Press Release Nomor: 854/ XII / HUM.6.1.1./ 2025/ Bidhumas
Hari/Tanggal: Senin, 15 Desember 2025.
Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan dan pelayanan masyarakat menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kegiatan strategis ini berlangsung di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Rakor lintas sektoral tersebut merupakan agenda rutin nasional yang memiliki arti penting dalam memastikan kesiapan negara dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama momentum libur panjang akhir tahun. Dalam sambutannya, Kapolri menekankan bahwa sinergisitas dan kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan dan pelayanan Nataru.
“Tentunya sinergisitas adalah kunci. Keberhasilan pelayanan dan pengamanan Nataru ini adalah keberhasilan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada perayaan Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, kita minta kita terus bekerja sama, bersatu padu dari pusat hingga daerah untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sinergi Nasional Demi Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat
Kapolri menjelaskan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan momen yang selalu diiringi dengan peningkatan aktivitas masyarakat, baik dalam bentuk perjalanan mudik, wisata, kegiatan ibadah, hingga aktivitas ekonomi. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah dan stakeholder terkait agar potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, serta risiko bencana dapat diantisipasi dengan baik.
Menurut Kapolri, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas tantangan Nataru. Oleh sebab itu, kerja sama yang solid dengan TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
“Kita harus memastikan bahwa setiap sektor memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Dengan koordinasi yang baik, setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Penempatan Personel di Titik Rawan
Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan mengerahkan personel secara maksimal di titik-titik rawan yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat. Penempatan personel dilakukan berdasarkan analisis kerawanan, termasuk potensi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, gangguan kamtibmas, serta risiko bencana alam.
“Personel kepolisian akan kita tempatkan di titik-titik strategis, terutama yang memiliki kerawanan saat terjadinya pergerakan masyarakat selama Nataru. Anggota Polri harus siap memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik kepada warga,” jelas Kapolri.
Kapolri juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak bencana alam maupun yang telah mengalami bencana sebelumnya, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, kesiapan ekstra sangat diperlukan di daerah-daerah tersebut guna memastikan keselamatan masyarakat.
“Harus dalam kondisi betul-betul siap. Bila perlu, memang ada cadangan yang harus disiapkan karena kebutuhannya pasti akan meningkat dibandingkan hari biasa. Khusus bagi wilayah yang memiliki potensi terdampak bencana, tolong belajar dari pengalaman rekan-rekan kita yang ada di Sumatera. Persiapkan segala sesuatunya dengan jauh lebih baik,” papar Kapolri.
Operasi Lilin 2025: Bentuk Nyata Kehadiran Negara
Dalam rangka memastikan pengamanan dan pelayanan Nataru berjalan optimal, Polri kembali menggelar Operasi Lilin 2025. Operasi kepolisian terpusat ini dilaksanakan selama 14 hari, mulai tanggal 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi.
Kapolri mengungkapkan bahwa total personel yang terlibat dalam Operasi Lilin 2025 mencapai 146.701 personel. Jumlah tersebut terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, serta 55.289 personel dari berbagai stakeholder terkait.
“Operasi ini melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari Pol PP, Dinas Perhubungan, Linmas, Dinas Kesehatan, Pramuka, Senkom, Pertamina, organisasi kemasyarakatan, ORARI, Basarnas, Jasa Raharja, PLN, ASDP/APDEL dan Organda, Angkasa Pura, Pelindo, Damkar, serta tentunya seluruh kementerian terkait lainnya,” ungkap Kapolri.
Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terpadu kepada masyarakat. Setiap instansi memiliki peran strategis sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, sehingga seluruh kebutuhan masyarakat selama Nataru dapat terpenuhi secara optimal.
Ribuan Objek Pengamanan Jadi Prioritas
Dalam Operasi Lilin 2025, Polri menetapkan sebanyak 44.436 objek pengamanan yang menjadi prioritas. Objek-objek tersebut meliputi gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, bandara, objek wisata, hingga lokasi-lokasi perayaan malam Tahun Baru.
Kapolri menegaskan bahwa pengamanan di tempat-tempat ibadah menjadi salah satu fokus utama, mengingat perayaan Natal merupakan momen sakral bagi umat Kristiani. Polri berkomitmen untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal dapat berlangsung dengan aman, khidmat, dan tanpa gangguan.
“Pos pengamanan yang biasanya kita bangun, kita siapkan di lokasi-lokasi ibadah dan tempat wisata. Di sana dilakukan patroli, pengaturan lalu lintas, serta pemantauan aktivitas masyarakat,” jelas Kapolri.
Pos Pelayanan dan Pos Terpadu
Selain pos pengamanan, Polri juga mendirikan 763 pos pelayanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat istirahat sementara, khususnya bagi para pengendara yang melakukan perjalanan jauh selama mudik dan balik Nataru.
Di pos pelayanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan, mulai dari informasi lalu lintas, bantuan kesehatan, hingga bantuan darurat lainnya. Keberadaan pos pelayanan ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kelelahan pengendara dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Termasuk juga ada layanan kesehatan, kemudian kegiatan rekayasa yang dibutuhkan apabila terjadi peristiwa-peristiwa tertentu. Yang paling penting adalah adanya 333 pos terpadu yang menjadi pusat komando dan kendali operasi, melibatkan seluruh stakeholder terkait,” tutur Kapolri.
Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Keselamatan Wisata
Kapolri juga mengingatkan seluruh jajaran dan stakeholder agar terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi dan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini sangat penting mengingat potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada akhir tahun.
“Objek wisata menjadi atensi kita bersama. Rekan-rekan harus terus bekerja sama memonitor informasi dari BMKG, kemudian menginformasikan kepada masyarakat, dan bila perlu memberikan larangan apabila memang di tempat-tempat tersebut terjadi kerawanan,” tegas Kapolri.
Kapolri menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah daerah dan pengelola objek wisata dalam memastikan keselamatan pengunjung. Langkah preventif, seperti pembatasan jumlah pengunjung atau penutupan sementara lokasi wisata yang berisiko, harus dilakukan demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Rekayasa Lalu Lintas untuk Kelancaran Arus Nataru
Rakor lintas sektoral ini juga membahas kesiapan penerapan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik dan balik Nataru. Polri telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk pengaturan jalur, sistem satu arah (one way), contraflow, serta pengalihan arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.
Kapolri menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dan berdasarkan analisis kondisi di lapangan. Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, serta instansi terkait lainnya akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
“Kita ingin memastikan bahwa masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan lancar. Oleh karena itu, seluruh jajaran harus siap dan responsif dalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” pungkas Kapolri.
Komitmen Polri untuk Pelayanan Humanis
Menutup arahannya, Kapolri menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan profesional kepada masyarakat. Seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Lilin 2025 diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan persuasif, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan. Kita hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Jadikan Operasi Lilin ini sebagai momentum untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri,” tutup Kapolri.
Dengan sinergi lintas sektoral yang solid, kesiapan personel, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh sukacita di seluruh wilayah Indonesia.
(Bidhumas Polri)
Editor Redaksi Gnotif. Com



0 Komentar