Lampung Utara, (Gnotif. Com) – Hujan deras yang mengguyur kawasan Kecamatan Abung Semuli pada Kamis, 27 November 2025, tidak menyurutkan semangat ratusan jemaah dari berbagai dusun di Desa Semuli Jaya dan sekitarnya untuk menghadiri kegiatan Safari Dakwah bersama Ustad Hasan Kosasih, seorang dai nasional yang telah lama dikenal publik melalui dakwah-dakwahnya yang menyentuh hati. Kegiatan ini semakin menarik perhatian masyarakat karena turut menghadirkan sosok publik figur nasional, yakni Aziz Gagap, seorang komedian dan aktor Indonesia yang terkenal dengan gaya humor khasnya.
Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut dipusatkan di lapangan Masjid Baitul Rahim, Dusun Jatayu 4 Desa Semuli Jaya. Meskipun cuaca kurang bersahabat, jemaah tetap memenuhi area acara. Dengan memakai jas hujan, membawa payung, atau bahkan rela basah kuyup, masyarakat tetap bertahan menyimak setiap rangkaian kegiatan yang telah disusun panitia. Fenomena ini menunjukkan besarnya kerinduan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang memberikan pencerahan spiritual dan memperkuat tali persaudaraan.
Suasana hangat dan penuh kekhusyukan sangat terasa sejak jemaah mulai berdatangan. Walaupun hujan terus mengguyur, para jemaah tetap berbaur tanpa keluhan. Mereka duduk rapi, mendengarkan lantunan shalawat, sambutan, hingga tausiyah dari Ustad Hasan Kosasih. Kegiatan ini menjadi momen yang bukan hanya sekadar seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan rohani serta penguatan spiritual bagi masyarakat Desa Semuli Jaya.
Momentum Penting Regenerasi Kepengurusan Masjid Baitul Rahim
Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah proses regenerasi kepengurusan Masjid Baitul Rahim. Regenerasi ini merupakan upaya untuk memperbaiki tata kelola masjid, mengembangkan kegiatan keagamaan yang lebih berkelanjutan, serta menciptakan program-program pembinaan umat yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui seleksi dan musyawarah, beberapa nama baru yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam dunia dakwah dan sosial kemasyarakatan dipilih untuk mengemban amanah tersebut.
Dalam sambutannya, perwakilan ketua BKM Masjid Baitul Rahim menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan safari dakwah yang sangat dinanti oleh masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan maupun penyiapan lokasi terdapat kekurangan. Menurutnya, seluruh panitia telah berusaha maksimal mempersiapkan kegiatan ini, terlebih kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi.
“Kami berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, masjid kita bisa semakin makmur, semakin ramai dengan kegiatan positif, dan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari keberadaan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial,” ujarnya dalam sambutan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol semangat baru bagi pengurus masjid, tetapi juga semangat kebangkitan masyarakat dalam membangun lingkungan yang religius dan tertata dengan baik. Regenerasi kepengurusan masjid bukan hanya pergantian struktur, melainkan pembaruan semangat dalam mengelola aktivitas keagamaan dan kemasyarakatan.
Dihadiri Para Tokoh Penting: Bentuk Dukungan Nyata bagi Dakwah
Kegiatan safari dakwah ini turut dihadiri berbagai tokoh dari unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga komunitas pengajian. Camat Abung Semuli yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan, Gria, hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat mental dan spiritual warga. Kehadiran pejabat kecamatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan yang dapat menjaga persatuan dan mempererat hubungan antarwarga.
Kepala Desa Semuli Jaya, Leni Kusmilani, A.Md, beserta jajaran perangkat desa juga hadir dan terlihat aktif mengatur kelancaran kegiatan sejak awal hingga akhir. Kehadiran Kepala Desa menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun budaya religius dan memperkokoh kebersamaan.
Dari unsur keamanan, hadir Kapolsek Abung Semuli dan jajaran yang memastikan kondisi tetap aman, nyaman, dan tertib. Kehadiran mereka sangat penting mengingat kondisi cuaca yang ekstrem dan besarnya antusiasme masyarakat yang datang. Danramil juga turut hadir sebagai wujud sinergi TNI-Polri dalam mendukung kegiatan masyarakat.
Tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas pengajian ibu-ibu, remaja masjid, hingga kelompok majelis taklim dari desa sekitar juga memadati area masjid. Mereka datang tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar umat Islam yang ingin mendukung kegiatan dakwah dan bersilaturahmi dalam suasana penuh kebersamaan.
Rangkaian Acara: Indonesia Raya, Shalawat, dan Sambutan Penuh Makna
Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh panitia. Meskipun sebagian jemaah tengah menahan payung karena hujan lebat, lagu kebangsaan tersebut tetap dinyanyikan dengan penuh semangat. Momentum ini menunjukkan bahwa cinta tanah air dan nilai keagamaan dapat berjalan seiring dalam kegiatan dakwah.
Setelah itu, lantunan shalawat menggema dari para pengisi hadroh yang tampil penuh semangat. Lantunan shalawat di tengah rintik hujan menciptakan suasana religius yang menyentuh hati. Para jemaah yang hadir mengakui bahwa momen tersebut sangat menenangkan dan memberikan kedamaian batin yang mendalam.
Selanjutnya, acara diisi dengan sambutan-sambutan dari pengurus masjid dan pemerintah desa. Setiap sambutan yang disampaikan mengandung pesan mendalam, mulai dari pentingnya memakmurkan masjid, menjaga silaturahmi, hingga mengajak masyarakat meningkatkan akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Sambutan Kepala Desa yang Menyentuh Hati
Kepala Desa Semuli Jaya, Leni Kusmilani, dalam sambutannya menyampaikan pesan moral yang sangat mendalam. Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal, memperbaiki akhlak, menjaga lisan, dan selalu bersyukur atas setiap nikmat yang Allah berikan. Menurutnya, amal baik adalah satu-satunya sahabat yang akan menemani manusia hingga akhir hayat.
“Amalan kebaikan itu tidak akan pernah sia-sia. Dia akan mengiringi kita sampai kapan pun, bahkan setelah kita meninggalkan dunia. Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak amal baik, memperbaiki diri, dan menjaga hubungan baik dengan sesama,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti safari dakwah adalah sarana penting untuk menjaga moral masyarakat di tengah tantangan zaman. Keberadaan tokoh agama dan pendakwah nasional memberi warna baru dalam upaya meningkatkan spiritualitas masyarakat.
Tausiyah Ustad Hasan Kosasih: Perkuat Akhlak dan Ukhuwah
Puncak acara adalah tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Hasan Kosasih. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa salah satu bentuk cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW adalah dengan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, umat Islam seharusnya tidak hanya mencintai Nabi secara lisan, tetapi juga membuktikannya dengan tindakan nyata.
Dalam ceramahnya, Ustad Hasan menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh memutuskan hubungan persaudaraan, karena Islam mengajarkan kasih sayang dan kebersamaan.
“Mari kita perkuat ukhuwah Islamiyah. Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah terpecah belah. Kita adalah saudara, satu iman, satu tujuan, dan kita harus saling menjaga,” ujarnya di hadapan ratusan jemaah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan dan menahan diri dari perbuatan yang menimbulkan fitnah. Menurutnya, seseorang tidak akan rugi sedikit pun dengan berbuat baik, bahkan Allah akan melipatgandakan pahala bagi hamba-hamba-Nya yang ikhlas.
Tausiyah yang berlangsung selama hampir satu jam tersebut disampaikan dengan gaya khas Ustad Hasan yang penuh ketenangan namun tegas dan berwibawa. Banyak jemaah yang terlihat mengangguk-angguk, merenungkan setiap pesan, dan beberapa bahkan tidak kuasa menahan air mata mendengar nasihat yang begitu menyentuh hati.
Humor Islami dari Aziz Gagap Menjadi Hiburan yang Menyejukkan
Kehadiran Aziz Gagap dalam kegiatan safari dakwah ini memberikan warna berbeda. Meski dikenal sebagai komedian yang selalu mengundang gelak tawa, Aziz mampu membawakan humor islami yang tetap santun dan penuh nilai. Ia menyelipkan pesan-pesan moral dalam setiap guyonannya sehingga jemaah tidak hanya tertawa tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga.
Aziz menceritakan perjalanan hidupnya, mulai dari dunia hiburan hingga momen-momen spiritual yang mengubah cara pandangnya. Ia menekankan bahwa humor bukanlah penghalang untuk tetap dekat dengan Allah. Menurutnya, seorang Muslim dapat tetap ceria dan menghibur tanpa harus melanggar batas-batas agama.
Gelak tawa jemaah tak terbendung meski hujan belum kunjung reda. Kehadiran Aziz menjadi pelengkap sempurna dari rangkaian safari dakwah yang menggabungkan dakwah, hiburan, dan kebersamaan dalam satu wadah yang menyejukkan.
Penutup Penuh Harapan: Doa Bersama dan Kebersamaan yang Menguatkan
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Dalam doa tersebut, masyarakat memohon perlindungan dari segala musibah, diberikan kesehatan, dijauhkan dari bencana, serta diberi kekuatan untuk menjalani kehidupan dengan penuh ketakwaan.
Meskipun kegiatan telah berakhir, jemaah masih terlihat enggan meninggalkan lokasi. Banyak yang mengabadikan momen dengan berfoto bersama Ustad Hasan Kosasih dan Aziz Gagap. Kehangatan dan kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah para jemaah, menandakan bahwa kegiatan ini sukses memberikan kesan mendalam.
Kegiatan Safari Dakwah kali ini menjadi bukti bahwa hujan deras tidak mampu meruntuhkan semangat masyarakat untuk menuntut ilmu dan memperkuat iman. Masyarakat Semuli Jaya membuktikan bahwa kecintaan mereka terhadap agama jauh lebih besar daripada tantangan cuaca.
Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang membawa manfaat bagi masyarakat, memperkuat ukhuwah, dan menjadikan Masjid Baitul Rahim sebagai pusat kegiatan keagamaan yang dinamis.
(Reporter: Deki)
Editor: Pariyo Saputra / Redaksi Gnotif. Com


0 Komentar