Berita

Breaking News

Kecamatan Abung Tinggi Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus BUMDes dan Unit Usaha Ketahanan Pangan Desa TA 2025

Lampung Utara, Gnotif. Com — Pemerintah Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi desa melalui program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pengurus Unit Usaha Ketahanan Pangan Desa, yang bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia desa agar mampu mengelola usaha secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk memastikan bahwa alokasi Dana Desa yang cukup besar pada sektor ketahanan pangan benar-benar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa. Pelatihan ini juga menjadi sarana pembekalan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman regulasi bagi para pengurus BUMDes dan pengelola unit usaha ketahanan pangan di desa-desa wilayah Kecamatan Abung Tinggi.

Dibuka oleh Sekretaris Camat Abung Tinggi

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Camat Abung Tinggi, Sri Achmad Irawan Sani. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pengurus BUMDes merupakan kebutuhan mendesak seiring dengan meningkatnya peran BUMDes sebagai motor penggerak perekonomian desa.

Menurutnya, pengelolaan Dana Desa, khususnya yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan, tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan manajerial, pemahaman regulasi, serta komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pengurus BUMDes dan unit usaha ketahanan pangan desa dapat memahami peran dan tanggung jawabnya secara utuh. Dana Desa adalah amanah negara yang harus dikelola dengan baik demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sri Achmad Irawan Sani.

Narasumber dari Berbagai Instansi Terkait

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten dan berpengalaman di bidang pengelolaan desa, ketahanan pangan, serta sektor pendukung lainnya. Para pemateri tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan yang komprehensif dan aplikatif kepada seluruh peserta.

Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan pelatihan ini antara lain:

  • Pendamping Desa Kecamatan Abung Tinggi
  • Tenaga Ahli Kabupaten Lampung Utara
  • Kepala UPTD Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara
  • Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara yang diwakili oleh Plh. Sekretaris Dinas Perikanan
  • Dokter Hewan Kabupaten Lampung Utara

Kehadiran narasumber lintas sektor ini menjadi nilai tambah dalam pelatihan, karena peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga pemahaman praktis terkait pengelolaan usaha perikanan, peternakan, serta mitigasi risiko dalam program ketahanan pangan desa.

Peserta dari Pengurus BUMDes dan BKAD

Pelatihan ini diikuti oleh para Pengurus BUMDes se-Kecamatan Abung Tinggi serta Ketua Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Abung Tinggi. Dari total delapan desa yang berada di wilayah Kecamatan Abung Tinggi, tercatat hanya lima desa yang mengirimkan perwakilan untuk mengikuti pelatihan ini.

Sementara itu, tiga desa yang tidak hadir dalam kegiatan pelatihan ini adalah Desa Sekipi, Desa Muara Dua, dan Desa Sukamaju. Meski demikian, pihak kecamatan dan BKAD memastikan bahwa materi pelatihan tetap akan disampaikan kepada desa-desa tersebut agar tidak terjadi kesenjangan pemahaman dan kapasitas antar desa.

Tekanan pada Transparansi dan Pertanggungjawaban Anggaran

Dalam sesi penyampaian materi, Tenaga Ahli Kabupaten Lampung Utara, Reza Pahlevi, menegaskan pentingnya transparansi dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan anggaran Dana Desa, khususnya yang dikelola oleh BUMDes dan unit usaha ketahanan pangan.

Ia menekankan bahwa setiap rupiah anggaran yang dikelola harus dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun secara sosial kepada masyarakat desa. Transparansi dinilai sebagai kunci utama untuk mencegah terjadinya persoalan di tingkat bawah.

“Anggaran yang dikelola harus dipertanggungjawabkan agar seluruh kegiatan berjalan transparan. Salah satu solusi agar tidak muncul persoalan di tingkat bawah adalah dengan melakukan publikasi kegiatan dan penggunaan anggaran, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya ke mana perginya dana BUMDes dan ketahanan pangan,” jelas Reza Pahlevi.

Ia juga menyoroti permasalahan teknis yang sering muncul dalam pelaksanaan program ketahanan pangan, seperti kematian ternak kambing atau ikan. Menurutnya, persoalan semacam ini harus ditangani secara cepat dan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Jika terjadi permasalahan seperti kambing mati atau ikan mati, harus ada pihak yang hadir dan bertanggung jawab, seperti pemerintah desa dan dokter hewan. Ini penting agar masalah bisa diselesaikan dan tidak menimbulkan kerugian berkelanjutan bagi desa,” tambahnya.

Peningkatan Kapasitas Pengurus BUMDes

Sementara itu, Sekretaris Camat Abung Tinggi Ahmad Sri Irawan Sani kembali menegaskan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas pengurus dalam mengelola usaha desa secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa BUMDes memiliki peran strategis sebagai ujung tombak perekonomian desa. Oleh karena itu, pengurus BUMDes harus memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan, pengembangan produk, pemasaran, serta pemahaman terhadap regulasi yang mengatur BUMDes.

“Agar BUMDes mampu memaksimalkan potensi desa, meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, maka pengurus harus memahami pengelolaan keuangan yang baik, pengembangan produk, pemasaran yang efektif, serta regulasi yang benar. Dengan begitu, BUMDes dapat berdaya saing dan mandiri,” jelasnya.

Peran BKAD dan Strategi Jemput Bola

Ketua BKAD Kecamatan Abung Tinggi, Bayumi, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh desa mendapatkan pemahaman yang sama terkait pengelolaan BUMDes dan unit usaha ketahanan pangan.

Menanggapi ketidakhadiran tiga desa dalam pelatihan ini, Bayumi menegaskan bahwa pihak BKAD akan melakukan langkah jemput bola dengan mendatangi langsung desa-desa tersebut.

“Bagi desa yang belum hadir, seperti Desa Sekipi, Muara Dua, dan Sukamaju, kami akan mengupayakan untuk datang langsung ke masing-masing desa. Kami akan menyampaikan materi pelatihan dan menjelaskan apa saja yang harus diterapkan,” ujarnya.

Langkah ini dinilai penting agar tidak terjadi ketimpangan kapasitas antar desa, serta memastikan seluruh desa di Kecamatan Abung Tinggi dapat menjalankan program ketahanan pangan dengan baik.

Penguatan Program Ketahanan Pangan Desa

Pelatihan ini juga menjadi momentum penting dalam penguatan program ketahanan pangan desa yang didanai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Program ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas nasional yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Melalui pengelolaan unit usaha ketahanan pangan yang profesional, desa diharapkan mampu mengembangkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan secara terpadu. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan desa terhadap pasokan pangan dari luar wilayah.

Dampak Positif bagi Perekonomian Desa

Pelatihan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi pengurus BUMDes, tetapi juga bagi masyarakat desa secara keseluruhan. Dengan meningkatnya kapasitas pengurus, BUMDes diharapkan mampu menjadi lembaga ekonomi desa yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Keberhasilan BUMDes dan unit usaha ketahanan pangan juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi desa.

Harapan ke Depan

Pemerintah Kecamatan Abung Tinggi berharap agar hasil dari pelatihan ini dapat diimplementasikan secara nyata di masing-masing desa. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping desa, BKAD, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ketahanan pangan desa.

Dengan peningkatan kapasitas pengurus, pengelolaan yang transparan, serta dukungan semua pihak, BUMDes di Kecamatan Abung Tinggi diharapkan mampu tumbuh menjadi pilar utama perekonomian desa dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami optimistis, melalui pelatihan ini, pengurus BUMDes dan unit usaha ketahanan pangan desa dapat menjalankan amanah dengan lebih baik. Harapannya, Dana Desa benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup salah satu peserta pelatihan.

(Reporter: Shanti/Isti)

Editor Redaksi Gnotif. Com

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif