Pemerintah Desa Pekurun Udik Gelar Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) Penggunaan Dana Desa dan ADD Tahun Anggaran 2025 Tahap II

Selasa, 02 Desember 2025

Lampung Utara, (Gnotif. Com) - Pemerintah Desa Pekurun Udik kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan berupa Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) untuk menyampaikan hasil pelaksanaan pembangunan yang telah dibiayai melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2025 Tahap II. Acara ini berlangsung tertib dan terbuka di Balai Desa Pekurun Udik, serta dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat desa, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, hingga warga perwakilan dari tiap dusun.

Musyawarah Desa Serah Terima menjadi salah satu instrumen penting dalam proses pembangunan desa. Melalui MDST, pemerintah desa menyampaikan laporan secara langsung kepada masyarakat mengenai penggunaan anggaran, capaian hasil pembangunan, serta kendala yang mungkin muncul dalam pelaksanaannya. Keterbukaan seperti ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.

Pada Musyawarah Desa Serah Terima tahun anggaran 2025 tahap II ini, terdapat dua kegiatan pembangunan utama yang dipaparkan kepada masyarakat, yaitu pembangunan jalan rabat beton dan pembangunan dua unit gorong-gorong plat beton. Keduanya merupakan prioritas pembangunan tahun ini berdasarkan hasil musyawarah perencanaan tingkat desa yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya.

Rincian Pembangunan Tahap II Tahun 2025

Dalam sesi utama MDST, pemerintah desa menyampaikan laporan rinci terkait hasil pembangunan yang telah diselesaikan. Berikut ini adalah dua kegiatan pembangunan yang menjadi fokus dalam tahap II tahun anggaran 2025:

1. Pembangunan Jalan Rabat Beton

Kegiatan ini merupakan proyek rehabilitasi infrastruktur yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat desa, khususnya di wilayah Dusun III Blimbing Jaya. Pembangunan jalan rabat beton ini memiliki rincian sebagai berikut:

  • Panjang jalan: 395 meter
  • Lebar jalan: 2,5 meter
  • Tebal beton: 0,15 meter
  • Lokasi: RT 004 Dusun III Blimbing Jaya
  • Anggaran: Rp 223.291.600

Pembangunan jalan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang lebih baik. Sebelumnya, kondisi jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan cukup parah karena faktor cuaca, tekanan kendaraan bermuatan, serta kurangnya perawatan berkala. Hal itu seringkali menghambat aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.

Jalan rabat beton yang telah selesai dibangun kini memberikan dampak positif yang signifikan. Mobilitas warga menjadi lebih lancar, akses menuju pusat desa dan fasilitas umum seperti sekolah serta balai desa semakin mudah dijangkau, dan kegiatan usaha kecil masyarakat seperti angkut hasil pertanian dapat berlangsung tanpa hambatan berarti. Keberadaan jalan beton juga membantu mencegah kerusakan lingkungan akibat genangan air, karena konstruksi jalan dibuat dengan struktur yang kuat serta dilengkapi kemiringan yang memadai untuk aliran air.

Dalam kegiatan MDST, sejumlah warga memberi apresiasi kepada pemerintah desa atas pembangunan ini. Menurut mereka, jalan yang bagus bukan hanya mempermudah aktivitas, melainkan juga meningkatkan nilai ekonomi wilayah tersebut. Beberapa warga bahkan menyatakan bahwa keberadaan jalan beton membuka peluang bagi investor lokal maupun pedagang untuk memperluas usaha mereka karena jalur distribusi kini lebih baik.

2. Pembangunan Dua Unit Gorong-Gorong Plat Beton

Selain pembangunan jalan, pemerintah desa juga menyelesaikan pembangunan dua unit gorong-gorong plat beton yang berfungsi sebagai saluran air dan penghubung antara dua ruas jalan. Gorong-gorong ini dibangun dengan spesifikasi:

  • Panjang: 4 meter
  • Lebar: 0,5 meter
  • Tinggi: 0,5 meter
  • Jumlah: 2 unit
  • Anggaran: Rp 12.774.000
  • Lokasi: RT 004 Dusun III Blimbing Jaya

Gorong-gorong merupakan bagian penting dari infrastruktur permukaan jalan, karena berfungsi mengalirkan air hujan agar tidak tergenang di permukaan jalan. Sebelumnya, di wilayah tersebut sering terjadi tumpukan air pada saat musim penghujan, sehingga membuat jalan cepat rusak dan membahayakan pengguna jalan. Dengan dibangunnya dua unit gorong-gorong plat beton ini, aliran air kini lebih teratur dan risiko banjir lokal dapat diminimalisir.

Para warga Dusun III Blimbing Jaya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pembangunan ini. Mereka menilai bahwa pemerintah desa sangat responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan mengupayakan solusi yang efektif untuk mengurangi dampak genangan air. Konstruksi gorong-gorong yang dibuat secara kokoh dan berkualitas diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Komitmen Transparansi Pemerintah Desa

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pekurun Udik menegaskan bahwa kegiatan MDST merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa dalam pengelolaan anggaran yang bersumber dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Ia menyebut bahwa pelaksanaan MDST menjadi kewajiban agar masyarakat mengetahui secara jelas setiap hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.

“Transparansi merupakan salah satu komitmen kami dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Kami ingin masyarakat mengetahui dan menilai langsung hasil pembangunan, sekaligus memberikan masukan untuk peningkatan program di masa mendatang,” tegas Kepala Desa.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Menurutnya, pembangunan desa tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan serta partisipasi aktif dari warga.

BPD Pekurun Udik yang turut hadir dalam MDST juga menyampaikan dukungannya. Ketua BPD menjelaskan bahwa pihaknya selalu melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa. Pengawasan ini penting agar proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

Dukungan dan Partisipasi Warga Dalam Proses Pembangunan

Warga Pekurun Udik sangat antusias dalam mengikuti MDST ini. Hal tersebut terlihat dari kehadiran masyarakat yang cukup ramai dan keaktifan mereka dalam memberikan tanggapan serta masukan terkait pembangunan. Sebagian warga menyampaikan apresiasi atas pekerjaan pembangunan yang telah selesai, sementara yang lain menyampaikan harapan agar proyek pembangunan ke depan dapat menjangkau seluruh wilayah desa secara merata.

Tokoh masyarakat dari Dusun III Blimbing Jaya menyampaikan bahwa pembangunan jalan dan gorong-gorong yang dilakukan tahun ini benar-benar memberikan dampak positif. Ia menjelaskan bahwa sebelum adanya pembangunan, masyarakat harus menghadapi jalan berlubang dan licin, terutama ketika musim hujan. Namun kini, jalan dapat dilalui dengan mudah oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain itu, para pemuda desa turut memberikan pandangan bahwa keberadaan infrastruktur baru ini dapat membuka ruang peluang bagi kegiatan ekonomi produktif seperti usaha kecil, perdagangan, hingga usaha pertanian karena akses jalan semakin mudah dijangkau. Mereka berharap pemerintah desa terus melanjutkan pembangunan di wilayah-wilayah lain yang juga membutuhkan perbaikan infrastruktur.

Manfaat Infrastruktur Terhadap Peningkatan Ekonomi dan Mobilitas Warga

Salah satu faktor penting dalam peningkatan ekonomi desa adalah tersedianya infrastruktur yang memadai. Pembangunan jalan rabat beton dan gorong-gorong di Dusun III Blimbing Jaya diyakini akan membawa efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akses jalan yang baik mempermudah proses distribusi barang, mempercepat layanan sosial, memudahkan akses pendidikan, dan menunjang aktivitas pertanian warga.

Masyarakat yang sebelumnya kesulitan membawa hasil panen karena jalan rusak kini dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk mempercepat distribusi hasil tani ke pasar. Pedagang keliling pun kini dapat masuk ke wilayah dusun dengan lebih mudah, sehingga memperlancar transaksi jual beli dan meningkatkan perputaran ekonomi di wilayah tersebut.

Dalam sektor sosial, akses jalan yang baik sangat berpengaruh bagi anak-anak sekolah yang setiap hari berangkat menggunakan sepeda atau sepeda motor. Mereka kini lebih aman dalam perjalanan tanpa harus mengkhawatirkan jalan berlubang atau licin. Selain itu, kendaraan darurat seperti mobil ambulans dapat bergerak lebih cepat bila dibutuhkan.

Evaluasi dan Rencana Pembangunan Ke Depan

Setelah penyampaian laporan pembangunan tahap II, kegiatan MDST dilanjutkan dengan sesi evaluasi dan pembahasan rencana pembangunan tahun berikutnya. Pemerintah desa membuka ruang dialog dengan warga untuk mendengarkan berbagai masukan yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan anggaran desa tahap mendatang.

Beberapa warga mengusulkan agar pemerintah desa dapat memperluas pembangunan jalan di wilayah yang belum tersentuh perbaikan, khususnya di beberapa titik yang dianggap rawan banjir dan membutuhkan perbaikan drainase. Ada pula warga yang mengusulkan pembangunan fasilitas umum tambahan seperti penerangan jalan umum (PJU) untuk meningkatkan keamanan di malam hari.

Kepala desa menegaskan bahwa seluruh masukan tersebut akan dicatat dan dipertimbangkan dalam proses musyawarah pembangunan desa (musrenbangdes) yang akan digelar dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa pembangunan desa harus mengacu pada kebutuhan prioritas masyarakat dan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia.

Pemerintah desa juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program-program pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, serta kegiatan pembinaan lainnya. Menurut kepala desa, pembangunan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki.

Kesimpulan: MDST sebagai Wujud Tata Kelola Desa yang Baik

Penyelenggaraan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) Tahun Anggaran 2025 Tahap II ini menjadi bukti nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel di Desa Pekurun Udik. Melalui MDST, masyarakat dapat mengetahui secara langsung hasil pembangunan yang telah dilaksanakan, sekaligus memberikan masukan terhadap rencana pembangunan berikutnya.

Pembangunan jalan rabat beton dan dua unit gorong-gorong plat beton yang telah selesai dikerjakan menunjukkan bahwa pemerintah desa benar-benar berupaya maksimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang dibangun bukan hanya memperindah desa, tetapi juga memberikan manfaat nyata terhadap kelancaran mobilitas dan peningkatan ekonomi warga.

Pemerintah desa berharap agar pembangunan yang telah dilakukan dapat dimanfaatkan dengan baik dan dirawat oleh masyarakat. Ke depan, pemerintah desa berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang lebih baik, merata, dan berkelanjutan sesuai aspirasi warga.

Editor: Pariyo Saputra // Redaksi Gnotif. Com