ia bisa mengalokasikan sisa pengeluaran untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya.
Strategi Jangka Panjang
Polda Lampung menegaskan bahwa program pangan murah akan terus digencarkan hingga benar-benar memberi dampak positif jangka panjang bagi masyarakat. Program ini juga menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Selain itu, dengan pola distribusi yang terencana dan melibatkan seluruh jajaran polres, GPM diharapkan dapat menjadi gerakan kolektif yang mendorong kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Kolaborasi ini membuktikan bahwa persoalan ekonomi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan.
Penutup
Kehadiran Polri melalui GPM tidak hanya sekadar menyalurkan bahan pokok murah, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam menjaga kesejahteraan rakyat. Dengan konsistensi dan komitmen yang kuat, Polda Lampung bersama jajarannya optimistis program ini akan menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan inflasi dan menjaga stabilitas pangan di daerah.
Gerakan Pangan Murah membuktikan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam aspek keamanan, melainkan juga sebagai pilar penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Kehadiran GPM diharapkan terus berlanjut, menjangkau lebih banyak wilayah, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh masyarakat Lampung.
(Sumber: Bidhumas Polda Lampung)

0 Komentar