Press Release Nomor: 838/ XII/ HUM.6.1.1./ 2025/ Bidhumas
Senin, 8 Desember 2025
Nagan Raya, Aceh — Personel Kompi 3 Batalyon C Pelopor, Polda Aceh, menyalurkan air bersih dan membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, pada Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Wadanki 3 Batalyon C Pelopor, Ipda Ulil Azmi Azwni, S.E.
Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Tripa Makmur menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah dari curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Barat dan sekitarnya. Luapan sungai dan debit air yang meningkat drastis menyebabkan sejumlah desa terendam lumpur dan air berwarna kecoklatan. Kondisi tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur, bak penampungan, hingga aliran pipanisasi tercemar lumpur banjir.
Melihat kondisi tersebut, Polri melalui satuan Brimob Polda Aceh berupaya hadir memberikan pertolongan cepat. Bantuan ini tidak hanya difokuskan pada memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi, tetapi juga pada aspek kesehatan masyarakat. Sisa lumpur yang mengering di jalan dan halaman rumah warga telah berubah menjadi debu tebal yang berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.
Dalam kesempatan itu, Ipda Ulil Azmi menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari respons cepat Polri dalam membantu warga yang membutuhkan. Ia menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan warga tetap dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan akses air bersih yang layak dan perlindungan terhadap ancaman kesehatan akibat lingkungan yang kotor.
Banjir yang melanda Tripa Makmur dan sejumlah titik di Kabupaten Nagan Raya diketahui telah menyebabkan ratusan rumah terendam, puluhan hektare lahan pertanian rusak, fasilitas umum terganggu, serta memaksa sebagian warga untuk mengungsi sementara. Banyak sumber air bersih termasuk sumur dalam kondisi tidak dapat digunakan karena tertutup lumpur atau tercemar oleh aliran banjir yang kotor.
Polri melihat situasi ini sebagai keadaan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat sasaran. Oleh karena itu, personel Kompi 3 Batalyon C Pelopor dikerahkan ke lokasi-lokasi yang dianggap paling membutuhkan perhatian. Mereka membawa tangki air bersih, peralatan pemompaan, serta masker dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada warga.
Kegiatan distribusi air dilakukan dengan sistem pembagian langsung ke titik pemukiman yang menurut pemantauan memiliki jumlah warga terdampak paling besar. Warga menyambut kedatangan personel Polri dengan antusias. Banyak yang membawa wadah air seperti jerigen, ember, dan drum kecil untuk dapat menampung air bersih yang dibagikan.
Salah seorang warga, Siti Rahmah (42), menyampaikan bahwa sejak banjir melanda, ia dan keluarga kesulitan mendapatkan air yang layak pakai. Sumur di rumahnya berwarna pekat kecoklatan karena bercampur lumpur. Air galon pun sulit didapat karena distribusi terhambat banjir. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya suplai air bersih dari Polri.
Selain air bersih, pembagian masker juga menjadi perhatian khusus bagi personel di lapangan. Debu lumpur yang mulai mengering bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Oleh sebab itu, ratusan masker dibagikan agar warga yang tetap beraktivitas di luar rumah dapat terlindungi dari ancaman debu tersebut.
Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, dalam keterangannya juga memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan personel di lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Polri dalam memastikan keselamatan dan kesehatan warga di tengah situasi bencana.
Ia menambahkan bahwa Polri melalui berbagai satuan tugasnya telah melakukan pemantauan terus-menerus terhadap dampak banjir di berbagai wilayah Aceh. Jika situasi memburuk atau kebutuhan warga semakin meningkat, pihaknya siap menambah jumlah bantuan serta mengerahkan personel tambahan.
Bantuan Berkelanjutan dan Kehadiran Polri di Tengah Warga
Kegiatan humanis Polri di Nagan Raya tidak berhenti pada pembagian air bersih dan masker saja. Sejumlah personel juga melakukan peninjauan di beberapa titik untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur, akses jalan, dan pemukiman warga. Hal ini dilakukan agar penanggulangan selanjutnya dapat direncanakan secara tepat dan efektif.
Beberapa personel turut membantu warga membersihkan lumpur ringan yang menutupi halaman dan teras rumah. Warga yang merasa kewalahan sangat terbantu karena sebagian dari mereka tidak memiliki peralatan atau tenaga cukup untuk melakukan pembersihan dalam waktu cepat.
Selain itu, Polri berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan penyaluran logistik bantuan seperti makanan siap saji, beras, bahan bakar, dan obat-obatan dapat dilakukan secara merata. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan dengan BPBD, TNI, dan relawan lokal untuk menciptakan sinergi penanganan yang lebih efisien.
Bagi Polri, kehadiran mereka bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan komitmen berkelanjutan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada saat bencana yang rentan memicu kerawanan sosial. Dalam situasi seperti ini, Polri ingin memastikan bahwa masyarakat tetap merasa aman, dilindungi, dan dibantu secara maksimal.
Sambutan Positif dari Masyarakat Tripa Makmur
Warga Tripa Makmur memberikan sambutan positif atas respons cepat Polri. Banyak warga yang mengaku terharu karena bantuan datang pada saat mereka benar-benar membutuhkan. Di tengah kondisi sulit akibat banjir, kehadiran personel keamanan memberikan rasa nyaman dan harapan baru.
Beberapa warga bahkan menyampaikan bahwa mereka tidak menyangka bantuan air bersih akan datang dengan cepat. Berhari-hari setelah banjir, warga hanya mengandalkan air tadahan hujan atau membeli air dengan harga mahal dari luar desa. Dengan adanya distribusi air bersih gratis dari Polri, terbantu pula beban ekonomi mereka yang sedang terpuruk.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa proses pembagian berjalan tertib. Personel mengatur warga agar tidak berdesakan dan tetap menjaga ketertiban selama menerima bantuan. Warga diarahkan untuk mengantre rapi dan membawa wadah air masing-masing. Anak-anak dan lansia diberi prioritas untuk menerima masker terlebih dahulu.
Kegiatan ini juga menjadi ajang komunikasi langsung antara Polri dan masyarakat setempat. Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan keluhan, laporan, maupun informasi tambahan mengenai kondisi di desa mereka. Polri menerima semua laporan tersebut untuk penanganan selanjutnya.
Kesiapan Polri Menghadapi Situasi Darurat
Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa Polri, khususnya Polda Aceh dan jajaran Batalyon Pelopor, selalu siaga menghadapi kondisi darurat. Dengan berbagai peralatan dan sumber daya yang dimiliki, Polri siap digerakkan kapan saja apabila situasi mengharuskan.
Menurutnya, langkah cepat yang dilakukan personel di Nagan Raya adalah bukti nyata dari kesiapsiagaan tersebut. Polri ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang merasa sendirian menghadapi bencana. Keberadaan personel di lapangan juga membantu mengurangi potensi gangguan keamanan, seperti penjarahan atau konflik saat distribusi bantuan.
Selain itu, Polri juga menyiapkan langkah antisipatif jika curah hujan kembali meningkat. Pengawasan terhadap titik rawan longsor dan titik banjir dilakukan secara berkala. Pemeriksaan terhadap jalur transportasi seperti jembatan dan jalan lintas juga dilakukan untuk memastikan mobilitas warga tidak terganggu.
Dukungan Polri untuk Pemulihan Pascabencana
Setelah banjir surut, proses pemulihan akan menjadi tantangan yang tidak kalah penting. Rumah-rumah warga yang terendam perlu dibersihkan, peralatan rumah tangga banyak yang rusak, dan fasilitas umum seperti sekolah serta balai desa membutuhkan perbaikan. Polri menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam proses pemulihan ini.
Pemulihan psikologis warga juga menjadi perhatian. Bencana alam sering menimbulkan trauma, terutama pada anak-anak. Polri berencana menurunkan personel Binmas untuk memberikan pendampingan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi bencana di masa depan.
Dengan berbagai upaya ini, Polri berharap masyarakat Nagan Raya dapat kembali bangkit dan menjalani aktivitas normal secepat mungkin.
Penutup
Kegiatan penyaluran air bersih dan pembagian masker oleh Kompi 3 Batalyon C Pelopor Polda Aceh merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat yang sedang tertimpa bencana. Respons cepat, tepat sasaran, dan dilakukan dengan pendekatan humanis menjadi indikator bahwa Polri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
Bagi warga Tripa Makmur, bantuan yang datang ini bukan hanya berupa air bersih atau masker, tetapi juga semangat dan harapan di tengah situasi sulit. Kehadiran Polri membawa rasa aman sekaligus optimisme bahwa mereka tidak berdiri sendiri menghadapi bencana.
Dengan langkah-langkah lanjutan yang sudah direncanakan, Polri berharap pemulihan dapat berjalan lebih cepat, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Editor Redaksi Gnotif. Com



0 Komentar