Press Release Nomor: 816/ XI / HUM.6.1.1./ 2025 / Bidhumas
Senin, 24 November 2025
Jawa Barat, (Gnotif. Com) — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan dalam pembukaan Apel Kepala Satuan Wilayah (Apel Kasatwil) yang berlangsung di Mako Satuan Latihan Korps Brigade Mobil (Satlat Korbrimob Polri), Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 24 November 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat” ini menjadi forum strategis bagi para pemimpin Polri di tingkat daerah untuk berkonsolidasi, melakukan refleksi kinerja, dan menyelaraskan langkah-langkah reformasi institusional dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.
Tujuan Strategis Apel Kasatwil
Apel Kasatwil merupakan salah satu mekanisme rutin yang memadukan unsur pembinaan mental, pemantapan doktrin, serta evaluasi operasional. Tahun ini, apel dimaknai sebagai momentum penguatan internal yang bertujuan merajut kembali nilai-nilai dasar kepolisian, mendorong akuntabilitas, dan menegaskan orientasi pelayanan kepada masyarakat. Kapolri menekankan bahwa institusi Polri harus terus berevolusi agar selalu relevan dan mampu menjawab ekspektasi publik pada era digital dan kemunculan tantangan baru.
“Intinya yang kita harapkan pada apel kasatwil ini tentunya menjadi semangat Polri untuk kemudian konsolidasikan ulang dan kemudian mewujudkan institusi Polri yang responsif, adaptif dan kemudian betul-betul bisa mewujudkan institusi Polri seperti apa yang diharapkan masyarakat,” ujar Kapolri di depan ratusan peserta yang berasal dari Kapolda, Kapolres, hingga pejabat utama polres dan polsek yang hadir secara bergantian.
Penanaman Ulang Doktrin: Tribrata dan Catur Prasetya
Dalam sambutannya, Jenderal Listyo Sigit menekankan pentingnya penanaman ulang doktrin dasar Kepolisian, yaitu Tribrata dan Catur Prasetya. Menurutnya, doktrin tersebut bukan sekadar teks ritual, melainkan pedoman moral dan profesionalisme yang harus diinternalisasikan dalam setiap tindakan anggota Polri, dari tingkat pangkalan hingga komando.
Penguatan doktrin bertujuan mengembalikan fokus institusi pada nilai pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang berkeadilan. Kapolri mengingatkan bahwa tanpa fondasi nilai yang kuat, modernisasi organisasi dan teknologi tidak akan menghasilkan perubahan signifikan dalam persepsi publik terhadap kualitas pelayanan kepolisian.
Transformasi Polri: Responsif, Adaptif, Profesional
Apel Kasatwil kali ini menekankan tiga pilar transformasi yang harus terus dijalankan: menjadi institusi yang responsif terhadap keluhan publik, adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis, dan profesional dalam pelaksanaan tugas. Transformasi ini bermuara pada peningkatan kualitas layanan kepolisian yang lebih cepat, transparan, dan tanpa diskriminasi.
Kapolri menegaskan bahwa perubahan tersebut harus nyata pada praktik sehari-hari. Arahan strategis yang disampaikan bertumpu pada implementasi teknologi pelayanan, peningkatan kompetensi personel, dan perbaikan budaya kerja yang melibatkan semua lini organisasi.
Apel di Satlat Brimob: Simbol Disiplin dan Kebersamaan
Lokasi pelaksanaan apel di Satlat Korbrimob Cikeas dipilih sebagai simbol penguatan kedisiplinan dan kesiapan operasional. Seluruh Kapolda dan Kapolres mengikuti kegiatan penuh termasuk program bermalam di tenda selama tiga hari. Kegiatan ini dirancang untuk menguji ketahanan fisik sekaligus membangun kekompakan dan kebersamaan di antara para pemimpin wilayah.
“Para Kapolda dan Kapolres bakal bermalam di tenda selama tiga hari ke depan,” ujar Sigit, menggarisbawahi aspek simbolik dan pembinaan mental dalam apel tersebut.
Refleksi Kinerja dan Respons terhadap Komisi Percepatan Reformasi Polri
Apel Kasatwil juga dimanfaatkan sebagai forum refleksi terbuka untuk meninjau apa-apa yang telah dilakukan Polri, serta merumuskan perbaikan di berbagai aspek. Salah satu fokus utama adalah merespons rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri. Kapolri menyatakan bahwa institusi terbuka terhadap kritik konstruktif dan siap mengimplementasikan perubahan struktural serta prosedural yang diperlukan.
Refleksi mencakup penilaian kinerja penegakan hukum, layanan publik, penanganan pengaduan masyarakat, mekanisme pengawasan internal, serta program peningkatan kapasitas SDM. Kapolri berharap bahwa perbaikan yang dihasilkan bukan bersifat formalitas, melainkan perubahan yang memberi dampak nyata kepada masyarakat.
Belajar dari Pengalaman Internasional: Undang Kepolisian Hong Kong
Salah satu agenda menarik dalam apel kali ini adalah kehadiran narasumber internasional—perwakilan Kepolisian Hong Kong. Kehadiran mereka ditujukan untuk berbagi pengalaman dan model penanganan unjuk rasa atau demonstrasi secara profesional. Kapolri menyebut bahwa studi banding ini penting untuk mencari model yang paling sesuai dengan konteks demokrasi, hak berpendapat, dan kondisi sosial-politik di Indonesia.
“Di kesempatan ini, selain menghadirkan pembicara dalam negeri, Apel Kasatwil juga mengundang Kepolisian Hongkong. Hal itu untuk mencari model penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Indonesia,” jelas Sigit.
Menurut Kapolri, studi terhadap pengalaman negara lain membantu merancang pendekatan yang lebih humanis—yang menitikberatkan pada pelayanan dan perlindungan hak publik—serta prosedur tegas saat menghadapi eskalasi kekerasan yang mengancam keselamatan publik.
Dari Menjaga ke Melayani: Perubahan Paradigma Penanganan Demonstrasi
Kapolri mengumumkan niat strategis untuk mengubah paradigma penanganan demonstrasi: dari pola yang dominan “menjaga” menjadi pendekatan “melayani”. Transformasi ini bukan berarti mengabaikan aspek pengendalian keamanan, tetapi menempatkan prioritas pada keselamatan peserta, hak berekspresi, dan pencegahan eskalasi konflik.
“Ke depannya, Polri akan mengubah doktrin penanganan demonstrasi yang tadinya menjaga menjadi melayani. Hal ini komitmen sesuai dengan komitmen polisi yang sejak awal menjamin hak kebebasan berpendapat masyarakat,” ujar Sigit.
Konsep baru ini meliputi: komunikasi pra-aksi dengan penyelenggara demonstrasi, jalur yang aman untuk bergerak, fasilitas kesehatan dan evakuasi bagi peserta, serta prosedur de-eskalasi. Pada saat bersamaan, Polri tetap mempersiapkan protokol tegas apabila terjadi tindakan anarkis yang mengancam fasilitas publik dan keselamatan warga.
Peluncuran Seragam Pamapta: Simbol Pelayanan Cepat
Dalam rangka memperkuat layanan respons cepat, apel kali ini juga menjadi momen peluncuran seragam baru untuk satuan Pamapta. Seragam ini menjadi simbol komitmen Polri dalam merespons pengaduan masyarakat melalui layanan digital 110 secara cepat dan terkoordinasi.
Peluncuran seragam Pamapta dipadukan dengan pengenalan paket layanan baru yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan polisi. Dengan identitas yang lebih mudah dikenali, Pamapta diharapkan mampu meningkatkan kesan hadirnya negara di ruang publik, serta memberikan layanan santun, cepat, dan efektif.
Digitalisasi Pelayanan: Penguatan Saluran 110
Sigit menekankan pentingnya memaksimalkan penggunaan platform digital untuk memproses pengaduan. Layanan 110 menjadi fokus utama dalam transformasi layanan publik Polri karena sifatnya yang cepat dan dapat langsung mengerahkan satuan terdekat.
Beberapa langkah yang disiapkan antara lain peningkatan kapasitas call center 110, integrasi data lokasi pengadu, pemanfaatan aplikasi pelaporan yang terhubung langsung dengan unit terdekat, serta sistem pelacakan respons agar masyarakat dapat memantau progres laporan mereka.
Dengan digitalisasi, Polri berharap waktu tanggap dapat dipersingkat sehingga penanganan gangguan keamanan maupun kebutuhan layanan masyarakat dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah lebih besar.
Model Paket Pelayanan Kepolisian: Mudah, Cepat, Terjangkau
Selain itu, apel juga menampilkan beberapa model paket pelayanan kepolisian yang akan diimplementasikan di tingkat wilayah. Paket layanan ini mencakup layanan pengaduan, layanan intelijen masyarakat, layanan pengawalan, serta layanan administratif yang disederhanakan agar masyarakat lebih mudah mengaksesnya tanpa harus datang ke kantor polisi.
Paket layanan akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah—misalnya wilayah perkotaan, wilayah perdesaan, dan daerah rawan khusus—sehingga pelayanan menjadi lebih tepat sasaran dan efektif.
Peningkatan Kualitas Personel: Latihan, Pengawasan, dan Pengembangan
Kapolri menekankan bahwa transformasi institusi juga menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, apel diisi dengan materi pembinaan teknis, etika pelayanan, manajemen krisis, serta simulasi penanganan massa yang mengedepankan aspek perlindungan hak asasi manusia.
Program pengembangan akan dilanjutkan melalui pelatihan berkala, tukar pengalaman antarwilayah, dan sistem penilaian kinerja yang berbasis hasil. Pengawasan internal diperkuat untuk memastikan standar profesionalisme terpenuhi dan setiap pelanggaran ditangani secara tegas dan transparan.
Kesiapsiagaan Operasional: Antisipasi Berbagai Potensi Gangguan
Dalam apel, Kapolri meminta seluruh pimpinan wilayah untuk melakukan pemetaan potensi gangguan dan menyiapkan langkah antisipasi. Hal ini mencakup kesiapan menghadapi gangguan kamtibmas, bencana alam, ancaman terorisme, hingga persoalan sosial yang berpotensi memicu konflik.
Pemetaan dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dinas terkait, hingga lembaga masyarakat. Kapolri menekankan bahwa pendekatan kolaboratif akan meningkatkan efektivitas langkah antisipasi dan pemulihan jika terjadi gangguan.
Peran Kepolisian dalam Menjaga Stabilitas Sosial dan Ekonomi
Sigit menggarisbawahi bahwa stabilitas kamtibmas berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial. Polisi memiliki tugas penting untuk menjaga kondisi yang kondusif agar pembangunan dan aktivitas ekonomi dapat berlangsung lancar—mulai dari pengamanan arus logistik hingga perlindungan terhadap pelaksanaan kegiatan ekonomi publik.
“Di satu sisi kita juga tentunya miliki konsep dalam menghadapi rusuh massa yang tentunya apabila tidak kita kendalikan akan berdampak stabilitas kamtibmas, terganggunya fasilitas publik, sektor ekonomi yang tentunya harus kita jaga. Ini menjadi bagian kita evaluasi sekaligus pembahasan dalam apel kasatwil,” ujar Kapolri.
Transparansi dan Akuntabilitas: Kunci Kepercayaan Publik
Aspek transparansi dan akuntabilitas menjadi tema sentral dalam diskusi selama apel. Kapolri menegaskan pentingnya membuka ruang informasi bagi publik terkait proses penanganan pengaduan dan mekanisme pengawasan internal. Dokumentasi tindakan kepolisian, mekanisme pengaduan, serta laporan kinerja wilayah akan menjadi bagian dari upaya pemulihan kepercayaan publik.
Polri juga akan memperkuat kerja sama dengan lembaga pengawas eksternal, media, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan proses reformasi berjalan kredibel dan terukur.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Apel Kasatwil 2025 memunculkan harapan besar agar transformasi Polri bukan hanya retorika, namun terimplementasi dalam tindakan nyata. Tantangan yang harus dihadapi antara lain: mempercepat reformasi birokrasi internal, memperkuat integritas personel, memperluas kapasitas layanan digital, dan menjaga keseimbangan antara penegakan hukum serta pemenuhan hak sipil publik.
Keberhasilan agenda ini nantinya diukur dari indikator perubahan nyata: penurunan waktu respon pengaduan, peningkatan kepuasan publik terhadap layanan, penurunan angka pelanggaran internal, serta efektivitas penanganan gangguan keamanan.
Penutup
Apel Kasatwil 2025 di Mako Satlat Korbrimob Cikeas menjadi titik konsolidasi penting bagi institusi Polri. Melalui pertemuan intensif, pembekalan doktrinal, peluncuran inovasi layanan, dan dialog internasional, Polri bergerak menuju visi menjadi institusi yang profesional, modern, dan berorientasi pelayanan.
Kapolri menutup arahan dengan harapan agar seluruh peserta membawa kembali semangat dan hasil pembelajaran ke satuan masing-masing. “Sehingga saat ada pengaduan, Polri bisa segera turun, termasuk bagaimana kita menguatkan interaksi pelayanan kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat. Tadi kita juga perkenalkan beberapa model paket terkait pelayanan kepolisian ke depan. Supaya masyarakat lebih mudah dapatkan pelayanan,” tutup Sigit.
(Press Release / Bidhumas Polri)
Editor Pariyo Saputra / Redaksi Gnotif. Com


0 Komentar