Berita

Breaking News

Gerakan Pangan Murah Jalan Terus, Polda Lampung Salurkan 4.467 Ton Beras SPHP

LAMPUNG, Gnotif. Com – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama seluruh Polres jajaran terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya beras, melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Program strategis ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan terkoordinasi di seluruh wilayah Provinsi Lampung, dengan menyalurkan beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat secara masif dan merata.

Berdasarkan data terbaru hingga pertengahan Desember 2025, capaian distribusi beras SPHP oleh Polda Lampung dan Polres jajaran telah mencapai lebih dari 4.467 ton, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Capaian tersebut menjadi bukti konkret keseriusan Polri, khususnya Polda Lampung, dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga bahan pokok.

Komitmen Polda Lampung Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, dalam keterangannya kepada awak media menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, program ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan beras tetap aman dan terjangkau.

“Hasil Gerakan Pangan Murah yang telah berjalan sebelumnya mencapai lebih dari empat ribu dua ratus dua puluh enam ton beras SPHP. Hingga saat ini, total kumulatif penyaluran telah mencapai lebih dari 4.467 ton. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat Polda Lampung bersama Polres jajaran dalam membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas pasokan di daerah,” ujar Kombes Pol Yuni.

Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi global dan nasional yang dinamis berpotensi memengaruhi harga pangan. Oleh karena itu, intervensi melalui Gerakan Pangan Murah menjadi langkah strategis untuk mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Distribusi Merata di Seluruh Wilayah Lampung

Pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah hari Selasa, kegiatan penyaluran beras SPHP dilaksanakan secara serentak di seluruh Polres jajaran Polda Lampung. Total puluhan ton beras disalurkan dalam satu hari, dengan fokus pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi dan daya beli masyarakat yang perlu diperkuat.

Distribusi terbesar tercatat dilakukan di wilayah Lampung Timur, disusul oleh Lampung Selatan dan Polresta Bandar Lampung. Selain itu, sejumlah Polres lain seperti Way Kanan, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Pesisir Barat, dan Kota Metro juga melaksanakan penyaluran beras SPHP secara aktif.

Kombes Pol Yuni menegaskan bahwa penentuan lokasi dan jumlah distribusi dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan lapangan. “Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan daerah yang membutuhkan mendapatkan prioritas. Semua dilakukan berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

Pengawasan Ketat Agar Tepat Sasaran

Dalam pelaksanaannya, Gerakan Pangan Murah tidak hanya berorientasi pada jumlah distribusi, tetapi juga pada ketepatan sasaran. Polda Lampung memastikan bahwa setiap kilogram beras SPHP yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kami menerapkan mekanisme pengawasan berlapis di tingkat Polres. Mulai dari perencanaan, distribusi, hingga penyaluran ke masyarakat, semuanya diawasi secara ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyimpangan dan memastikan transparansi,” tegas Kombes Pol Yuni.

Selain itu, Polda Lampung juga melibatkan unsur Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek untuk turun langsung ke lapangan, mendampingi proses distribusi, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat penerima manfaat.

Distribusi Berlanjut Hingga Rabu dan Seterusnya

Program Gerakan Pangan Murah tidak berhenti pada satu atau dua hari pelaksanaan. Pada Rabu, 17 Desember 2025, Polda Lampung kembali melanjutkan penyaluran ratusan ton beras SPHP di berbagai Polres jajaran.

Lampung Selatan menjadi salah satu wilayah dengan alokasi terbesar pada hari tersebut, diikuti oleh Lampung Timur dan Lampung Utara. Selain itu, penyaluran juga dilakukan di daerah Pesawaran, Pesisir Barat, Tulang Bawang Barat, dan Metro.

Penjadwalan distribusi disesuaikan dengan kesiapan logistik masing-masing wilayah serta kebutuhan masyarakat setempat. Dengan pola ini, Polda Lampung berharap penyaluran dapat berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Capaian Melampaui Target, Bukti Sinergi Kuat

Menurut Kombes Pol Yuni, capaian total Gerakan Pangan Murah yang telah melampaui target merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara Polda Lampung dan seluruh Polres jajaran. Kerja sama yang solid ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Angka distribusi yang telah mencapai lebih dari 4.467 ton ini mencerminkan sinergi yang kuat dan komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan serta menekan gejolak harga. Kami bangga bisa berkontribusi langsung bagi kesejahteraan masyarakat Lampung,” ungkapnya.

Secara akumulatif, wilayah dengan distribusi tertinggi dipimpin oleh Lampung Selatan dan Lampung Timur. Disusul oleh Lampung Tengah, Polresta Bandar Lampung, dan Pesawaran. Daerah lain seperti Tanggamus, Mesuji, Lampung Utara, Way Kanan, Pringsewu, Lampung Barat, Metro, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, dan Pesisir Barat juga berkontribusi signifikan dalam pemerataan penyaluran.

Dampak Nyata Bagi Masyarakat

Gerakan Pangan Murah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Dengan harga beras SPHP yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan pokok tanpa harus terbebani lonjakan harga.

Banyak warga mengaku terbantu dengan adanya program ini, terutama menjelang akhir tahun ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat. Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut juga memberikan rasa aman dan kepercayaan bahwa program dijalankan secara transparan.

Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam menekan inflasi daerah serta menjaga stabilitas sosial. Ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terkendali diyakini mampu mencegah potensi keresahan di tengah masyarakat.

Polri Hadir untuk Kesejahteraan Rakyat

Kombes Pol Yuni menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari peran Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah dan memastikan kesejahteraan masyarakat. Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya sosial dan kemanusiaan.

“Tujuan utama kami adalah menjaga daya beli warga, mencegah lonjakan harga, dan memastikan kebutuhan pokok tersedia secara adil. Program ini akan terus kami evaluasi dan perkuat agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Dengan capaian yang telah diraih hingga saat ini, Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan Gerakan Pangan Murah sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung.

(Humas Polda Lampung / Gnotif)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif