Salam Pemasyarakatan!
Kamis, 25 Desember 2025
Kotabumi, Gnotif. Com – Dalam rangka menyambut dan mempersiapkan pelayanan kunjungan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kotabumi, Tomi Elyus, memimpin langsung apel sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh pejabat struktural dan petugas yang terlibat secara langsung dalam pelayanan kunjungan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan komitmen Lapas Kelas IIA Kotabumi dalam memberikan pelayanan publik yang optimal, aman, tertib, serta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Apel pelayanan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Kotabumi untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh petugas memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Momentum Hari Raya Natal dan Tahun Baru merupakan periode yang memiliki potensi peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan, sehingga diperlukan kesiapan menyeluruh baik dari sisi personel, sarana prasarana, maupun sistem pengamanan.
Komitmen Memberikan Pelayanan Kunjungan yang Aman dan Humanis
Dalam arahannya, Kalapas Kelas IIA Kotabumi Tomi Elyus menegaskan bahwa pelayanan kunjungan merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang harus diberikan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, pelayanan kunjungan bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi memiliki makna yang sangat penting dalam mendukung proses pembinaan dan menjaga stabilitas psikologis warga binaan.
“Kunjungan keluarga pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru memiliki nilai emosional yang sangat besar bagi warga binaan. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan pelayanan berjalan dengan aman, tertib, dan tetap humanis,” ujar Tomi Elyus dalam arahannya.
Ia menambahkan bahwa sikap petugas dalam memberikan pelayanan akan sangat menentukan citra lembaga pemasyarakatan di mata masyarakat. Pelayanan yang ramah, sopan, dan responsif akan memberikan kesan positif serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
Kesiapan Personel Jadi Faktor Utama
Salah satu poin utama yang ditekankan Kalapas dalam apel tersebut adalah kesiapan personel. Seluruh petugas diminta untuk memastikan kehadiran, kesiapsiagaan, serta kondisi fisik dan mental dalam melaksanakan tugas pelayanan kunjungan. Pembagian tugas harus dilakukan secara proporsional agar tidak terjadi penumpukan beban kerja pada petugas tertentu.
Kalapas juga mengingatkan bahwa setiap petugas harus memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Petugas pengamanan, petugas pelayanan kunjungan, hingga petugas kesehatan memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan pelayanan yang optimal.
“Tidak ada tugas yang lebih penting dari yang lain. Semua saling berkaitan. Jika satu bagian tidak berjalan maksimal, maka pelayanan secara keseluruhan akan terganggu,” tegas Kalapas.
Pengaturan Alur Kunjungan yang Tertib dan Efisien
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan pengunjung, pengaturan alur kunjungan menjadi perhatian serius dalam arahan Kalapas. Ia meminta agar alur masuk dan keluar pengunjung diatur dengan jelas dan tertib, sehingga dapat meminimalisir antrean panjang serta mencegah terjadinya kerumunan.
Petugas pelayanan kunjungan diinstruksikan untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami kepada pengunjung terkait prosedur kunjungan, jadwal, serta tata tertib yang berlaku. Selain itu, petugas juga diminta untuk sigap membantu pengunjung yang mengalami kesulitan, khususnya pengunjung lanjut usia, anak-anak, dan pengunjung yang baru pertama kali datang.
“Berikan informasi dengan bahasa yang baik dan mudah dipahami. Jangan sampai masyarakat bingung atau merasa dipersulit,” ujar Kalapas.
Peningkatan Kewaspadaan dan Pengamanan
Aspek pengamanan menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan pelayanan kunjungan Natal dan Tahun Baru. Kalapas Kelas IIA Kotabumi menegaskan bahwa peningkatan kewaspadaan harus dilakukan tanpa mengurangi sikap humanis dalam pelayanan.
Seluruh petugas pengamanan diminta untuk menjalankan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari pemeriksaan barang bawaan pengunjung, pengawasan di area kunjungan, hingga pengendalian situasi di dalam Lapas. Setiap potensi gangguan keamanan harus diantisipasi sejak dini.
“Pengamanan yang baik adalah pengamanan yang profesional dan terukur. Tegas dalam aturan, tetapi tetap santun dalam bertindak,” tegas Tomi Elyus.
Koordinasi Antar Seksi Diperkuat
Dalam arahannya, Kalapas juga menekankan pentingnya koordinasi yang solid antar seksi, khususnya antara seksi pengamanan, seksi pelayanan kunjungan, dan seksi kesehatan. Koordinasi yang baik akan memudahkan penanganan berbagai situasi yang mungkin terjadi selama pelaksanaan kunjungan.
Petugas kesehatan diminta untuk siaga selama jam kunjungan, guna mengantisipasi kemungkinan adanya pengunjung atau warga binaan yang membutuhkan penanganan medis. Ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis harus dipastikan dalam kondisi siap pakai.
Selain itu, koordinasi internal antarpetugas juga harus berjalan lancar agar setiap informasi dapat tersampaikan dengan cepat dan akurat.
Kebersihan dan Kenyamanan Area Layanan
Kebersihan dan kenyamanan area layanan juga menjadi perhatian utama Kalapas Kelas IIA Kotabumi. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan Lapas, khususnya area kunjungan, merupakan bagian dari pelayanan publik yang tidak boleh diabaikan.
Petugas diminta untuk memastikan area layanan dalam kondisi bersih, rapi, dan nyaman bagi pengunjung. Sarana dan prasarana penunjang seperti ruang tunggu, tempat duduk, toilet, serta fasilitas lainnya harus dipastikan berfungsi dengan baik.
“Lingkungan yang bersih dan nyaman akan membuat pengunjung merasa dihargai. Ini adalah bagian dari pelayanan humanis,” kata Kalapas.
Menjaga Integritas dan Profesionalisme
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Tomi Elyus juga mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam bertugas. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada praktik pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, maupun perlakuan diskriminatif dalam pelayanan.
Setiap petugas diminta untuk bekerja sesuai aturan dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika serta integritas. Pelayanan yang bersih dan transparan akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Lapas Kelas IIA Kotabumi.
“Mari kita jaga nama baik institusi ini dengan bekerja jujur dan profesional. Jadikan pelayanan ini sebagai ladang pengabdian,” tegasnya.
Dukungan Terhadap Proses Pembinaan Warga Binaan
Pelayanan kunjungan pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru juga dipandang sebagai bagian dari proses pembinaan warga binaan. Kalapas menjelaskan bahwa dukungan keluarga memiliki peran besar dalam membangun motivasi warga binaan untuk berubah dan memperbaiki diri.
Dengan adanya pelayanan kunjungan yang baik, diharapkan hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga dapat terjalin lebih erat. Hal ini akan berdampak positif terhadap suasana di dalam Lapas serta mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif.
“Kita ingin warga binaan merasa bahwa mereka tetap diperhatikan dan didukung oleh keluarga. Ini sangat penting dalam proses pembinaan,” ujar Kalapas.
Harapan ke Depan
Melalui apel dan pengarahan ini, Kalapas Kelas IIA Kotabumi berharap seluruh rangkaian pelayanan kunjungan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan kondusif. Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan kesan positif bagi masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan layanan pemasyarakatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIA Kotabumi dalam mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berkeadilan, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.
Dengan semangat Salam Pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Kotabumi siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan t binaan, khususnya dalam momentum perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.
(Gnotif. Com)



0 Komentar