Berita

Breaking News

Viral Kurir Paket Alami Curas di Lampung Utara, Kabid Humas Polda Imbau Tingkatkan Kewaspadaan di Jalan Sepi

Press Release Nomor: 777/ XI / HUM.6.1.1./2025/Bidhumas
Minggu, 9 November 2025

LAMPUNG, (Gnotif. Com) — Peristiwa pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa seorang kurir paket di Kabupaten Lampung Utara menjadi sorotan publik setelah kisah pilu korban menyebar luas di media sosial. Dalam video dan unggahan yang viral, korban menceritakan bagaimana dirinya diserang oleh dua pelaku tak dikenal saat sedang dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan paket.

Korban yang diketahui bernama Yana Herdiana (31) merupakan salah satu kurir jasa pengiriman barang yang sehari-hari bertugas di wilayah Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara. Dalam pengakuannya, Yana mengatakan bahwa dirinya mengalami kejadian mengerikan itu pada Senin, 3 November 2025, sekitar pukul 19.00 WIB, ketika suasana jalan sudah mulai sepi dan minim penerangan.

Kronologi Kejadian Curas di Jalan Desa Sekipi

Menurut keterangan resmi dari Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, korban saat itu baru saja menyelesaikan pengantaran paket terakhirnya dan hendak kembali ke rumah. Saat melintas di jalan Desa Sekipi, Kecamatan Abung Tinggi, korban merasa ada dua orang pengendara sepeda motor yang mengikutinya dari belakang.

“Dua pelaku tersebut mengendarai sepeda motor bebek tanpa bodi, biasa disebut motor trondol. Mereka memepet kendaraan korban dari sisi kanan, kemudian menendang motor korban hingga terjatuh,” jelas Kombes Pol Yuni pada Minggu (9/11/2025).

Setelah terjatuh, korban berusaha bangkit, namun pelaku langsung menghampiri dan merampas tas miliknya yang berisi sejumlah uang hasil COD (cash on delivery). Tidak cukup sampai di situ, pelaku juga memeriksa tubuh korban dan menemukan sejumlah uang tunai yang diselipkan di pinggangnya. Setelah mengambil semua uang korban, keduanya melarikan diri ke arah Desa Sekipi.

Kerugian dan Dampak yang Dialami Korban

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materi sekitar Rp10,5 juta. Uang itu merupakan hasil transaksi COD pelanggan yang seharusnya disetorkan ke perusahaan pengiriman tempat korban bekerja. Selain kehilangan uang, motor korban juga mengalami kerusakan di bagian bodi dan spion akibat terjatuh ke aspal.

Korban yang mengalami luka di bagian tangan dan lutut langsung meminta pertolongan warga sekitar. Dengan dibantu masyarakat, ia kemudian melapor ke Polsek Bukit Kemuning untuk membuat laporan resmi terkait insiden perampokan yang dialaminya.

“Kami sudah menerima laporan korban dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini, tim penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang bisa mengarah pada identitas pelaku,” ungkap Kombes Pol Yuni.

Langkah Cepat Polisi: Penyelidikan dan Patroli Intensif

Pihak kepolisian dari Polsek Bukit Kemuning bersama Satreskrim Polres Lampung Utara bergerak cepat melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga para pelaku sudah mengikuti korban sejak dari lokasi pengantaran terakhir. Aksi mereka tampak terencana dan dilakukan dengan kecepatan tinggi agar korban tidak sempat meminta pertolongan.

“Kami masih melakukan pendalaman dan memburu para pelaku. Tim sudah menyebar di beberapa titik yang diduga menjadi jalur pelarian mereka,” tambah Yuni.

Selain melakukan penyelidikan, kepolisian juga meningkatkan patroli di daerah rawan kejahatan, terutama di jalur-jalur pedesaan yang minim penerangan seperti Jalan Sekipi, Abung Tinggi, dan sekitarnya. Beberapa pos keamanan juga mulai diaktifkan kembali dengan melibatkan masyarakat dalam sistem ronda malam.

Respon Polda Lampung dan Imbauan untuk Masyarakat

Kombes Pol Yuni menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya mereka yang bekerja sebagai kurir, pengantar makanan, maupun ojek online agar meningkatkan kewaspadaan ketika membawa uang tunai dalam jumlah besar atau bepergian di waktu malam.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu waspada di jalan, terutama di jalur-jalur yang sepi. Usahakan tidak bepergian sendirian, dan bila memungkinkan, hindari membawa uang tunai dalam jumlah besar tanpa pengamanan,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka kepada pihak kepolisian. “Polda Lampung terus membuka layanan pengaduan cepat melalui Call Center 110, yang bisa diakses masyarakat selama 24 jam,” tambahnya.

Viral di Media Sosial: Dukungan dan Kepedulian Warga

Setelah unggahan korban menyebar di media sosial, banyak warga yang menyampaikan simpati dan memberikan dukungan moral kepada korban. Video yang memperlihatkan kondisi motor rusak serta luka di tangan korban telah ditonton ribuan kali. Warganet turut mengkritisi maraknya aksi kriminal di jalanan dan berharap aparat segera menangkap pelaku.

“Kasihan banget, cuma kerja cari nafkah malah dirampok. Semoga pelakunya segera tertangkap,” tulis salah satu pengguna Facebook dalam komentarnya.

Tak hanya itu, sejumlah komunitas kurir di Lampung Utara juga menggelar aksi solidaritas dengan mengumpulkan donasi untuk membantu korban mengganti kerugian akibat kehilangan uang hasil kerja. Aksi ini menjadi bukti nyata kepedulian antarsesama pekerja lapangan yang setiap harinya menghadapi risiko tinggi di jalan.

Kejadian Serupa Pernah Terjadi

Berdasarkan catatan kepolisian, kasus curas dengan modus serupa juga pernah terjadi sebelumnya di beberapa wilayah lain di Lampung. Pada pertengahan tahun 2025, dua kurir di Kecamatan Kotabumi dan Sungkai juga sempat menjadi korban aksi kejahatan jalanan. Modus yang digunakan pelaku pun hampir identik: membuntuti korban di jalan sepi, kemudian menjatuhkan korban sebelum mengambil uang dan barang berharga.

“Kejadian ini bukan yang pertama, karena sebelumnya juga pernah ada laporan serupa. Kami menduga pelakunya adalah kelompok yang sama atau jaringan yang memiliki pola kejahatan yang mirip,” kata salah satu penyidik Polres Lampung Utara.

Polda Lampung kini memperluas penyelidikan dengan menggandeng Polres tetangga untuk mengidentifikasi kemungkinan keterkaitan antar kasus. Polisi juga sedang mempelajari rekaman CCTV di beberapa titik jalan yang mungkin dilalui pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Analisis: Keamanan Kurir di Daerah Pedesaan Masih Rentan

Kejadian ini memperlihatkan bahwa tingkat keamanan bagi para pekerja lapangan seperti kurir masih tergolong rentan, terutama di daerah pedesaan dengan infrastruktur jalan dan penerangan yang terbatas. Sejumlah pakar keamanan menilai perlunya kerja sama antara perusahaan jasa pengiriman dan aparat kepolisian untuk meningkatkan perlindungan bagi kurir di lapangan.

“Pihak perusahaan sebaiknya memberikan pelatihan keamanan kepada karyawannya, seperti mengenali potensi ancaman dan cara melarikan diri ketika dalam bahaya,” ujar seorang pengamat keamanan publik dari Universitas Lampung.

Ia menambahkan bahwa pemasangan GPS pada kendaraan operasional dan penentuan rute aman menjadi hal penting dalam mencegah risiko kejahatan di lapangan.

Langkah Kolaboratif: Polisi dan Masyarakat Bersatu Cegah Kriminalitas

Polda Lampung melalui program “Polisi Sahabat Masyarakat” kini semakin menggencarkan pendekatan humanis untuk mengajak warga berpartisipasi aktif menjaga keamanan lingkungan. Dalam konteks kasus ini, partisipasi warga sangat membantu karena beberapa saksi mata berhasil memberikan petunjuk penting kepada penyidik mengenai arah pelarian pelaku.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang dengan cepat membantu korban dan melapor ke pihak berwajib. Sinergi seperti ini penting untuk membangun lingkungan yang aman dari kejahatan,” kata Yuni.

Selain patroli dan penjagaan rutin, polisi juga bekerja sama dengan kepala desa dan tokoh masyarakat untuk menghidupkan kembali sistem ronda malam serta menerapkan jadwal keamanan bergilir di setiap dusun. Upaya ini diharapkan mampu mencegah tindak kejahatan sebelum terjadi.

Penutup: Imbauan Kamtibmas dan Pesan Humanis

Kombes Pol Yuni menutup keterangannya dengan pesan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan pihak kepolisian, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman. Menurutnya, keamanan adalah tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.

“Kami dari jajaran Polda Lampung berkomitmen terus meningkatkan pelayanan, patroli, dan penegakan hukum terhadap pelaku kriminalitas. Namun kami juga berharap masyarakat tidak segan melapor bila melihat kejadian mencurigakan di sekitar mereka. Satu laporan kecil bisa mencegah kejahatan besar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya bijak bermedia sosial dengan tidak menyebarkan video atau foto korban secara berlebihan yang bisa menimbulkan trauma atau penyalahgunaan informasi. “Gunakan media sosial untuk edukasi dan membantu kepolisian dalam penyebaran informasi yang positif,” tutupnya dengan tegas.

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif