Berita

Breaking News

Tujuh Faksi NII Jawa Barat Serentak Lakukan Cabut Baiat dan Deklarasi Setia kepada NKRI

Bandung, 11 Desember 2025 – Momentum bersejarah kembali tercatat dalam perjalanan panjang upaya deradikalisasi di Indonesia setelah tujuh faksi kelompok Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Jawa Barat secara serentak melaksanakan prosesi Cabut Baiat Massal dan Deklarasi Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan monumental yang dipandang sebagai tonggak penting dalam proses reintegrasi sosial ini digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta mantan anggota NII dari berbagai wilayah.

Acara ini juga menjadi simbol nyata keberhasilan pendekatan persuasif dan komprehensif yang selama ini dijalankan oleh aparat keamanan bersama pemerintah daerah dan mitra strategis, dalam menangani persoalan radikalisme, khususnya yang berkaitan dengan kelompok-kelompok berbasis ideologi ekstrem. Pada kesempatan tersebut, ratusan peserta dari tujuh faksi NII hadir secara langsung untuk menyatakan komitmen baru mereka sebagai warga bangsa yang setia kepada Pancasila dan UUD 1945.

Ketua Yayasan Prabu Foundation, yang menjadi salah satu unsur pendukung utama kegiatan ini, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan mantan anggota NII untuk keluar dari doktrin lama dan kembali kepada nilai-nilai kebangsaan. “Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memutus mata rantai radikalisme dan memperkuat kembali integrasi sosial mantan anggota NII,” ujarnya dalam sambutannya. Ia juga menegaskan bahwa proses ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan langkah awal menuju pembinaan jangka panjang untuk memastikan para peserta mendapatkan ruang dan kesempatan baru dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara yang berlangsung sejak pagi hari tersebut diawali dengan proses registrasi peserta. Proses registrasi berlangsung tertib dan terstruktur, menandakan keseriusan panitia dalam memastikan tiap peserta tercatat dengan baik dan mengikuti rangkaian kegiatan secara resmi. Setelah registrasi selesai, acara dilanjutkan dengan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara. Para peserta kemudian berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya", sebagai bentuk penghormatan kepada negara serta penegasan komitmen awal akan kesetiaan mereka kepada NKRI.

Usai menyanyikan lagu kebangsaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa tersebut dipanjatkan untuk memohon kelancaran acara sekaligus memohon perlindungan agar para mantan anggota NII dapat menempuh jalan baru yang lebih baik, bermartabat, dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Wakadensus 88 AT Polri hadir secara langsung memberikan sambutan sebagai representasi dari lembaga penting yang selama ini menangani masalah radikalisme di Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan cabut baiat ini merupakan capaian penting dalam perjalanan bangsa menghadapi ideologi ekstremisme. “Teruntuk NII dan Eks NII, ini merupakan sebuah perjalanan bangsa. Kami percaya teman-teman semua mempunyai pemikiran yang cerdas. Kita tahu sejarah NII adalah para pejuang penjajahan zaman Belanda,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Densus 88 tidak memandang peserta sebagai musuh, namun sebagai warga bangsa yang perlu dibina untuk kembali ke jalan yang benar. Pendekatan ini menunjukkan perubahan paradigma dalam penanganan radikalisme, di mana penindakan tetap dilakukan pada kelompok yang aktif melakukan tindakan kekerasan, namun pada kelompok yang bersedia kembali ke NKRI diberikan ruang rehabilitasi sosial dan ideologis.

Lebih lanjut, Wakadensus 88 AT Polri menekankan bahwa menjaga keutuhan bangsa tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat keamanan, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak termasuk masyarakat sipil dan tokoh agama. “Saya yakin teman-teman semua di sini tetap pada negara NKRI. Kita semua menjaga dan membangun demi NKRI,” tegasnya. Pernyataan ini disambut tepuk tangan panjang dari para peserta sebagai bukti bahwa komitmen mereka untuk kembali ke pangkuan negara bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah keputusan sadar yang diambil dengan penuh kesadaran.

Momentum puncak dari kegiatan ini adalah pembacaan deklarasi cabut baiat massal, dipimpin oleh perwakilan faksi NII yang telah memutuskan meninggalkan ajaran lama. Deklarasi tersebut berisi pernyataan tegas bahwa para peserta tidak lagi terikat dengan ajaran NII, serta berkomitmen untuk hidup berdasarkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan. Setelah pembacaan deklarasi, seluruh peserta mengangkat tangan dan mengikuti pembacaan ulang secara serempak. Momen ini menjadi salah satu titik paling emosional dalam acara tersebut, karena banyak peserta terlihat meneteskan air mata, menandakan bahwa keputusan ini merupakan langkah besar yang mereka perjuangkan.

Setelah deklarasi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan setia kepada NKRI. Tanda tangan tersebut bukan hanya formalitas administratif, melainkan wujud konkret dari komitmen baru para peserta. Seusai proses penandatanganan, para peserta melaksanakan prosesi hormat bendera dan penciuman Merah Putih. Prosesi ini dipandang sebagai simbol rekonsiliasi antara para mantan anggota NII dengan negara, mengingat selama bertahun-tahun mereka hidup dalam ajaran yang memusuhi simbol-simbol negara.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam hal ini Wakil Gubernur Jawa Barat, turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani mengambil langkah besar untuk meninggalkan pemahaman radikal dan kembali menjadi bagian dari masyarakat luas. “Kami memberikan apresiasi atas keberanian para mantan anggota NII yang secara terbuka memilih meninggalkan ajaran lama dan kembali kepada nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Wakil Gubernur menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk memastikan proses reintegrasi sosial dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga akan menyediakan berbagai program pembinaan, termasuk pelatihan keterampilan, pendampingan psikologis, serta penguatan wawasan kebangsaan melalui berbagai kegiatan dialog dan edukasi.

Dalam kesempatan yang sama, Densus 88 AT Polri memberikan plakat penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Penyerahan plakat tersebut dilakukan oleh Wakadensus 88 dan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat. Momen ini menegaskan bahwa penanggulangan radikalisme tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

Acara ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan proses cabut baiat massal, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendekatan deradikalisasi yang mengedepankan dialog, pendidikan, dan pembinaan sosial dapat memberikan hasil signifikan. Selama ini, pendekatan yang humanis terbukti efektif untuk mengajak anggota kelompok radikal kembali kepada kehidupan normal tanpa kekerasan.

Selain itu, kehadiran tokoh agama dan lembaga masyarakat dalam acara ini juga menjadi kunci keberhasilan. Melibatkan mereka dalam proses pembinaan memberikan dampak positif karena peserta merasa diterima kembali oleh lingkungan sosial. Para tokoh agama memberikan pemahaman tentang ajaran Islam yang moderat, toleran, dan sesuai dengan nilai kebangsaan. Hal ini sekaligus meluruskan berbagai penafsiran keliru yang sebelumnya diajarkan dalam kelompok NII.

Sepanjang acara, para mantan anggota NII juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan testimoni mengenai perjalanan mereka hingga akhirnya memutuskan keluar dari kelompok tersebut. Banyak dari mereka mengaku bahwa perubahan ini tidak mudah, namun mereka merasa lega setelah dapat kembali hidup dalam lingkungan yang damai tanpa tekanan doktrin ekstrem.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan kembali peran negara dalam memberikan perlindungan kepada setiap warga. Pemerintah menegaskan bahwa siapa pun yang ingin kembali ke jalan yang benar akan difasilitasi dan didukung agar tidak kembali terjerumus dalam pemikiran ekstrem. Pendekatan inklusif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.

Bank BJB sebagai salah satu pihak pendukung turut memberikan kontribusi dalam pelaksanaan acara ini. Dukungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa sektor perbankan dan dunia usaha juga memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan ekstremisme. Melalui program pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial, lembaga keuangan dapat membantu para mantan anggota NII membangun kehidupan baru secara mandiri.

Kegiatan cabut baiat massal tujuh faksi NII di Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi model penanganan berbasis kolaborasi lintas sektor. Dengan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, serta sektor swasta, penyelesaian masalah radikalisme dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa strategi pembinaan masyarakat yang terpapar radikalisme tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum. Pemulihan psikologis, penguatan pendidikan kebangsaan, serta pemberdayaan ekonomi harus berjalan beriringan agar mereka tidak kembali terjerumus ke dalam jaringan atau ideologi ekstrem.

Dengan digelarnya kegiatan bersejarah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis bahwa wilayahnya dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan isu radikalisme. Pendekatan yang terbukti efektif akan terus dikembangkan dan disempurnakan untuk memastikan keamanan serta keutuhan masyarakat dari ancaman ideologi kekerasan.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, perwakilan lembaga pendukung, dan seluruh peserta. Raut wajah para peserta tampak lebih tenang dan lega, menandakan bahwa keputusan mereka untuk kembali ke NKRI adalah langkah besar menuju kehidupan baru yang lebih baik dan bermakna.

Kegiatan ini meninggalkan pesan moral yang kuat bahwa perubahan selalu mungkin terjadi selama ada niat, kesempatan, dan pendampingan yang tepat. Negara melalui berbagai institusi akan terus hadir untuk memastikan bahwa setiap warga mendapatkan ruang untuk memperbaiki diri dan berkontribusi positif bagi bangsa. (*)

Editor Redaksi Gnotif. Com

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif