Berita

Breaking News

Gerakan Pangan Murah, 2.930 Ton Lebih Beras SPHP Disalurkan Polda Lampung

Press Release Nomor: 752/ X / HUM.6.1.1./ 2025/ Bidhumas
Minggu, 26 Oktober 2025

LAMPUNG, (Gnotif. Com) – Polda Lampung bersama seluruh Polres jajaran terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menekan harga kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas pangan di wilayah Provinsi Lampung. Hingga Sabtu (25/10/2025), total distribusi telah mencapai 2.930 ton 970 kilogram atau sekitar 75 persen dari target penyaluran yang ditetapkan sejak awal Oktober.

Kegiatan GPM yang digelar secara serentak di berbagai titik kabupaten/kota ini menyasar masyarakat umum, khususnya kalangan menengah ke bawah. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok penting seperti beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Perum Bulog, gula pasir, serta minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Distribusi Beras SPHP Menjangkau Seluruh Wilayah Lampung

Pada pelaksanaan Sabtu (25/10), total bahan pangan yang disalurkan mencapai 12 ton 830 kilogram. Penyaluran dilakukan oleh beberapa satuan wilayah, di antaranya Polresta Bandar Lampung menyalurkan 3,5 ton, Polres Lampung Selatan sebanyak 3,58 ton, Polres Lampung Tengah sebanyak 3 ton, Polres Pesawaran 2 ton, dan Polres Pesisir Barat sebanyak 750 kilogram.

Sementara itu, untuk kegiatan yang dijadwalkan pada Minggu (26/10), rencana penyaluran mencapai 45 ton 605 kilogram. Distribusi terbesar dilakukan oleh Polres Lampung Selatan dengan total 37 ton 605 kilogram, diikuti Polres Pesawaran sebanyak 6 ton, Polres Pesisir Barat 3,75 ton, dan Polres Pringsewu 2,25 ton.

Program ini tidak hanya sekadar penyaluran bahan pangan murah, tetapi juga bagian dari strategi Polri untuk memperkuat ketahanan pangan dan mencegah terjadinya gejolak harga di tingkat konsumen. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, yang selama ini terus didorong melalui berbagai program sosial.

Polri Hadir untuk Rakyat: Komitmen Nyata Jaga Stabilitas Pangan

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan, kegiatan GPM merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat untuk menjaga daya beli dan kestabilan harga pangan, terutama menjelang akhir tahun di mana permintaan kebutuhan pokok biasanya meningkat tajam.

Polda Lampung bersama seluruh jajaran terus berkomitmen membantu masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah. Penyaluran beras SPHP ini menjadi langkah konkret Polri dalam menekan harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan di pasaran,” ujar Kombes Yuni dalam keterangan tertulis, Minggu (26/10/2025).

Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan GPM dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, Perum Bulog, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan ketersediaan stok beras SPHP serta bahan pokok lainnya tetap terjaga di seluruh wilayah Lampung.

Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Bulog agar distribusi beras SPHP tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang stabil,” jelasnya.

Peran Aktif Polres Jajaran dalam Menyukseskan Program

Dari hasil rekapitulasi distribusi, Polres Lampung Timur menempati posisi tertinggi dalam penyaluran GPM dengan total 487 ton, disusul Polres Lampung Selatan dengan 429 ton 180 kilogram, Polres Lampung Tengah 314 ton, dan Polres Tanggamus 205 ton.

Kombes Yuni juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Polres yang secara aktif dan berkelanjutan menyalurkan bahan pokok kepada masyarakat. Menurutnya, tanpa sinergi dan kerja sama yang baik dari seluruh satuan kewilayahan, program ini tidak akan berjalan seefektif saat ini.

Kami memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polres yang aktif menyalurkan beras SPHP dan bahan pokok lainnya secara tertib dan aman kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa Polri bukan hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga turut menjaga kesejahteraan rakyat,” lanjutnya.

Tujuan Utama: Menjaga Daya Beli dan Kesejahteraan Warga

Program Gerakan Pangan Murah diinisiasi sebagai respons terhadap kondisi ekonomi global dan nasional yang memengaruhi harga pangan di pasar. Polda Lampung berupaya agar masyarakat tetap dapat membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar, meskipun terjadi fluktuasi harga di tingkat nasional.

Selain menyalurkan beras SPHP, sejumlah wilayah juga menggelar bazar sembako murah dengan melibatkan pelaku usaha lokal dan koperasi Polri. Produk yang dijual tidak hanya beras, tetapi juga mencakup gula pasir, minyak goreng, telur ayam, tepung terigu, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Dengan cara ini, masyarakat memiliki pilihan untuk berbelanja dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar umum. Misalnya, harga beras SPHP dijual sekitar Rp10.600 per kilogram, jauh di bawah harga pasaran yang mencapai Rp13.000–Rp14.000 per kilogram.

Sinergi Pemerintah Daerah dan Bulog

Kegiatan GPM Polda Lampung mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Perum Bulog Divre Lampung. Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pasokan beras di seluruh wilayah, termasuk daerah yang sulit dijangkau transportasi umum.

Perum Bulog memastikan pasokan beras SPHP tetap aman dengan stok mencapai lebih dari 5.000 ton untuk Provinsi Lampung. Sementara pemerintah daerah turut berperan dengan menyediakan lokasi pasar murah dan memfasilitasi distribusi ke desa-desa.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung juga ikut memantau pelaksanaan di lapangan agar kegiatan berjalan sesuai ketentuan dan tidak ada pihak yang melakukan penimbunan atau penyelewengan stok.

Dampak Positif di Tengah Masyarakat

Keberadaan Gerakan Pangan Murah mendapat sambutan hangat dari masyarakat di berbagai kabupaten/kota. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean masyarakat yang ingin membeli beras SPHP dan sembako murah di setiap titik pelaksanaan.

Seorang warga Pesawaran, Siti Aisyah (43), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. “Harga beras di pasar sudah tinggi sekali, jadi dengan adanya pangan murah dari Polres ini kami bisa beli lebih murah. Semoga kegiatan seperti ini sering dilakukan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rohman (52), warga Pringsewu, yang datang langsung ke lokasi GPM. Ia menyebut harga beras SPHP sangat membantu masyarakat kecil yang pendapatannya tidak menentu. “Polisi sekarang bukan cuma menjaga keamanan, tapi juga ikut bantu rakyat kecil seperti kami,” katanya.

Menekan Inflasi dan Menjaga Ketahanan Pangan Daerah

Program ini juga berkontribusi nyata terhadap upaya pemerintah dalam menekan laju inflasi daerah. Harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula memiliki bobot besar dalam pembentukan angka inflasi. Dengan tersedianya bahan pangan murah, daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi dapat dikendalikan.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, inflasi bahan pangan di provinsi ini sempat mengalami peningkatan pada triwulan kedua tahun 2025. Namun setelah adanya Gerakan Pangan Murah, harga beras dan bahan pokok lainnya mulai menunjukkan tren penurunan stabil.

Polda Lampung Berkomitmen Melanjutkan Program Hingga Akhir Tahun

Kombes Pol Yuni menegaskan bahwa GPM akan terus digelar secara berkelanjutan di seluruh wilayah hukum Polda Lampung untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Setiap Polres diminta membuat jadwal rutin kegiatan pangan murah agar masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah.

Gerakan Pangan Murah akan terus kami laksanakan hingga kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi. Polri akan selalu hadir untuk memastikan warga Lampung mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau agar masyarakat ikut mengawasi jalannya distribusi dan melaporkan apabila ada praktik kecurangan, seperti penimbunan atau penjualan di luar ketentuan harga resmi.

Gerakan yang Menyentuh Aspek Sosial dan Ekonomi

GPM tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menjadi ajang memperkuat hubungan sosial antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Dalam setiap kegiatan, petugas Polri turut berinteraksi langsung, memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga stabilitas harga dan peran masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Beberapa Polres bahkan menggabungkan kegiatan GPM dengan aksi sosial lainnya, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan SIM keliling, dan pembagian bantuan sosial bagi masyarakat tidak mampu. Pendekatan ini membuat kegiatan semakin diterima luas oleh masyarakat.

Penutup: Polri Hadir untuk Kesejahteraan Bangsa

Dengan total distribusi mencapai 2.930 ton 970 kilogram hingga akhir Oktober 2025, Gerakan Pangan Murah Polda Lampung terbukti menjadi program nyata yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Program ini bukan hanya sekadar kegiatan simbolis, tetapi langkah strategis untuk menekan harga pangan, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, dan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.

Keberhasilan Polda Lampung bersama seluruh Polres jajaran ini menjadi contoh nyata bagaimana aparat kepolisian dapat berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang ekonomi dan sosial tanpa mengabaikan fungsi utamanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Polri akan selalu berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan Polri dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.

Sumber: Bidhumas Polda Lampung
Editor: Redaksi Gnotif. Com
Tanggal: Minggu, 26 Oktober 2025

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif