Berita

Breaking News

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Polres Tulang Bawang Barat Gelar Apel Rutin Posko Tanggap Darurat dan Siagakan Personel

TULANG BAWANG BARAT, Gnotif. Com — Menghadapi potensi meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi seiring dengan intensitas curah hujan yang tinggi, Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, mengambil langkah strategis dan antisipatif dengan menggelar Apel Rutin Posko Tanggap Darurat Bencana. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mapolres Tulang Bawang Barat, Sabtu pagi (24/01/2026), dan diikuti oleh personel gabungan yang terlibat dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

Apel rutin ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang terus digencarkan oleh Polres Tulang Bawang Barat guna memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sistem koordinasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam, khususnya yang dipicu oleh faktor hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan cuaca ekstrem lainnya.

Sejak pagi hari, halaman Mapolres Tubaba telah dipadati oleh personel dari berbagai satuan fungsi. Mereka berdiri dengan penuh kesiapan, mencerminkan komitmen kuat Polri dalam menjaga keselamatan masyarakat dan merespons setiap kemungkinan terburuk yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Apel dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat, AKP Juherdi Sumandi, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K.

Langkah Antisipatif Menghadapi Musim Hujan

Dalam amanatnya, AKP Juherdi Sumandi menegaskan bahwa apel rutin posko tanggap bencana ini digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan menyeluruh jajaran Polres Tubaba dalam menghadapi musim hujan yang berpotensi menimbulkan berbagai bencana alam. Kabupaten Tulang Bawang Barat sendiri memiliki sejumlah wilayah yang rawan terdampak banjir dan genangan air saat curah hujan meningkat.

“Apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dan terukur dalam rangka memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana penunjang. Kami ingin memastikan bahwa seluruh personel siap siaga, memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta mampu bergerak cepat apabila terjadi bencana,” ujar AKP Juherdi di hadapan peserta apel.

Ia menjelaskan bahwa personel yang terlibat dalam posko tanggap darurat akan disiagakan selama 24 jam penuh dengan sistem tiga regu. Sistem ini diterapkan agar respons terhadap setiap kejadian dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan berkesinambungan tanpa terkendala faktor kelelahan personel.

Posko Tanggap Darurat Dilengkapi Sarana Penunjang

Posko utama tanggap darurat bencana Polres Tulang Bawang Barat berlokasi di halaman Mapolres Tubaba. Posko ini dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung yang siap digunakan sewaktu-waktu, seperti kendaraan operasional, gergaji mesin untuk evakuasi dan penanganan pohon tumbang, serta perahu karet yang difungsikan untuk evakuasi korban banjir di wilayah terdampak.

Keberadaan sarana-prasarana tersebut menjadi elemen vital dalam mendukung kecepatan dan efektivitas penanganan bencana. Dengan peralatan yang memadai, personel diharapkan dapat langsung bergerak ke lokasi kejadian tanpa harus menunggu bantuan tambahan, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat diminimalisasi.

AKP Juherdi Sumandi menambahkan bahwa kesiapan peralatan ini akan terus dievaluasi secara berkala. Apabila ditemukan kekurangan atau kerusakan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan atau pengadaan agar seluruh peralatan selalu dalam kondisi prima.

Komitmen Polri dalam Perlindungan Masyarakat

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Juherdi Sumandi, menegaskan bahwa langkah antisipatif ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di tengah ancaman cuaca ekstrem.

“Kami menyiagakan personel dan peralatan agar dapat merespons cepat setiap potensi bencana, baik banjir, longsor, maupun puting beliung. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik seluruh personel yang terlibat. Dalam kondisi darurat bencana, personel Polri tidak hanya dituntut untuk sigap dan tanggap, tetapi juga harus mampu berempati dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak.

Sinergi Lintas Sektor dalam Penanggulangan Bencana

Tidak hanya mengandalkan kesiapsiagaan internal, Polres Tulang Bawang Barat juga terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dengan berbagai pihak terkait, seperti Pemerintah Daerah, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi kesehatan, serta relawan kebencanaan.

Menurut AKP Juherdi Sumandi, penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama yang solid dan terintegrasi antarinstansi agar setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana, dapat berjalan dengan optimal.

“Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan sistem tanggap darurat yang cepat, tepat, dan terpadu di seluruh wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Dengan koordinasi yang baik, kita bisa meminimalisir dampak bencana dan mempercepat proses pemulihan,” ungkapnya.

Imbauan Kepada Masyarakat untuk Tetap Waspada

Dalam kesempatan tersebut, Polres Tulang Bawang Barat juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir, bantaran sungai, dan daerah dengan potensi angin kencang.

Masyarakat juga diharapkan tidak ragu untuk melaporkan setiap potensi bahaya atau kejadian darurat kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110 yang dapat diakses selama 24 jam. Laporan dari masyarakat sangat membantu aparat dalam melakukan deteksi dini dan penanganan cepat.

“Peran aktif masyarakat sangat kami butuhkan. Dengan adanya informasi yang cepat dan akurat, kami dapat segera mengambil langkah-langkah penanganan yang diperlukan,” ujar AKP Juherdi.

Membangun Budaya Siaga Bencana

Pelaksanaan Apel Rutin Posko Tanggap Darurat Bencana ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Tulang Bawang Barat dalam membangun budaya siaga bencana, baik di internal kepolisian maupun di tengah masyarakat. Budaya siaga bencana dinilai penting untuk menekan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam.

Dengan adanya budaya siaga, setiap individu diharapkan memiliki kesadaran dan pengetahuan dasar tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Hal ini mencakup kesiapan mental, pemahaman jalur evakuasi, serta kemampuan untuk saling membantu antarwarga.

Polres Tubaba berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana, baik melalui kegiatan langsung di lapangan maupun melalui media informasi.

Harapan ke Depan

Dengan digelarnya Apel Rutin Posko Tanggap Darurat Bencana ini, Polres Tulang Bawang Barat berharap seluruh personel dapat semakin meningkatkan kepedulian, kesiapsiagaan, dan kecepatan bertindak dalam menghadapi situasi darurat. Kesiapan yang matang diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam situasi kemanusiaan seperti bencana alam. Semoga dengan kesiapan ini, kita semua dapat bersama-sama menghadapi dan mengatasi setiap tantangan yang ada,” tutup AKP Juherdi Sumandi.

(humas_tubaba)

Editor Redaksi Gnotif. Com

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif