Press Release Nomor: 834/ XII / HUM.6.1.1./2025/Bidhumas
Jumat, 5 Desember 2025
LAMPUNG, (Gnotif. Com) — Dalam suasana penuh keprihatinan akibat bencana alam yang menimpa sejumlah provinsi di Indonesia, Polda Lampung menyelenggarakan Shalat Gaib dan doa bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh. Kegiatan religius ini berlangsung pada Jumat (5/12/2025) di Masjid Al Ikhlas Polda Lampung setelah pelaksanaan Shalat Jumat berjamaah.
Musibah yang melanda ketiga wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir telah menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Beragam bencana, mulai dari banjir, longsor, hingga gempa bumi, telah berdampak luas dan menyebabkan korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, hingga ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Di tengah situasi inilah Polda Lampung menunjukkan kepeduliannya melalui kegiatan keagamaan yang sarat makna.
Kegiatan Shalat Gaib ini diikuti secara khidmat oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Sumarto, Pejabat Utama Polda Lampung, seluruh personel kepolisian, serta ASN di lingkungan Polda Lampung. Suasana Masjid Al Ikhlas tampak begitu tenang, namun menyiratkan rasa pilu dan empati mendalam terhadap para korban bencana.
Momen Haru dan Kekuatan Solidaritas Sesama Anak Bangsa
Sejak awal pelaksanaan ibadah, nuansa haru sudah terasa. Para jamaah berdiri dengan khidmat, seraya memusatkan hati dan pikiran mereka untuk mendoakan saudara-saudara yang sedang dirundung malang di tanah Sumatera. Lantunan doa-doa khusus dipanjatkan untuk para korban yang telah kehilangan nyawa, mereka yang masih hilang, serta keluarga yang tengah berjuang menghadapi kepedihan.
Banyak personel tampak larut dalam suasana emosional tersebut. Tidak sedikit yang terlihat mengusap air mata ketika doa-doa dipanjatkan untuk para korban. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kepolisian bukan hanya sekadar aparatur negara, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki hati nurani dan rasa kemanusiaan yang tinggi.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh personel untuk memperkuat empati dan solidaritas, terutama dalam menghadapi kondisi sulit seperti sekarang. Beliau menegaskan bahwa musibah yang terjadi di Sumbar, Sumut, dan Aceh bukan hanya duka bagi warga setempat, tetapi juga duka bagi seluruh bangsa Indonesia.
Doa Mengalir untuk Ketabahan Para Korban
Dalam Shalat Gaib dan doa bersama tersebut, para jamaah memohon kepada Allah SWT agar para korban diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Sementara itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberi kekuatan dan keteguhan hati untuk menghadapi cobaan berat ini. Tidak hanya itu, doa juga dipanjatkan agar seluruh proses evakuasi, pencarian korban, distribusi bantuan, hingga pemulihan infrastruktur dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan cepat.
“Ya Allah, lapangkanlah dada saudara-saudara kami yang sedang mengalami musibah, kuatkanlah mereka menghadapi cobaan-Mu, dan mudahkanlah segala urusan tim penyelamat yang bekerja tanpa kenal lelah,” begitu salah satu doa yang dipanjatkan imam dalam kegiatan tersebut.
Seluruh jamaah mengamini dengan khusyuk. Bahkan setelah kegiatan selesai, banyak personel yang masih terlihat berdoa sendiri di sudut masjid, menunjukkan kedalaman empati mereka terhadap korban bencana.
Kabid Humas Polda Lampung: Ini Ikatan Kemanusiaan yang Kuat
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari memberikan pernyataan resmi dan menyampaikan duka mendalam atas bencana yang terjadi. Beliau menegaskan bahwa Shalat Gaib ini bukan hanya simbol, tetapi bukti nyata bahwa Polri memiliki ikatan kemanusiaan yang kuat.
“Ini adalah bentuk empati dan ikatan kemanusiaan yang kuat di tubuh Polri. Kami di Polda Lampung turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera Barat. Pelaksanaan Shalat Gaib ini sekaligus doa bersama dari segenap keluarga besar Polda Lampung, agar proses evakuasi dan pemulihan segera terselesaikan,” ujar Kombes Pol Yuni.
Beliau juga mengajak masyarakat Lampung dan Indonesia secara umum untuk bersatu dalam doa dan dukungan. Menurutnya, di saat bencana melanda, masyarakat diharapkan bahu-membahu membantu sesama, baik melalui doa maupun dukungan berupa tenaga dan logistik.
“Kami juga ingin mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk turut mendoakan dan mendukung upaya kemanusiaan ini. Polda Lampung, di samping terus siaga menjaga kamtibmas di wilayah sendiri, juga siap mendukung penuh setiap instruksi dan kebutuhan logistik yang diperlukan untuk penanganan bencana di Sumatera Barat,” tambahnya.
Bencana Alam dan Luka yang Mendalam
Musibah alam yang terjadi di Sumbar, Sumut, dan Aceh bukanlah bencana kecil. Berbagai laporan menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi begitu luas, mulai dari hancurnya permukiman warga, rusaknya jembatan, putusnya akses transportasi, hingga hilangnya nyawa manusia. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.
Di beberapa daerah, longsor besar menimbun rumah dan kendaraan. Di daerah lainnya, banjir bandang menghanyutkan apa pun yang dilewatinya. Gempa bumi yang mengguncang Aceh bahkan sempat membuat warga panik dan berlari menuju tempat-tempat terbuka. Semua ini menambah beban mental dan fisik masyarakat yang terdampak.
Tim SAR gabungan, relawan, TNI-POLRI, BPBD, dan berbagai organisasi kemanusiaan terus bekerja keras selama 24 jam untuk mencari korban dan menyalurkan bantuan. Namun, medan yang sulit dan cuaca buruk membuat proses evakuasi tidak selalu berjalan mudah. Oleh karena itu, dukungan moral dari masyarakat daerah lain, seperti yang dilakukan oleh Polda Lampung, sangat berharga bagi keluarga korban.
Keterlibatan Seluruh Jajaran Kepolisian
Kegiatan Shalat Gaib ini tidak hanya diikuti oleh pejabat utama, tetapi juga seluruh personel dan ASN Polda Lampung. Mulai dari anggota lalu lintas, reserse kriminal, sabhara, hingga anggota humas dan staf administrasi, semua hadir dengan satu tujuan yang sama: mendoakan dan menunjukkan solidaritas terhadap para korban.
Partisipasi menyeluruh ini menunjukkan bahwa empati bukanlah sesuatu yang hanya ditunjukkan pada level pimpinan, tetapi merupakan nilai yang tertanam di setiap struktur Polri. Banyak personel yang bahkan menyempatkan diri datang lebih awal untuk mempersiapkan masjid dan memastikan kegiatan berjalan lancar.
Setelah kegiatan berakhir, beberapa personel juga terlihat berdiskusi mengenai kemungkinan penggalangan dana internal atau pengiriman bantuan logistik sebagai bentuk kontribusi nyata mereka. Hal ini semakin menggambarkan kuatnya rasa persaudaraan yang dibangun dalam tubuh Polri.
Polda Lampung Siap Mendukung Penanganan Bencana
Selain dukungan moral melalui Shalat Gaib, Polda Lampung menyatakan kesiapannya untuk terlibat langsung dalam penanganan bencana apabila dibutuhkan. Koordinasi dengan Polda Sumbar dan instansi terkait terus dilakukan untuk memonitor perkembangan di lapangan.
Bantuan yang mungkin diberikan meliputi pengiriman personel tambahan, bantuan logistik berupa makanan, pakaian, obat-obatan, hingga perlengkapan evakuasi. Selain itu, bantuan berupa dukungan komunikasi dan koordinasi lintas wilayah juga dapat diberikan jika situasi mengharuskan.
Kapolda Lampung menegaskan bahwa Polri sebagai institusi yang memiliki jaringan nasional selalu siap bergerak cepat ketika terjadi bencana di wilayah mana pun di Indonesia.
Nilai Humanisme dalam Tubuh Polri
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak semata-mata menjalankan tugas sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan. Di balik seragam yang mereka kenakan, setiap personel Polri adalah individu yang memiliki hati nurani, rasa kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai humanisme ini semakin ditekankan oleh Kapolri dalam berbagai kesempatan. Polri diharapkan hadir tidak hanya pada saat masyarakat membutuhkan penegakan hukum, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan dukungan moral dan bantuan. Inilah yang diwujudkan secara nyata melalui kegiatan Shalat Gaib yang dilakukan Polda Lampung.
Kepedulian sosial seperti ini diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Ketika masyarakat merasakan kehadiran Polri dalam berbagai aspek kehidupan, rasa kepercayaan publik terhadap institusi ini juga akan semakin meningkat.
Harapan untuk Pemulihan Cepat
Pada akhir kegiatan, seluruh jamaah menutup doa dengan harapan agar wilayah yang terdampak bencana dapat segera pulih. Mereka berdoa agar cuaca membaik, akses jalan dapat segera dibuka kembali, bantuan cepat tersalurkan, dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala.
Polda Lampung juga berharap agar pemerintah pusat dan daerah dapat terus bersinergi untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Kolaborasi antarinstansi, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan dari bencana-bencana besar seperti yang terjadi saat ini.
Penutup
Kegiatan Shalat Gaib dan doa bersama yang dilaksanakan oleh Polda Lampung ini menjadi bukti bahwa rasa kemanusiaan masih sangat kuat dalam diri aparat kepolisian. Di tengah tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga mampu menunjukkan sisi humanisnya dengan memberikan dukungan spiritual bagi saudara-saudara yang sedang ditimpa musibah.
Dengan harapan dan doa yang dipanjatkan, Polda Lampung berharap bencana yang melanda Sumbar, Sumut, dan Aceh dapat segera berlalu. Kegiatan ini sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap bersatu, saling mendukung, dan menguatkan satu sama lain.
Sumber: Bidhumas Polda Lampung
Editor: Redaksi Gnotif. Com



