Lampung Utara, (Gnotif. Com) Camat Blambangan Pagar, Ibu Andriyani Salim, SE, MM. melalui Sekretaris Kecamatan Bapak Heryanto, SE, menghadiri kegiatan penting berupa Verifikasi dan Penetapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Tiga Pilar untuk Desa Blambangan dan Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara. Agenda besar ini digelar pada Selasa, 2 Desember 2025 dan berlangsung di beberapa dusun serta balai desa di wilayah kedua desa tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian dan verifikasi terhadap implementasi tiga pilar STBM, yaitu:
- Open Defecation Free (ODF) – Stop atau berhenti buang air besar sembarangan
- Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
- Pengelolaan Air dan Minuman Rumah Tangga (PAM-RT)
Ketiga pilar ini merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi angka penyakit berbasis lingkungan. Dengan pencapaian ini, dua desa tersebut kini berada dalam jajaran desa berpredikat STBM Tiga Pilar di Kecamatan Blambangan Pagar.
Kehadiran Tim Kesehatan Provinsi dan Kabupaten: Bukti Keseriusan Mendorong Sanitasi Sehat
Acara verifikasi ini dihadiri oleh jajaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, yaitu:
- Ibu Anita Pelita, SKM
- Ibu Veronika Ardana
Sementara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara turut hadir:
- Ibu Sephasilia, SKM
Dari unsur fasilitas kesehatan setempat, hadir pula Kepala Puskesmas Blambangan, Ibu dr. Sri Diastuti, M.Kes, beserta tenaga kesehatan dari Puskesmas Pembantu. Kehadiran para Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparatur desa menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda formalitas, tetapi merupakan gerakan besar yang melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintahan.
Pelaksanaan Verifikasi di Lapangan: Menyusuri Dusun-dusun, Menilai Langsung Perilaku Sanitasi
Kegiatan verifikasi lapangan dilakukan langsung ke sejumlah titik di Desa Blambangan dan Desa Tanjung Iman. Para verifikator melakukan penilaian dari rumah ke rumah untuk memastikan perilaku masyarakat sudah memenuhi tiga indikator utama STBM. Penilaian ini tidak hanya berfokus pada sarana, tetapi lebih menekankan pada perubahan perilaku yang menjadi inti dari program STBM.
Tim verifikasi memeriksa beberapa aspek penting seperti:
- Ketersediaan jamban sehat di setiap rumah
- Kebiasaan buang air besar di fasilitas sanitasi yang benar
- Kebiasaan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun pada momen penting
- Kualitas pengelolaan air minum oleh masyarakat
- Kondisi tempat penampungan air serta peralatan memasak
- Pola perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga
Dalam prosesnya, tim juga berdialog dengan masyarakat untuk memastikan bahwa perilaku tersebut bukan hanya dihadirkan selama proses penilaian, tetapi merupakan kebiasaan sehari-hari yang sudah berlangsung secara konsisten.
Antusiasme Aparat Desa dan Tenaga Kesehatan
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak mulai dari para Kepala Dusun (Kadus), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Blambangan dan Pustu di wilayah kecamatan. Kolaborasi antarwilayah ini menjadi bukti bahwa program STBM bukan hanya milik sektor kesehatan, tetapi lintas sektor yang bekerja bersama mewujudkan lingkungan sehat.
Para aparatur desa dengan antusias mendampingi proses verifikasi, memberikan penjelasan mengenai capaian yang sudah diraih dan upaya yang telah dilakukan masyarakat. Mereka juga menjelaskan berbagai tantangan yang sempat dihadapi, seperti perubahan perilaku warga, penyediaan sarana sanitasi, dan penyuluhan kesehatan. Namun dengan kerja sama yang solid antara pemdes, tenaga kesehatan, dan warga, semua tantangan tersebut berhasil dilewati.
Blambangan dan Tanjung Iman Kini Menyusul Desa Lain: Total 7 Desa Berpredikat ODF
Dengan diraihnya predikat STBM Tiga Pilar oleh Desa Blambangan dan Desa Tanjung Iman, maka kini terdapat 7 desa di Kecamatan Blambangan Pagar yang sudah berstatus Open Defecation Free (ODF). Ini berarti seluruh desa di kecamatan tersebut kini resmi berpredikat ODF dan telah menerapkan perilaku sanitasi sehat.
Capaian ini menjadi tonggak sejarah bagi Kecamatan Blambangan Pagar, mengingat butuh proses panjang dan kerja keras untuk mengubah perilaku masyarakat secara menyeluruh. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang terus dilakukan oleh puskesmas dan pemerintah desa selama bertahun-tahun telah membuahkan hasil yang signifikan.
Menurut pernyataan dari Sekretaris Kecamatan, Bapak Heryanto, SE, “Predikat ini adalah hasil dari kerja keras seluruh stakeholder—mulai dari aparatur desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, hingga masyarakat yang telah berkomitmen mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.”
Deklarasi Tingkat Kecamatan: Babak Baru Menuju Sanitasi Lebih Baik
Setelah seluruh desa dinyatakan memenuhi tiga pilar STBM, Kecamatan Blambangan Pagar dijadwalkan melaksanakan Deklarasi STBM Tingkat Kecamatan. Deklarasi ini nantinya menjadi simbol bahwa wilayah tersebut siap menjadi model kecamatan dengan sanitasi layak di Kabupaten Lampung Utara.
Deklarasi ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan komitmen jangka panjang untuk mempertahankan perilaku sanitasi sehat dan terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tantangan ke depan adalah mempertahankan prestasi tersebut agar tidak terjadi kemunduran atau penurunan perilaku sanitasi di masyarakat.
Makna Penting STBM Tiga Pilar bagi Masyarakat Blambangan Pagar
Program STBM merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat menuju pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Implementasi tiga pilar ini memberikan dampak luas bagi masyarakat, terutama dalam menekan angka penyakit berbasis lingkungan seperti diare, stunting, infeksi saluran pencernaan, hingga penyakit kulit.
Dengan adanya perubahan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada waktu-waktu penting, seperti setelah BAB, sebelum makan, dan setelah kontak dengan lingkungan kotor, angka infeksi dapat ditekan secara signifikan. Sementara itu, pilar pengelolaan air dan minuman rumah tangga (PAM-RT) diharapkan dapat memutus rantai penularan penyakit melalui air yang tidak layak konsumsi.
Program ini juga selaras dengan program nasional dalam mencapai target sanitasi layak dan aman, serta mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Kerja Sama Stakeholder: Kunci Kesuksesan Program
Keberhasilan Kecamatan Blambangan Pagar dalam meraih predikat lengkap STBM untuk seluruh desa tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, tenaga kesehatan, dan berbagai lembaga masyarakat. Semua pihak bergerak dalam satu tujuan: mewujudkan lingkungan sehat yang bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.
Kegiatan penyuluhan, pemicuan STBM, pendampingan perilaku, dan pembangunan sarana sanitasi dilakukan secara terus- menerus selama beberapa tahun. Dengan kesadaran masyarakat yang meningkat, implementasi STBM tiga pilar menjadi lebih mudah dan cepat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
Kado Manis Akhir Tahun untuk Kecamatan Blambangan Pagar
Prestasi ini menjadi kado manis akhir tahun 2025 bagi Kecamatan Blambangan Pagar. Pencapaian gemilang ini tidak hanya membawa nama baik wilayah tersebut, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kecamatan Blambangan Pagar kini siap menjadi contoh kecamatan yang berhasil menerapkan program sanitasi berbasis masyarakat secara menyeluruh. Masyarakat pun diharapkan mampu mempertahankan perilaku hidup bersih untuk jangka waktu yang panjang.
Seruan Bersama: Ayo Sinergikan! Blambangan Pagar Jaya!
AYO SINERGIKAN!!!
BLAMBANGAN PAGAR JAYA!!!
Editor Pariyo Saputra / Redaksi Gnotif. Com





0 Komentar