Selasa, 2 Desember 2025.
Lampung Selatan, 2 Desember 2025 - Upaya nyata Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali menjadi sorotan publik setelah Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo bersama Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam kegiatan Penanaman Jagung Menuju Swasembada Pangan di Lampung Selatan, Selasa (2/12/2025). Kegiatan ini bukan hanya acara seremonial, tetapi merupakan bagian dari gerakan besar yang dicanangkan Pemerintah Indonesia dalam memperkuat produksi pangan nasional melalui komoditas jagung, yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan kebutuhan secara signifikan, terutama untuk industri pakan ternak.
Selain menjadi salah satu komoditas strategis nasional, jagung juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi penegak hukum seperti Polri dipandang sebagai langkah progresif yang mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama petani di tingkat desa. Keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan ini telah berlangsung sejak 2023 dan terus berkembang pesat hingga 2025.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Polri yang menurutnya telah mengambil peran penting dalam percepatan produksi jagung nasional. Menurutnya, kontribusi Polri bukan hanya pada aspek pendampingan, tetapi juga pada implementasi langsung di lapangan melalui pengelolaan lahan, pemberdayaan kelompok tani, hingga penguatan rantai pasok hasil panen. “Lampung memiliki potensi luar biasa sebagai salah satu lumbung jagung nasional. Penanaman jagung harus menjadi gerakan masif bersama agar Indonesia bisa mencapai swasembada pangan. Polri sudah memberikan contoh nyata bagaimana lembaga negara dapat terlibat langsung dalam memperkuat produksi nasional,” ujar Zulkifli Hasan.
Polri Tegaskan Komitmen Perkuat Stabilitas Pangan Nasional
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pangan merupakan bentuk komitmen terhadap kebijakan pemerintah serta upaya menjamin ketahanan pangan jangka panjang. “Polri siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah, termasuk menjaga stabilitas keamanan dalam proses produksi dan distribusi pangan. Kepastian keamanan adalah faktor fundamental agar kegiatan pertanian dapat berjalan optimal. Ketahanan pangan bukan hanya program, tetapi kerja besar yang harus kita akselerasi bersama,” tegasnya.
Selain itu, Wakapolri menjelaskan bahwa Polri menempatkan sektor pangan sebagai bagian dari strategi keamanan nasional yang komprehensif. Dalam hal ini, stabilitas pangan memengaruhi stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Oleh karena itu, Polri mengembangkan sejumlah program berbasis pemberdayaan masyarakat, khususnya petani, melalui pelatihan, penyediaan sarana pertanian, dan pendampingan intensif selama masa tanam hingga panen.
Polri Sebagai Pendorong Utama Produksi Jagung Nasional
Program ketahanan pangan yang dijalankan Polri kini menjadi salah satu faktor signifikan dalam memperkuat cadangan pangan nasional, terutama untuk komoditas jagung. Berdasarkan data resmi Polri, potensi lahan yang telah dipetakan mencapai 1.378.608,67 hektare, terdiri dari 881.743,02 hektare lahan produktif dan 496.865,65 hektare lahan baku sawah (LBS). Pemetaan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, serta tokoh masyarakat setempat.
Dari potensi tersebut, Polri telah mengelola dan menanami lahan seluas 633.945,06 hektare, yang terdiri dari 518.994,39 hektare lahan produktif dan 114.950,67 hektare LBS. Kegiatan penanaman yang terintegrasi ini tidak hanya melibatkan personel Polri, tetapi juga ribuan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani binaan Polri. Hingga 2025, jumlah kelompok tani binaan telah mencapai 30.548 kelompok dengan total anggota mencapai 602.208 petani aktif.
Program ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas jagung nasional. Pada Kuartal I–III tahun 2025 saja, Polri mencatat hasil panen sebesar 2.835.173 ton jagung. Adapun pada Kuartal IV, Polri membuka penanaman baru di lahan seluas 412.898,32 hektare dengan estimasi hasil panen yang diperkirakan mencapai 1,65 hingga 4,12 juta ton. Kontribusi ini memperkuat posisi Polri sebagai salah satu institusi negara yang mampu memberikan dampak signifikan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kontribusi Khusus Polri di Provinsi Lampung
Provinsi Lampung menjadi salah satu wilayah prioritas dalam program penanaman jagung Polri karena potensi lahan yang sangat luas serta tingginya kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak. Pada Kuartal IV Tahun 2025, penanaman jagung di Lampung dilakukan di lahan seluas 1.054,10 hektare yang tersebar di 15 kabupaten/kota, dengan estimasi hasil panen mencapai 4.216,40 ton.
Kegiatan penanaman yang dilaksanakan di Lampung Selatan hari ini memusatkan aktivitas di dua lokasi utama, yakni Desa Ruguk dan Desa Pisang, Kecamatan Penengahan. Total lahan yang ditanami jagung di dua desa tersebut mencapai 89 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 267 ton. Lahan tersebut merupakan bagian dari wilayah yang sebelumnya dilakukan pemetaan potensi oleh Polri dan telah melalui proses persiapan intensif, mulai dari pengolahan tanah, penyediaan benih unggul, hingga pendampingan teknis oleh personel Bhabinkamtibmas dan penyuluh pertanian setempat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa kondisi harga jagung saat ini memberikan peluang besar bagi petani untuk meningkatkan pendapatan. Dalam beberapa bulan terakhir, harga jagung terpantau stabil di kisaran yang sangat menguntungkan, sehingga petani mampu memperoleh pendapatan yang bahkan bisa mencapai Rp5 juta per bulan. “Serapan jagung di Lampung sangat kuat dan stabil karena industri pakan ayam di wilayah ini membutuhkan pasokan dalam jumlah besar. Jadi petani tidak perlu khawatir, hasil panen akan terserap dengan baik,” katanya.
Penguatan Cadangan Pangan Nasional Melalui Serapan Bulog
Salah satu capaian terbesar dari program ketahanan pangan Polri adalah kontribusinya terhadap cadangan pangan pemerintah melalui kerja sama strategis dengan Perum Bulog. Hingga 1 Desember 2025, Bulog tercatat telah menyerap 99.185 ton jagung dari lahan binaan Polri, atau mencapai 67,3 persen dari kapasitas total gudang nasional sebesar 147.483 ton.
Untuk Provinsi Lampung sendiri, penyerapan Bulog mencapai 19.724 ton atau 84,8 persen dari target penyerapan sebesar 23.250 ton. Angka ini menunjukkan keberhasilan luar biasa dari rantai produksi yang dimulai dari penanaman, perawatan, pengelolaan panen, hingga proses distribusi yang berjalan lancar berkat dukungan Polri dalam memastikan keamanan dan kelancaran pengiriman hasil panen.
Dalam rangka menunjang proses pascapanen, Polri telah membangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 provinsi. Setiap gudang memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 1.000 ton dan dilengkapi fasilitas modern seperti mobil mesin pipil jagung, vertical dryer untuk pengeringan cepat dan efisien, serta traktor tangan untuk memastikan lahan dapat diolah secara optimal sebelum masa tanam berikutnya dimulai. Salah satu gudang yang menjadi fokus nasional terletak di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.
Polri Dorong Swasembada Pangan Sebagai Gerakan Nasional
Kehadiran Wakapolri dalam kegiatan penanaman jagung di Lampung Selatan hari ini bukan hanya simbol, tetapi juga penegasan posisi Polri sebagai institusi yang berkomitmen penuh mendukung program prioritas pemerintah. Ketahanan pangan dipandang sebagai bagian dari misi nasional yang harus dipenuhi bersama melalui kolaborasi antarsektor.
Polri tidak hanya fokus pada aspek keamanan dalam program ini, tetapi juga berperan langsung dalam pendampingan produksi, distribusi, sekaligus memastikan hasil panen dapat diserap optimal oleh Bulog maupun industri dalam negeri. Dari hulu hingga hilir, Polri terus memperkuat perannya sebagai penggerak pembangunan sektor pertanian nasional.
Ke depan, Polri berkomitmen untuk terus memperluas lahan tanam, meningkatkan jumlah kelompok tani binaan, serta menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam memperkuat produktivitas pertanian. Dengan sinergi kuat bersama kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat, swasembada pangan bukan hanya target, melainkan tujuan strategis yang terus diupayakan secara nyata.
Melalui program ketahanan pangan yang semakin matang, Polri siap memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari ketersediaan pangan yang cukup, stabil, dan terjangkau. Kontribusi ini diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.
Sumber: Bidhumas Polda Lampung
Editor: Pariyo Saputra / Redaksi Gnotif. Com


0 Komentar