Lampung, (Gnotif. Com) – Kepala Kepolisian Daerah Lampung Irjen Pol Helmy Santika, bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, melaksanakan audiensi dan silaturahmi dengan perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Lampung. Pertemuan ini berlangsung di Siger Lounge Polda Lampung pada Rabu (15/10/2025) dengan penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Turut hadir mendampingi Kapolda, antara lain Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Samapta, Dir Krimum, Dir Pamobvit, dan Kabid Humas Polda Lampung. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam membangun kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa yang menjadi bagian penting dari pembangunan sosial dan keamanan nasional.
Silaturahmi dan Dialog Terbuka
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Lampung menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang tatap muka, tetapi merupakan langkah konkret dalam mempererat komunikasi serta membangun sinergitas antara aparat penegak hukum dengan organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Lampung.
“Mahasiswa dan pemuda adalah aset penting bangsa. Kerjasama yang baik antara Polda Lampung dengan OKP dan BEM sangat krusial dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Provinsi Lampung,” ujar Irjen Pol Helmy Santika.
Beliau juga menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan besar yang mampu menjadi penggerak perubahan. Karena itu, sinergitas dengan Polda Lampung diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang produktif, baik dalam bidang sosial, edukasi, maupun keamanan lingkungan.
Sinergitas Menuju Lampung Maju dan Indonesia Emas
Kegiatan audiensi ini mengangkat semangat “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menggambarkan bahwa pemuda dan mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengkritik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa. Irjen Pol Helmy menyampaikan bahwa dalam menjaga Kamtibmas, peran pemuda sangat penting sebagai agent of change yang mampu memberikan pengaruh positif kepada masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Kapolda mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang aktif terlibat dalam kegiatan sosial, edukatif, dan pengawasan kebijakan publik. Ia berharap pertemuan seperti ini dapat menjadi forum berkelanjutan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan generasi muda.
“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Mahasiswa bukanlah lawan, tetapi mitra dalam menciptakan keamanan dan kedamaian. Kritik yang disampaikan secara konstruktif adalah bentuk kepedulian terhadap bangsa,” tambah Kapolda.
Pemuda Sebagai Agen Perubahan
Dalam sesi diskusi, para perwakilan OKP dan BEM menyampaikan berbagai pandangan serta masukan terhadap kondisi sosial dan keamanan di wilayah Lampung. Mereka menyoroti pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam menjaga keamanan, serta mengusulkan berbagai kegiatan kolaboratif dengan pihak kepolisian.
Perwakilan BEM dari Universitas Lampung menyatakan bahwa mahasiswa siap mendukung program Polri yang berorientasi pada pencegahan, seperti edukasi bahaya narkoba, penyuluhan hukum, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. “Kami ingin mahasiswa menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah,” ujar salah satu peserta dengan semangat.
Selain itu, para pemuda juga menekankan perlunya pendekatan humanis dalam setiap aktivitas kepolisian. Mereka berharap Polri semakin dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan kampus, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin meningkat.
Peran Polri dalam Mendorong Keterlibatan Mahasiswa
Polda Lampung selama ini aktif menjalankan program kemitraan dengan masyarakat, seperti Polisi RW, patroli dialogis, dan kegiatan sosial di lingkungan kampus. Dalam kesempatan ini, Kapolda juga memaparkan bahwa Polri terbuka terhadap segala bentuk kerjasama yang bersifat edukatif dan preventif.
Ia mencontohkan rencana pembentukan Forum Mahasiswa Mitra Kamtibmas, yang akan menjadi wadah komunikasi antara aparat keamanan dan mahasiswa. Forum ini diharapkan dapat menjadi ruang diskusi rutin untuk membahas isu-isu aktual dan mencari solusi bersama terhadap potensi gangguan keamanan.
“Kami tidak ingin hanya mendengar dari laporan, tetapi juga dari suara mahasiswa di lapangan. Karena mereka yang tahu langsung kondisi sosial masyarakat,” ujar Kapolda.
Dialog Dinamis dan Aspiratif
Suasana pertemuan berlangsung penuh kehangatan. Kapolda Lampung tidak hanya mendengarkan aspirasi, tetapi juga menanggapi satu per satu masukan dari para peserta. Dalam dialog tersebut, muncul berbagai isu strategis, mulai dari pengaruh media sosial terhadap Kamtibmas, penyebaran hoaks, hingga tantangan menjaga toleransi antar umat beragama di lingkungan kampus.
Beberapa mahasiswa juga mengangkat topik mengenai pentingnya literasi digital dan upaya bersama dalam memerangi penyebaran disinformasi. Kapolda merespons dengan menegaskan bahwa Polda Lampung akan mengajak komunitas kampus untuk terlibat dalam program Polri Digital Ambassador, sebuah inisiatif untuk membentuk agen literasi digital di kalangan mahasiswa.
Kolaborasi dan Aksi Nyata
Polda Lampung dan perwakilan mahasiswa sepakat bahwa keamanan daerah bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi dalam bentuk aksi nyata seperti bakti sosial, pelatihan kepemimpinan, dan kampanye kesadaran hukum di lingkungan pendidikan.
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan selalu terbuka menerima kritik dan saran yang konstruktif. Ia percaya bahwa kolaborasi yang dilandasi kejujuran dan semangat kebersamaan akan menghasilkan perubahan besar bagi Lampung dan Indonesia secara keseluruhan.
“Mari kita jaga bersama Lampung ini. Jika kita kuat dalam kebersamaan, tidak ada yang sulit untuk kita capai,” pungkas Irjen Pol Helmy Santika.
Dampak dan Harapan Ke Depan
Setelah sesi diskusi, dilakukan foto bersama sebagai simbol komitmen sinergitas antara Polda Lampung dan perwakilan mahasiswa. Acara ini diakhiri dengan doa bersama untuk keamanan dan kesejahteraan masyarakat Lampung.
Para peserta audiensi sepakat untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin. Dalam waktu dekat, direncanakan akan diadakan seminar bersama bertema “Pemuda, Keamanan, dan Tantangan Era Digital” yang akan melibatkan lebih banyak kampus dan organisasi kepemudaan.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif bahwa keamanan daerah bukan sekadar tanggung jawab polisi, melainkan juga tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa. Dengan komunikasi yang baik antara aparat dan pemuda, akan tercipta kepercayaan publik dan stabilitas sosial yang berkelanjutan.
Penutup: Satu Semangat, Satu Tujuan
Kegiatan audiensi ini menjadi bukti nyata bahwa Polri berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial. Bagi mahasiswa dan pemuda, momen ini merupakan peluang untuk memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dan penjaga moral bangsa.
Dengan semangat kebersamaan, Polda Lampung, OKP Cipayung, dan BEM se-Lampung siap melangkah bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan di Bumi Ruwa Jurai. Sinergi ini menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan Lampung yang Aman, Damai, dan Maju Menuju Indonesia Emas 2045.
Kapolda menutup pertemuan dengan pesan inspiratif bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kolaborasi antara generasi muda dan aparatur negara. Dalam dunia yang penuh tantangan, hanya dengan kerja sama dan komunikasi yang baik, cita-cita besar Indonesia dapat terwujud.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Polri butuh dukungan semua pihak, terutama pemuda. Mari kita bersinergi menjaga Kamtibmas demi masa depan yang lebih baik,” tutup Irjen Pol Helmy Santika dengan penuh optimisme.

0 Komentar