Berita

Breaking News

Kapolda Lampung Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV, Produksi Tembus 86 Ribu Ton

Press Release Nomor: 8/ I / HUM.6.1.1./2026/Bidhumas
Kamis, 8 Januari 2026

LAMPUNG, Gnotif. Com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Lampung yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional. Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 dengan capaian produksi yang membanggakan, yakni menembus angka 86.604 ton hingga Januari 2026.

Kegiatan panen raya tersebut dipusatkan di Dusun IV Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (8/1/2026). Panen raya ini dipimpin langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dan diikuti oleh jajaran pejabat utama Polda Lampung, unsur pemerintah daerah, instansi teknis pertanian, serta para pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Polri Ambil Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan

Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah, khususnya dalam mendorong percepatan swasembada pangan nasional.

Menurutnya, ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan stabilitas sosial dan keamanan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkualitas akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan ketahanan negara secara menyeluruh.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut mendorong produktivitas pertanian demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolda Lampung.

Panen Raya Jagung Kuartal IV Tahun 2025

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan secara terpadu di berbagai provinsi. Di Lampung, kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan produksi jagung di tengah berbagai tantangan global.

Provinsi Lampung selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Komoditas jagung menjadi salah satu unggulan daerah yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pasokan nasional, baik untuk kebutuhan pangan, pakan ternak, maupun industri.

Panen raya ini juga menjadi momentum evaluasi atas capaian produksi sepanjang tahun 2025 sekaligus penyusunan strategi untuk peningkatan produktivitas pada tahun-tahun mendatang.

Luas Tanam dan Produksi Capai Target Signifikan

Kapolda Lampung memaparkan bahwa hingga awal Januari 2026, luas tanam jagung di Provinsi Lampung telah mencapai 12.372,81 hektare dari total potensi lahan sebesar 15.086,81 hektare.

Dari luasan tersebut, total produksi jagung yang berhasil dipanen mencapai 86.604 ton. Angka ini menunjukkan kinerja positif sektor pertanian jagung di Lampung dan menjadi bukti bahwa upaya peningkatan produksi berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Capaian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pemerintah dalam menekan ketergantungan impor jagung serta memperkuat kemandirian pangan nasional.

Kontribusi Lahan Binaan Polda Lampung

Selain panen di lahan masyarakat, Polda Lampung juga mengembangkan lahan binaan sebagai bentuk komitmen langsung Polri dalam mendukung ketahanan pangan.

Di lahan binaan Polda Lampung, panen jagung telah dilaksanakan pada lahan seluas 57 hektare dengan hasil produksi sekitar 285 ton.

Sementara itu, secara keseluruhan pada Kuartal IV Tahun 2025, panen jagung di lahan binaan Polri mencapai luas 74,78 hektare dengan estimasi produksi sebesar 523,46 ton.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan intensif, penggunaan teknologi pertanian, serta koordinasi yang baik antara Polri, petani, dan instansi teknis terkait.

Varietas Unggul Tingkatkan Produktivitas

Dalam program panen raya ini, petani menggunakan berbagai varietas jagung unggul yang telah terbukti memiliki produktivitas tinggi dan adaptif terhadap kondisi lahan di Lampung.

Beberapa varietas yang digunakan antara lain BISI 18, NK Sumo, NK 212, dan NK 306. Varietas tersebut mampu menghasilkan panen rata-rata 6 hingga 7 ton per hektare.

Penggunaan benih unggul menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan hasil panen, menjaga kualitas jagung, serta meningkatkan daya saing produk di pasar.

Perhatian Serius pada Pascapanen

Kapolda Lampung juga mengingatkan pentingnya pengelolaan pascapanen yang baik agar hasil produksi yang melimpah dapat memberikan manfaat maksimal bagi petani.

Ia menekankan agar distribusi pupuk dilakukan sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga petani tidak mengalami kendala dalam proses budidaya.

Selain itu, teknik panen dan penanganan pascapanen yang tepat juga sangat diperlukan untuk menjaga kualitas jagung, mengurangi kadar air, dan mencegah kerusakan hasil panen.

“Petani harus mendapatkan hasil maksimal dari jerih payahnya. Kualitas jagung menjadi kunci agar harga tetap baik dan tidak merugikan petani,” tegasnya.

Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Dalam rangka mendukung produktivitas petani, kegiatan panen raya ini juga diisi dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Bantuan yang disalurkan antara lain berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor roda dua dan roda empat, hand sprayer, PH meter, serta bantuan bibit jagung unggul.

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani, menekan biaya produksi, serta mendorong peningkatan hasil panen secara berkelanjutan.

Penyerapan Jagung oleh Bulog

Kapolda Lampung juga menyampaikan perkembangan penyerapan jagung oleh Perum Bulog di Provinsi Lampung.

Hingga 8 Januari 2026, penyerapan jagung oleh Bulog Lampung telah mencapai 19.724,27 ton atau sekitar 23 persen dari target nasional sebesar 87.500 ton.

Capaian ini menempatkan Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam penyerapan jagung nasional, sekaligus menunjukkan efektivitas koordinasi antara petani, Bulog, dan pemerintah.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Keberhasilan panen raya jagung ini merupakan hasil dari sinergi yang solid antara Polri, pemerintah daerah, instansi pertanian, penyuluh lapangan, Bulog, serta kelompok tani.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini harus terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, seperti perubahan iklim, fluktuasi harga, dan peningkatan kebutuhan pangan nasional.

Harapan dan Komitmen Ke Depan

Ke depan, Kapolda Lampung berharap dukungan lintas sektor dapat terus ditingkatkan, termasuk penyediaan fasilitas pengering jagung agar kualitas hasil panen tetap terjaga.

Dengan fasilitas pascapanen yang memadai, petani diharapkan dapat menjual jagung dengan harga yang lebih stabil dan menguntungkan, sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat.

“Kami berharap Lampung terus menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” pungkas Kapolda Lampung.

Penutup

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Lampung menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Dengan capaian produksi mencapai 86.604 ton, Provinsi Lampung kembali menegaskan perannya sebagai lumbung jagung nasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian demi terwujudnya kemandirian pangan Indonesia.

(Editor Redaksi Gnotif. Com)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif