Pusat Komunikasi dan Elektronika Angkatan Darat (Puskomlekad) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemampuan dan profesionalisme para prajurit TNI Angkatan Darat melalui partisipasi aktif dalam forum internasional. Pada Selasa, 25 November 2025, Puskomlekad secara resmi melaksanakan kegiatan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) bertema C2 Signal Integration di Philippine Army Officer's Club, Fort Bonifacio, Taguig City, Manila, Filipina. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam kerja sama bilateral antara TNI Angkatan Darat dan Philippine Army, khususnya dalam bidang integrasi sistem komunikasi, teknologi komando, serta pengembangan jaringan kendali militer modern.
SMEE C2 Signal Integration ini merupakan program pertukaran keahlian yang dirancang untuk memberikan ruang diskusi, analisis, dan kerja sama langsung antara para ahli komunikasi militer dari kedua negara. Melalui kegiatan ini, para prajurit dapat berbagi pengalaman, menyelaraskan pemahaman mengenai teknologi komunikasi pertahanan, serta memperkuat interoperabilitas sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut, TNI Angkatan Darat mengirimkan enam personel terbaik sebagai delegasi resmi. Delegasi ini dipimpin langsung oleh Kolonel CKE Poltak Albert Simbolon, yang kini menjabat sebagai Dirbinsislek Puskomlekad. Selain memimpin jalannya koordinasi delegasi, Kolonel Poltak juga berperan sebagai narasumber utama sekaligus pembicara dalam beberapa sesi presentasi teknis. Kehadirannya menjadi representasi kemampuan strategis TNI AD dalam bidang komunikasi dan elektronika militer.
Kerja Sama Bilateral Meningkat, Integrasi Sistem C2 Jadi Fokus Utama
SMEE C2 Signal Integration kali ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi TNI AD dan Philippine Army, tetapi juga bagi penguatan hubungan pertahanan antar negara anggota ASEAN. Integrasi sistem komando dan kendali (Command and Control / C2) menjadi fokus utama pembahasan, mengingat peran vital teknologi komunikasi dalam mendukung operasi militer modern.
Dengan berkembangnya ancaman regional dan global—mulai dari ancaman siber, potensi konflik bersenjata, hingga tantangan keamanan maritim—kerja sama teknis dalam pemanfaatan sistem komunikasi militer menjadi semakin penting. SMEE ini membuka peluang besar bagi kedua pihak untuk menyelaraskan protokol C2, meningkatkan ketahanan komunikasi di medan operasi, dan mempercepat respons dalam situasi krisis.
Dalam sesi pembukaan, perwakilan Philippine Army menyambut hangat kehadiran delegasi TNI AD. Mereka menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan baik antar negara, khususnya dalam meningkatkan interoperabilitas antarmiliter. Kolaborasi ini juga sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi tantangan operasi gabungan di masa depan, baik dalam konteks regional maupun internasional.
Kunjungan Hormat kepada Vice Commander of Philippine Army
Sebelum memasuki rangkaian utama kegiatan, delegasi TNI AD melaksanakan courtesy call atau kunjungan kehormatan kepada Major General Efren F. Morados, Vice Commander of the Philippine Army. Dalam pertemuan tersebut, Major General Morados menerima langsung rombongan dan menyampaikan penghargaan atas komitmen TNI AD dalam menjaga hubungan strategis bersama Angkatan Darat Filipina.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh suasana persahabatan. Keduanya membahas berbagai agenda kerja sama yang telah berjalan sebelumnya, serta menyusun arah kolaborasi ke depan yang dianggap semakin penting di tengah perkembangan teknologi pertahanan yang sangat pesat. Baik TNI AD maupun Philippine Army menegaskan kembali tekad untuk memperkuat komunikasi, integrasi teknologi, serta pertukaran keahlian melalui berbagai program bilateral yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Major General Morados mengapresiasi profesionalisme delegasi TNI AD yang hadir. Ia menyampaikan bahwa pengalaman dan kemampuan teknis dari Puskomlekad merupakan aset penting yang dapat memberikan nilai tambah dalam pengembangan sistem komunikasi militer di Filipina. Selain itu, ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara periodik untuk membangun hubungan yang lebih solid di masa mendatang.
Kontribusi Delegasi TNI AD dalam Diskusi Teknis dan Pemaparan Materi
Rangkaian SMEE diisi dengan berbagai sesi diskusi teknis yang membahas perkembangan teknologi komunikasi militer, modernisasi perangkat perang elektronik, serta integrasi sistem komando dan kendali berbasis digital. Delegasi TNI AD memainkan peran aktif dalam setiap sesi tersebut, baik sebagai narasumber, panelis, maupun peserta diskusi.
Kolonel CKE Poltak Albert Simbolon memaparkan materi mengenai perkembangan sistem komunikasi TNI AD, tantangan integrasi jaringan di berbagai satuan, serta pentingnya keamanan siber dalam menjaga kerahasiaan data militer. Ia menekankan bahwa kemampuan C2 tidak hanya bergantung pada perangkat keras, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankan sistem tersebut.
Selain Kolonel Poltak, para perwira lain dari delegasi TNI AD turut memberikan penjelasan teknis mengenai sistem enkripsi, struktur jaringan komunikasi lapangan, serta kesiapan alat komunikasi dalam operasi gabungan. Materi-materi tersebut mendapat respons positif dari peserta SMEE, terutama karena memberikan gambaran nyata tentang tantangan dan solusi yang sudah diterapkan oleh TNI AD.
Pernyataan Resmi Kolonel CKE Poltak Albert Simbolon
Dalam sesi wawancara dan pernyataan resminya, Kolonel Poltak menyampaikan bahwa kegiatan SMEE ini berjalan dengan sangat produktif. Menurutnya, pertukaran keahlian seperti ini merupakan peluang emas untuk terus mengembangkan kualitas sistem komunikasi Angkatan Darat Indonesia.
"Kegiatan ini berjalan dengan produktif dan penuh semangat kerja sama yang akan berlangsung sampai tanggal 28 November 2025. Dengan adanya kegiatan SMEE diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas sistem komunikasi dan elektronika TNI AD dalam menghadapi tantangan operasi di masa depan," ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan optimisme tinggi Puskomlekad dalam mengembangkan kemampuan teknis TNI AD. Kolonel Poltak juga menegaskan bahwa Puskomlekad akan terus mendorong penguatan kapasitas prajurit dalam penguasaan teknologi komunikasi, terutama teknologi yang digunakan dalam operasi modern yang menuntut kecepatan, keakuratan, dan keamanan informasi yang tinggi.
Pandangan Kapten CKE Rencha Putra: SMEE Sebagai Wadah Strategis
Kapten CKE Rencha Putra, salah satu perwakilan perwira Delegasi TNI AD, juga memberikan pandangannya mengenai jalannya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa SMEE bukan sekadar forum diskusi biasa, melainkan wadah strategis yang mampu memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan teknis, serta memperkuat hubungan baik antara TNI AD dan Angkatan Darat Filipina.
"Dengan terus berkembangnya teknologi komunikasi militer, kerja sama internasional seperti ini menjadi kunci dalam menjaga kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI AD," jelas Rencha.
Kapten Rencha menambahkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi tidak hanya mempengaruhi pola operasi di medan perang, tetapi juga memengaruhi pola kolaborasi antarmiliter. Oleh karena itu, SMEE menjadi sangat penting sebagai medium untuk menyatukan standar interoperabilitas, memperbarui pemahaman teknis, dan memperkuat sistem komando lintas negara.
Pentingnya Teknologi Komunikasi Militer di Era Modern
Kegiatan SMEE tahun 2025 ini juga menyoroti betapa pentingnya teknologi komunikasi dalam struktur pertahanan modern. Di era digital saat ini, sistem komunikasi menjadi tulang punggung dalam pengendalian operasi, koordinasi pasukan, hingga pengiriman informasi taktis secara real-time. Tanpa sistem komunikasi yang baik, efektivitas operasi militer dapat terganggu, bahkan berpotensi gagal.
Pengembangan sistem C2 Signal Integration menjadi bagian penting dari upaya pembaharuan alat utama sistem senjata (alutsista) di berbagai negara. Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer terbesar di ASEAN, terus berusaha melakukan pembaharuan kapasitas komunikasi prajuritnya agar dapat sejalan dengan perkembangan teknologi global.
Puskomlekad sebagai pusat pengembangan komunikasi dan elektronika Angkatan Darat memiliki peran besar dalam memastikan prajurit TNI AD mampu mengoperasikan perangkat dan sistem komunikasi dengan tingkat keamanan tinggi, respons cepat, serta cakupan yang luas. SMEE ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mencapai tujuan tersebut.
Rangkaian Kegiatan Berlangsung Hingga 28 November 2025
Kegiatan SMEE C2 Signal Integration dijadwalkan berlangsung hingga 28 November 2025 dengan berbagai agenda tambahan seperti workshop, sharing session, presentasi inovasi sistem komunikasi, hingga simulasi teknis yang melibatkan kedua delegasi. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan teknis para peserta.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta dari kedua negara juga berkesempatan untuk mengunjungi beberapa fasilitas komunikasi strategis milik Philippine Army. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran langsung mengenai implementasi sistem komunikasi militer Filipina. Delegasi TNI AD juga diundang untuk memberikan masukan terkait peningkatan sistem dan struktur jaringan komunikasi yang digunakan oleh Philippine Army.
Manfaat Jangka Panjang Bagi TNI Angkatan Darat
Manfaat jangka panjang dari kegiatan SMEE seperti ini tidak hanya sebatas meningkatkan pengetahuan teknikal, tetapi juga memperluas jejaring hubungan internasional antar prajurit dan komando militer. Interaksi ini menciptakan lingkungan saling percaya yang sangat penting dalam operasi gabungan di masa depan.
Di sisi lain, kemampuan prajurit TNI AD dalam memahami dan mengoperasikan perangkat komunikasi modern juga akan terbantu melalui pengalaman lapangan dan diskusi teknis dengan para ahli dari negara lain. Pengetahuan tersebut kemudian dapat diterapkan dalam berbagai operasi TNI AD, baik untuk operasi dalam negeri seperti pengamanan perbatasan dan bantuan bencana, hingga operasi perdamaian dunia.
Penutup: Wujud Komitmen Puskomlekad dalam Modernisasi TNI AD
Kegiatan SMEE C2 Signal Integration di Manila, Filipina, menjadi bukti nyata dari komitmen Puskomlekad dalam mendukung upaya modernisasi sistem komunikasi TNI AD. Pertukaran keahlian dan sinergi antara TNI AD dan Philippine Army menunjukkan bahwa kolaborasi internasional adalah langkah penting untuk menghadapi tantangan keamanan regional yang semakin dinamis.
Dengan berlangsungnya kegiatan hingga tanggal 28 November 2025, Puskomlekad optimis bahwa hasil dari forum ini akan memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kemampuan C2, pertahanan siber, integrasi sinyal, serta profesionalisme prajurit komunikasi Indonesia.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan secara rutin, baik dengan Philippine Army maupun dengan negara-negara lain, sebagai bagian dari upaya memperkokoh posisi TNI AD sebagai kekuatan militer profesional yang adaptif terhadap perkembangan zaman.






0 Komentar