Lampung Utara, (Gnotif. Com) – Pemerintah Desa Beringin, Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan ekonomi masyarakat melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengoptimalkan alokasi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 untuk mendukung program ketahanan pangan sebesar 20% yang difokuskan pada sektor penggemukan kambing dan pembibitan ikan lele. Program ini sejalan dengan regulasi nasional, yakni Permendesa PDTT Nomor 13 Tahun 2020 serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201/PMK.07/2022 yang menjadi dasar hukum penggunaan dana desa pada sektor pangan.
BUMDes Galang Usaha Desa Beringin menjadi salah satu lembaga desa yang aktif mengembangkan unit usaha produktif dan berkelanjutan. Program-program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), tetapi juga memiliki orientasi sosial yang kuat, di mana manfaatnya secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat desa. Melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan pengelolaan berbasis partisipasi warga, BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan sekaligus menciptakan ruang pemberdayaan yang lebih luas.
Penguatan Ekonomi Desa Melalui Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting yang terus didorong pemerintah pusat dan daerah, terutama sejak diberlakukannya kebijakan Dana Desa yang mewajibkan desa mengalokasikan 20% dari total anggaran untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat. Desa Beringin menjadi salah satu desa yang merespons kebijakan tersebut secara progresif melalui program penggemukan kambing dan pembibitan ikan lele.
Dua sektor ini dipilih bukan tanpa alasan. Kambing merupakan komoditas peternakan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, permintaan pasar stabil, dan potensi keuntungan relatif cepat. Demikian pula ikan lele yang menjadi salah satu jenis ikan air tawar dengan permintaan yang sangat tinggi di masyarakat. Proses pembibitannya yang tidak rumit, keuntungan yang besar, serta siklus panen yang cepat menjadi alasan kuat bagi BUMDes Galang Usaha untuk mengembangkan unit usaha tersebut.
Selain itu, program ketahanan pangan ini dirancang untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi desa. Konsep yang dikembangkan adalah pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan usaha secara inklusif, di mana masyarakat tidak hanya menjadi sasaran manfaat tetapi juga dilibatkan dalam proses pengelolaan, pemeliharaan, hingga pemasaran hasil produksi.
Pernyataan Ketua BUMDes Galang Usaha
Herman, Ketua BUMDes Galang Usaha Desa Beringin, saat diwawancarai pada Kamis, 27 November 2025 menjelaskan bahwa dana untuk program ini bersumber dari Dana Desa (DD) porsi ketahanan pangan 20%. Dana tersebut kemudian dikelola dan dialokasikan secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Herman, total anggaran yang dipersiapkan untuk BUMDes Galang Usaha mencapai kurang lebih Rp 136.578.000,-. Dana tersebut dicairkan dalam dua tahap, di mana pencairan tahap pertama sebesar Rp 67.700.000,- digunakan untuk kegiatan penggemukan kambing, pembuatan kandang, serta biaya sewa lahan.
“Untuk penggemukan kambing berlokasi di Dusun 4. Sementara untuk pembibitan ikan lele masih dalam proses karena anggarannya dicairkan dua tahap. Dana tahap kedua saat ini masih berada di rekening BUMDes dan akan digunakan sepenuhnya untuk program pembibitan ikan lele sesuai peruntukannya,” ungkap Herman.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan melibatkan perangkat desa, pendamping desa, BPD, serta masyarakat. Setiap tahapan pengelolaan dicatat dan dilaporkan secara berkala untuk memastikan bahwa seluruh proses sesuai dengan regulasi dan prinsip akuntabilitas.
Herman juga menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan keuntungan bagi BUMDes, tetapi juga untuk membuka kesempatan kerja bagi warga, meningkatkan produktivitas desa, serta menciptakan pola usaha yang berkelanjutan. Ia berharap masyarakat dapat ikut mendukung program ini agar berjalan lancar dan memberikan hasil maksimal.
Dukungan Pemerintah Desa dan Keterlibatan Masyarakat
Kepala Desa Beringin, Viter Leni, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa pemerintah desa memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan BUMDes Galang Usaha. Dukungan ini tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas, koordinasi antar lembaga desa, hingga pengawasan pelaksanaan program.
Ia menjelaskan bahwa lahan yang digunakan untuk program penggemukan kambing saat ini merupakan lahan miliknya pribadi, namun tetap masuk dalam mekanisme sewa sesuai aturan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan program tanpa harus menunggu proses panjang pengadaan lahan baru.
“Terkait lokasi, sebelumnya sudah dilakukan koordinasi dengan pendamping desa, BPD, perangkat desa, dan juga beberapa masyarakat agar tidak terjadi salah paham. Kami ingin memastikan semua berjalan transparan dan sesuai aturan,” jelas Viter Leni.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan BUMDes sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk ikut mengawasi dan mendukung pengelolaan program ketahanan pangan ini agar bisa berjalan tepat guna dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh warga Desa Beringin.
Strategi Pengembangan Unit Usaha BUMDes
BUMDes Galang Usaha telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan program penggemukan kambing dan pembibitan ikan lele berjalan optimal. Strategi tersebut meliputi:
- Pelibatan SDM lokal: Masyarakat setempat dilibatkan dalam perawatan kambing, persiapan kandang, pemberian pakan, hingga proses pemantauan kesehatan hewan.
- Peningkatan kapasitas warga: BUMDes bekerja sama dengan pendamping desa dan dinas terkait untuk memberikan pelatihan teknis mengenai manajemen peternakan dan perikanan.
- Pengawasan berkala: Laporan kegiatan dilakukan secara rutin, termasuk evaluasi bulanan untuk memastikan keberlangsungan usaha.
- Pemasaran produk: BUMDes membangun kerja sama dengan pedagang, pengepul, dan pasar tradisional untuk mempermudah penjualan kambing dan bibit lele.
Melalui strategi tersebut, BUMDes Galang Usaha optimistis bahwa kedua unit usaha ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi desa. Selain itu, masyarakat juga dapat mencontoh model usaha ini untuk dikembangkan secara mandiri.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Desa Beringin
Program ketahanan pangan yang dijalankan BUMDes Galang Usaha diproyeksikan dapat memberikan berbagai manfaat penting, baik secara ekonomi maupun sosial. Secara ekonomi, desa memperoleh tambahan pendapatan melalui hasil penjualan kambing dan bibit lele. Disisi lain, masyarakat mendapatkan peluang pekerjaan baru yang dapat menambah pendapatan keluarga.
Secara sosial, program ini memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat. Warga yang terlibat dalam pengelolaan usaha secara tidak langsung akan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola usaha kecil, peternakan, serta budidaya ikan. Hal ini membuka peluang tumbuhnya wirausaha baru yang dapat memperkuat perekonomian desa di masa depan.
Lebih jauh, keberadaan BUMDes juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda desa mengenai tata kelola usaha yang modern dan profesional. Dengan melihat contoh langsung dari program BUMDes, generasi muda dapat termotivasi untuk mengembangkan potensi desa dan tidak hanya bergantung pada pekerjaan di luar daerah.
Harapan Ke Depan
Pemerintah Desa Beringin berharap agar program ketahanan pangan ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan dana yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, BUMDes Galang Usaha diyakini akan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan desa.
Selain itu, desa merencanakan pengembangan unit usaha lainnya di masa mendatang, seperti pengolahan pakan ternak, pengembangan pasar desa, budidaya ikan konsumsi skala besar, serta program kemitraan dengan perusahan dan instansi terkait.
Dengan kerja sama seluruh pihak, BUMDes Galang Usaha diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Lampung Utara maupun di wilayah Provinsi Lampung secara keseluruhan.
(Reporter: Deki)
Editor Pariyo Saputra / Redaksi Gnotif. Com


0 Komentar