Pos Bori Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 763/SBA Laksanakan Anjangsana Kepada Masyarakat Kampung Bori

Maybrat, Papua Barat Daya — Sabtu, 29 November 2025

Maybrat, (Gnotif. Com) – Dalam rangka mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat serta memperkuat pembinaan teritorial di wilayah penugasan, Pos Bori Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 763/SBA melaksanakan kegiatan anjangsana kepada masyarakat Kampung Bori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat pada Sabtu (29/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas Yonif 763/SBA dalam memberikan pelayanan sosial, dukungan moril, dan mendengarkan secara langsung berbagai kebutuhan masyarakat di kampung yang berada di wilayah pedalaman Papua Barat Daya.

Anjangsana ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Satgas di setiap pos untuk menjalin silaturahmi, menciptakan komunikasi yang harmonis, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat. Wilayah Distrik Aifat yang memiliki tantangan geografis berupa pegunungan, akses transportasi terbatas, dan kondisi sosial yang masih berkembang, menjadikan peran Satgas sangat penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Kehangatan Sambutan Masyarakat Kampung Bori

Kehadiran personel Pos Bori Satgas Yonif 763/SBA disambut dengan penuh kehangatan oleh masyarakat Kampung Bori. Warga, khususnya mama-mama kampung, tampak antusias ketika prajurit tiba sambil membawa paket bantuan sembako. Senyum ramah dan jabat tangan hangat menggambarkan kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat yang sudah terjalin selama pos tersebut bertugas di wilayah itu.

Masyarakat Kampung Bori dikenal sebagai masyarakat yang memegang teguh budaya lokal, menjaga tradisi leluhur, dan hidup dalam semangat kebersamaan. Para mama-mama, yang menjadi tulang punggung dalam penyediaan pangan keluarga, juga menyambut kesempatan berdialog langsung dengan anggota Satgas sebagai momen penting untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka.

Menurut Kepala Kampung Bori, hubungan masyarakat dengan Pos Bori telah lama terjalin dengan baik. Selama ini, prajurit selalu hadir membantu warga dalam berbagai kebutuhan, mulai dari pembangunan fasilitas umum, kesehatan dasar, hingga bantuan sosial. Kegiatan anjangsana kali ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian TNI terhadap masyarakat bukan hanya slogan, tetapi tindakan konkret yang terus dilakukan.

Melihat Langsung Proses Pengolahan Sagu

Salah satu momen istimewa dalam anjangsana tersebut adalah kesempatan para prajurit Pos Bori untuk melihat langsung proses pengolahan sagu, makanan pokok masyarakat Papua. Sagu merupakan bahan pangan utama yang memiliki nilai budaya tinggi. Proses pengolahannya yang panjang dan membutuhkan ketelitian menunjukkan betapa besarnya peran mama-mama kampung dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

Para prajurit mengikuti dengan seksama setiap tahapan proses pengolahan sagu. Mulai dari pemilihan batang sagu, penebangan, pemisahan empulur, hingga proses pemerasan dan penyaringan untuk mendapatkan pati sagu terbaik. Mama-mama Kampung Bori menjelaskan bahwa proses tersebut membutuhkan kerja keras dan dilakukan secara bergotong-royong. Dalam kehidupan masyarakat Papua, sagu bukan hanya sumber makanan, tetapi juga lambang kebersamaan dan identitas budaya.

Prajurit Pos Bori berdialog dengan para mama tentang tantangan pengolahan sagu, seperti faktor cuaca, ketersediaan pohon sagu, dan kebutuhan alat tradisional. Bagi prajurit, pengalaman ini memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai kehidupan masyarakat serta nilai-nilai budaya yang mereka jaga dengan penuh kebanggaan. Bagi masyarakat, kehadiran prajurit yang mau belajar dan menghargai tradisi mereka merupakan bentuk penghormatan yang sangat dihargai.

Pemberian Sembako sebagai Bentuk Kepedulian

Sebagai bagian dari anjangsana, Pos Bori Satgas Yonif 763/SBA memberikan paket sembako kepada masyarakat Kampung Bori. Bantuan ini diserahkan kepada sejumlah keluarga sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan pangan harian mereka. Sembako yang diberikan terdiri dari beras, minyak goreng, gula, kopi, teh, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Pemberian sembako ini menjadi wujud kepedulian dan dukungan langsung terhadap masyarakat. Meskipun sederhana, bagi masyarakat Kampung Bori bantuan tersebut sangat berarti. Dengan kondisi ekonomi yang masih terbatas serta akses transportasi yang sulit, kebutuhan pokok sering kali harus didatangkan dari tempat yang jauh. Kehadiran bantuan dari Pos Bori membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat hubungan emosional antara TNI dan warga.

Salah satu mama kampung menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan tersebut. Menurutnya, prajurit Satgas selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan, baik dalam hal sosial, kesehatan, maupun kegiatan pembangunan. Ia berharap hubungan baik ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi generasi muda Kampung Bori.

Prajurit TNI dan Masyarakat: Hubungan yang Semakin Erat

Anjangsana bukan hanya sekadar kegiatan kunjungan biasa, melainkan bagian dari strategi pembinaan teritorial yang diterapkan oleh Satgas Yonif 763/SBA. Dengan turun langsung ke kampung, prajurit dapat memahami secara nyata kondisi masyarakat, mengidentifikasi permasalahan yang ada, dan mencari solusi yang sesuai dengan kemampuan satuan.

Pada kegiatan tersebut, prajurit tidak hanya berdialog mengenai kebutuhan pangan, tetapi juga mendengarkan keluhan masyarakat mengenai akses kesehatan, pendidikan anak, kondisi infrastruktur jalan, dan kebutuhan lampu penerangan di malam hari. Banyak dari warga Kampung Bori yang menyampaikan harapan agar pemerintah dapat memperhatikan wilayah mereka dengan lebih optimal.

Prajurit Pos Bori mencatat seluruh aspirasi yang disampaikan dan berjanji akan meneruskan informasi tersebut kepada komando atas dan pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan bahwa prajurit Satgas tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

Kondisi Geografis Kampung Bori dan Tantangan Kehidupan Warga

Kampung Bori terletak di wilayah Distrik Aifat, sebuah daerah yang dikelilingi hutan, pegunungan, dan akses jalan terbatas. Masyarakat di kampung ini sebagian besar hidup sebagai petani, pemburu, dan pengolah sagu. Kondisi geografis yang menantang membuat masyarakat tidak selalu mudah mendapatkan akses layanan kesehatan dan transportasi.

Dengan kondisi seperti ini, kehadiran Satgas Pamtas memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat. Prajurit sering kali membantu warga yang sakit untuk mendapatkan perawatan medis, memberikan edukasi kesehatan, hingga mendampingi pembangunan fisik di kampung.

Selain tantangan akses, masyarakat juga menghadapi keterbatasan infrastruktur, seperti ketiadaan listrik stabil, sinyal telekomunikasi, hingga fasilitas pendidikan yang masih minim. Anak-anak di Kampung Bori harus berjalan jauh untuk mencapai sekolah terdekat, sementara orang dewasa harus bekerja keras mencari bahan pangan untuk kebutuhan keluarga.

TNI sebagai Sahabat dan Pelindung Masyarakat

Dalam kegiatan anjangsana ini, prajurit menunjukkan bahwa tugas TNI tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga melayani masyarakat dengan hati. Pendekatan humanis yang diterapkan Satgas Yonif 763/SBA berhasil menciptakan hubungan harmonis dan rasa saling percaya antara prajurit dan warga Kampung Bori.

Bagi masyarakat yang hidup di wilayah pelosok, TNI menjadi sahabat yang dapat diandalkan. Kehadiran prajurit memberikan rasa aman dari berbagai potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial. Selain itu, prajurit juga menjadi sumber informasi dan tempat masyarakat mengadu ketika menghadapi permasalahan.

Interaksi yang humanis ini sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Ketika masyarakat merasa dekat dengan TNI, mereka akan lebih terbuka dalam memberikan informasi terkait potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi. Hal ini sangat membantu Satgas dalam melaksanakan tugas-tugas operasionalnya.

Harapan dan Komitmen Pos Bori ke Depan

Komandan Pos Bori menyampaikan bahwa anjangsana akan terus dilakukan secara berkala sebagai komitmen untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Menurutnya, setiap prajurit dituntut untuk selalu mengedepankan pendekatan sosial dan humanis dalam bertugas, terutama di wilayah pedalaman yang membutuhkan perhatian lebih.

"Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai keluarga bagi masyarakat. Kami ingin ikut serta membantu masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, serta memberikan solusi sesuai kemampuan kami," ujarnya.

Masyarakat Kampung Bori berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas. Mereka menilai bahwa kehadiran TNI memberikan dampak positif bagi pembangunan dan keamanan kampung. Selain itu, masyarakat juga berharap agar pemerintah daerah dapat lebih sering turun langsung melihat kondisi masyarakat di pedalaman.

Penutup

Kegiatan anjangsana yang dilakukan Pos Bori Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 763/SBA di Kampung Bori membuktikan bahwa TNI selalu hadir dengan pendekatan penuh kepedulian. Dari melihat langsung proses pengolahan sagu, berdialog dengan warga, hingga memberikan bantuan sembako, seluruh kegiatan tersebut menggambarkan komitmen kuat TNI dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

Anjangsana ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat solidaritas antara TNI dan masyarakat, sekaligus memberikan dorongan bagi peningkatan kesejahteraan warga Kampung Bori. Kehadiran Satgas Yonif 763/SBA di Distrik Aifat bukan hanya membawa rasa aman, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

(Pen Yonif 763/SBA)

Editor: Pariyo Saputra / Redaksi Gnotif. Com