Press Release Nomor: 884/ XII / HUM.6.1.1./2025/Bidhumas
Hari/Tanggal: Rabu, 31 Desember 2025.
Bandar Lampung, Gnotif. Com – Kepedulian dan kehadiran negara melalui institusi Kepolisian Republik Indonesia kembali dirasakan langsung oleh masyarakat. Tim SAR Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Lampung menunjukkan respons cepat dan sigap dalam membantu warga yang terdampak bencana tanah longsor di Jalan Hayam Wuruk Gang Macan, Kelurahan Kebun Jeruk, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (31/12/2025).
Bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan padat penduduk tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga tertimbun material tanah, bebatuan, serta puing-puing bangunan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi warga sekitar, mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi kejadian tersebut, Polda Lampung melalui Satuan Brimob langsung mengerahkan Tim SAR Batalyon A Pelopor untuk melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, serta memastikan keselamatan warga. Langkah cepat ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjalankan tugas kemanusiaan di tengah masyarakat.
20 Personel SAR Dikerahkan Sejak Pagi Hari
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa sebanyak 20 personel Siaga SAR Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Lampung diterjunkan sejak pagi hari untuk menangani dampak bencana tersebut.
“Personel Tim SAR Batalyon A Pelopor diterjunkan sejak pukul 07.00 WIB untuk melakukan pengecekan lokasi serta membantu evakuasi rumah warga yang terdampak tanah longsor. Kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah,” ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.
Menurutnya, kehadiran personel Brimob di lokasi tidak hanya bertujuan untuk melakukan pembersihan material longsor, tetapi juga memberikan rasa aman dan menenangkan warga yang terdampak secara psikologis.
Apel Pemberangkatan dan Pengecekan Lokasi
Sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana, seluruh personel Tim SAR terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Abdul Karim. Apel tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, perlengkapan, serta pembagian tugas secara jelas dan terkoordinasi.
Setibanya di lokasi kejadian, tim kembali melaksanakan apel pengecekan guna memetakan kondisi lapangan, menentukan titik-titik rawan, serta menyusun strategi evakuasi dan pembersihan material longsor agar berjalan aman dan efektif.
“Koordinasi di lapangan menjadi kunci utama. Kami memastikan seluruh personel memahami tugasnya masing-masing serta mengutamakan keselamatan, baik bagi petugas maupun warga,” jelas Kombes Pol Yuni.
Peralatan SAR Lengkap Dikerahkan
Dalam proses evakuasi dan pembersihan, Tim SAR Batalyon A Pelopor menggunakan berbagai perlengkapan SAR standar, seperti helm pelindung, sekop, cangkul, palu, sepatu boots, serta peralatan pendukung lainnya.
Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan timbunan tanah, bebatuan, dan material bangunan yang menutupi akses rumah warga. Selain itu, personel juga melakukan pengecekan struktur bangunan untuk memastikan tidak ada risiko runtuh yang dapat membahayakan penghuni maupun petugas.
“Personel fokus membersihkan material longsor serta memastikan kondisi rumah warga aman. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan kegiatan,” kata Yuni.
Sinergi dengan Warga dan Aparat Setempat
Selain melibatkan personel Brimob, kegiatan evakuasi juga dilakukan dengan melibatkan warga sekitar dan aparat kelurahan setempat. Sinergi ini dinilai sangat penting untuk mempercepat proses pembersihan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Warga terlihat bahu-membahu membantu personel SAR, mulai dari memindahkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan hingga membersihkan lingkungan sekitar rumah yang terdampak.
Salah seorang warga setempat mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Tim SAR Brimob. Menurutnya, tanpa bantuan aparat, proses pembersihan material longsor akan memakan waktu lama dan berisiko tinggi.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak Brimob yang sejak pagi sudah membantu kami. Kehadiran mereka membuat kami merasa lebih aman,” ungkap seorang warga.
Tidak Ada Kejadian Menonjol Selama Evakuasi
Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun memastikan bahwa selama proses evakuasi berlangsung, tidak ditemukan kejadian menonjol. Seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar sesuai dengan prosedur keselamatan.
Hingga siang hari, kegiatan pembersihan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa material longsor yang berpotensi membahayakan warga sekitar, terutama jika hujan kembali turun.
“Kami pastikan kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” tegasnya.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Di akhir keterangannya, Kabid Humas Polda Lampung mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama di musim penghujan seperti sekarang. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditangani,” ujar Yuni, yang juga merupakan mantan Kapolres Metro.
Imbauan ini menjadi penting mengingat kondisi geografis Bandar Lampung yang memiliki sejumlah wilayah dengan kontur tanah labil dan rawan longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Komitmen Polri dalam Tugas Kemanusiaan
Kegiatan evakuasi ini menjadi salah satu bentuk nyata peran Polri dalam menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana.
Melalui Satuan Brimob yang memiliki kemampuan SAR dan penanggulangan bencana, Polda Lampung terus berupaya memberikan respons cepat dan profesional dalam setiap situasi darurat.
Langkah ini sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Harapan Pemulihan dan Keselamatan Warga
Dengan dilakukannya evakuasi dan pembersihan material longsor, diharapkan warga terdampak dapat segera kembali beraktivitas secara normal. Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga diharapkan dapat melakukan langkah-langkah lanjutan, seperti pendataan kerusakan dan upaya mitigasi bencana.
Kehadiran Tim SAR Brimob Lampung dalam peristiwa ini menjadi simbol kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus pengingat bahwa sinergi antara aparat dan warga merupakan kunci utama dalam menghadapi dan mengatasi bencana.
Polri, khususnya Polda Lampung, menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.
Editor Redaksi Gnotif. Com


0 Komentar