Berita

Breaking News

Kapolsek Lambu Kibang Bersama Dinas Pemadam Kebakaran Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla dan Ingatkan Warga untuk Tingkatkan Kewaspadaan

Tulang Bawang Barat, (Gnotif. Com) — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, mengingat potensi kebakaran yang cenderung meningkat seiring perubahan musim dan pola cuaca ekstrem. Sebagai langkah konkret, Polsek Lambu Kibang Polres Tulang Bawang Barat bersama Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Tubaba menggelar Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Balai Tiyuh Mekar Sari Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, pada Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran, cara pencegahannya, serta langkah-langkah antisipasi yang harus diketahui setiap warga. Melalui sosialisasi langsung, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi potensi kejadian kebakaran baik skala kecil maupun besar di lingkungan tempat tinggal maupun lahan pertanian.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Kapolsek Lambu Kibang Iptu Kasiyono, S.E., M.H., serta Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Tubaba, dr. Heri Ahmadi. Keduanya memberikan pemaparan detail mengenai penyebab kebakaran, faktor risiko yang sering tidak disadari masyarakat, serta tindakan awal yang dapat dilakukan dalam keadaan darurat.

Turut hadir pula tokoh-tokoh penting daerah, antara lain Camat Lambu Kibang yang diwakili oleh Bapak Nuryanto, Kabid Pencegahan Dinas Damkar Tubaba Bapak Erwinsyah, Kabid Pemadam Kebakaran Bapak Prambumi Restu Aji, Kepalo Tiyuh Mekar Sari Jaya Alfredo Isnovandi, S.Pd., bersama Tim Relawan Pemadam Kebakaran Lambu Kibang serta Tim Relawan Tiyuh Mekar Sari Jaya. Kolaborasi para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani potensi kebakaran dan memperkuat edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pentingnya Kegiatan Sosialisasi di Tingkat Tiyuh

Kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran seperti ini dinilai sangat penting dilakukan di tingkat tiyuh atau desa. Hal tersebut didasari fakta bahwa mayoritas kasus kebakaran, baik itu kebakaran rumah, lahan pertanian, maupun kebakaran hutan, berawal dari kelalaian kecil yang dapat berakibat fatal apabila warga tidak memahami langkah pencegahan yang benar.

Menurut Kapolsek Lambu Kibang, sosialisasi ini menjadi langkah tepat karena memberikan informasi langsung kepada warga yang tinggal di daerah rawan kebakaran, terutama wilayah yang memiliki banyak pemukiman padat dan area perkebunan. Masyarakat yang sehari-hari beraktivitas dengan api, seperti memasak menggunakan kayu, membuka lahan dengan cara membakar, atau membakar sampah rumah tangga, sangat membutuhkan pemahaman komprehensif agar tindakan tersebut tidak berujung pada kebakaran besar.

"Dalam hal ini Polsek Lambu Kibang sudah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap masyarakat tentang cara penanggulangan kebakaran, mengingat banyaknya pemukiman padat penduduk di sekitar kita," ujar Iptu Kasiyono dalam sambutannya di hadapan puluhan warga yang hadir.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Polsek Lambu Kibang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif dalam kegiatan edukasi dan pembinaan masyarakat, khususnya dalam hal mitigasi bencana.

Penjelasan Mengenai Dampak Kebakaran dari Sisi Lingkungan dan Kesehatan

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Tubaba, dr. Heri Ahmadi, dalam paparannya menekankan bahaya kebakaran dari sudut pandang kesehatan dan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menyebabkan kerusakan vegetasi, tetapi juga menimbulkan polusi udara yang mengakibatkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Asap kebakaran mengandung berbagai zat berbahaya seperti karbon monoksida dan partikulat halus yang dapat masuk ke paru-paru. Jika terpapar secara terus-menerus, dapat menyebabkan penyakit pernapasan kronis. Selain itu, kebakaran juga berdampak pada penurunan kualitas tanah, hilangnya kesuburan lahan, serta mengganggu ekosistem. Hal ini tentu merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

dr. Heri Ahmadi juga menjelaskan bahwa edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran harus dilakukan secara rutin dan terpadu. Menurutnya, pencegahan adalah langkah terbaik dibandingkan melakukan pemadaman ketika api sudah membesar. Upaya pencegahan jauh lebih efektif, murah, dan aman.

Penyebab Umum Kebakaran di Lingkungan Masyarakat

Dalam sesi diskusi, dibahas pula berbagai penyebab kebakaran yang sering terjadi di pemukiman maupun lahan masyarakat. Faktor utama penyebab kebakaran antara lain:

  • Pembakaran sampah secara sembarangan tanpa pengawasan.
  • Kebiasaan membuang puntung rokok di area kering.
  • Korsleting atau arus pendek listrik akibat pemasangan instalasi listrik yang tidak sesuai standar.
  • Penggunaan kompor atau peralatan memasak yang kurang aman.
  • Pembersihan kebun dengan cara membakar daun kering tanpa memperhatikan arah angin.
  • Penyimpanan bahan bakar atau barang mudah terbakar di rumah.

Contoh-contoh tersebut disampaikan untuk membuka pemahaman masyarakat bahwa kebakaran tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi justru lebih sering dipicu oleh kelalaian manusia. Dengan mengenali setiap faktor risiko, masyarakat dapat lebih berhati-hati dan bertindak bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Tanggapan dan Antusiasme Warga

Kegiatan sosialisasi mendapatkan respon positif dari warga Tiyuh Mekar Sari Jaya. Banyak warga yang mengaku belum mengetahui beberapa langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri sebelum petugas pemadam tiba di lokasi. Beberapa warga juga mengungkapkan bahwa informasi tentang bahaya kebakaran yang disampaikan melalui media sering kali tidak sedetail penjelasan langsung dari pihak kepolisian dan dinas pemadam.

Salah satu warga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru, terutama terkait penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan cara memadamkan api menggunakan alat seadanya seperti karung basah atau pasir. Dalam sesi tanya jawab, warga juga menyampaikan beberapa pengalaman pribadi terkait kejadian kebakaran di lingkungan mereka, sehingga diskusi berjalan interaktif dan edukatif.

Peran Penting Relawan Pemadam Kebakaran

Dalam kegiatan tersebut, Tim Relawan Pemadam Kebakaran Lambu Kibang dan Tim Relawan Tiyuh Mekar Sari Jaya turut hadir untuk memberikan contoh penggunaan peralatan pemadam sederhana. Peran relawan sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari pos pemadam kebakaran.

Relawan selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan pertama ketika terjadi kebakaran sebelum tim Damkar tiba di lokasi. Para relawan secara sukarela memberikan tenaga, waktu, dan keterampilan untuk membantu warga. Dukungan dari pemerintah dan aparat juga dinilai sangat diperlukan untuk memperkuat kapasitas para relawan dalam menghadapi potensi kebakaran di masa mendatang.

Langkah-Langkah Pencegahan Kebakaran yang Harus Diketahui Warga

Pada kesempatan tersebut, para narasumber menyampaikan sejumlah langkah pencegahan yang wajib dipahami masyarakat agar potensi kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin. Beberapa langkah tersebut antara lain:

1. Tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Pembukaan lahan dengan cara membakar sangat berbahaya apalagi jika dilakukan tanpa alat pemantau dan pengamanan yang memadai.

2. Mengawasi aktivitas anak-anak ketika berada dekat api.
Anak-anak sering bermain api tanpa memahami bahayanya sehingga orang tua harus memberikan pengawasan ekstra.

3. Menyimpan barang yang mudah terbakar jauh dari sumber panas.
Barang seperti bensin, minyak tanah, tumpukan kertas, dan kain kering harus disimpan di tempat yang aman.

4. Memperbaiki instalasi listrik yang rusak.
Kabel yang terkelupas atau soket yang longgar dapat memicu korsleting yang berujung kebakaran.

5. Menyiapkan alat pemadam sederhana.
Sediakan APAR di rumah atau minimal ember berisi air, pasir, dan karung basah untuk antisipasi awal.

6. Segera melaporkan kejadian kebakaran kepada aparat.
Semakin cepat laporan disampaikan, semakin cepat pula bantuan tiba di lokasi.

Penjelasan yang mendetail tersebut membuat masyarakat semakin memahami bahwa kebakaran dapat dicegah jika setiap warga memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan yang baik.

Komitmen Bersama dalam Menghadapi Musim Kemarau

Menjelang musim kemarau yang biasanya disertai dengan angin kencang dan suhu tinggi, seluruh elemen masyarakat diminta untuk lebih waspada. Kapolsek Lambu Kibang menegaskan bahwa pihaknya bersama dinas dan relawan akan terus melakukan patroli, pemantauan titik rawan, dan kegiatan sosialisasi secara berkelanjutan.

"Kapolsek Lambu Kibang menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitar," tutup Iptu Kasiyono, S.E., M.H.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyampaian pesan moral bahwa pencegahan kebakaran bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab setiap warga demi menjaga keselamatan bersama.

(Sumber: humas_tubaba)

Editor Redaksi Gnotif. Com

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif