Berita

Breaking News

Yonif TP 806/SI Bersama Forkopimda Kabupaten Sorong Laksanakan Panen Padi: Sinergi TNI dan Pemda Perkuat Ketahanan serta Kemandirian Pangan

Aimas, Kabupaten Sorong, Gnotif. Com – Upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan panen padi bersama yang dilaksanakan oleh Yonif TP 806/SI bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sorong dan masyarakat, bertempat di lahan pertanian SP 2 Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Jumat (2/1/2026).

Kegiatan panen padi ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Daerah, serta masyarakat dalam membangun sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan. Kehadiran unsur Forkopimda dan partisipasi aktif masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan pertanian tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan komitmen bersama.

Panen padi tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Sorong, H. Ahmad Sutedjo, S.Pd., unsur Forkopimda Kabupaten Sorong, Komandan Yonif TP 806/SI Letkol Inf Handi Wibowo, S.I.Kom., prajurit Yonif TP 806/SI, Kelompok Tani Numpang Sari, serta masyarakat Distrik Mariat yang selama ini berperan aktif dalam pengelolaan lahan pertanian.

Momentum Kebersamaan dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Suasana kebersamaan tampak jelas saat proses panen padi dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kabupaten Sorong bersama Komandan Yonif TP 806/SI dan perwakilan kelompok tani. Hamparan padi yang telah menguning menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, kedisiplinan, serta sinergi yang terbangun mampu menghasilkan capaian positif bagi masyarakat.

Panen padi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mencerminkan keberhasilan pemanfaatan lahan produktif yang dikelola secara bersama-sama. Lahan pertanian yang sebelumnya kurang optimal kini mampu memberikan hasil signifikan berkat pendampingan, pembinaan, serta dukungan dari berbagai pihak.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran strategis TNI dalam mendukung pembangunan non-militer, khususnya di sektor pertanian. Melalui pendekatan teritorial, TNI hadir di tengah masyarakat untuk memberikan motivasi, pendampingan, dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi petani.

Letkol Inf Handi Wibowo: Panen Padi Simbol Kerja Keras dan Kemandirian

Pada kesempatan tersebut, Komandan Yonif TP 806/SI Letkol Inf Handi Wibowo, S.I.Kom., menyampaikan bahwa panen padi ini merupakan simbol dari kerja keras, kebersamaan, serta semangat kemandirian pangan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan panen ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat dan kelompok tani yang dengan tekun mengelola lahan pertanian.

“Panen padi ini adalah hasil nyata dari sinergi yang terbangun antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ini menjadi simbol bahwa dengan kebersamaan dan kerja keras, kita mampu mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Letkol Inf Handi Wibowo.

Ia menegaskan bahwa Yonif TP 806/SI akan terus mendukung pemanfaatan lahan produktif serta pembinaan pertanian secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tugas TNI dalam pembinaan teritorial serta kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah.

Hasil Panen Capai 25 Ton dari Lahan 10 Hektare

Dari lahan pertanian seluas kurang lebih 10 hektare yang dikelola di Desa Numpang Sari, Kabupaten Sorong, panen padi kali ini menghasilkan sekitar 25 ton gabah. Capaian tersebut menunjukkan potensi besar sektor pertanian di wilayah Kabupaten Sorong apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Hasil panen ini menjadi kabar menggembirakan bagi para petani dan pemerintah daerah, mengingat sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan dan ekonomi masyarakat. Dengan hasil yang cukup signifikan, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat cadangan pangan daerah.

Kelompok Tani Numpang Sari sebagai pengelola lahan mengaku sangat terbantu dengan pendampingan yang dilakukan oleh Yonif TP 806/SI. Kehadiran prajurit TNI di lapangan memberikan motivasi tambahan serta meningkatkan semangat gotong royong dalam mengelola lahan pertanian.

Peran TNI dalam Mendukung Pembangunan Pertanian

Keterlibatan TNI dalam sektor pertanian merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan nasional melalui ketahanan pangan. TNI, khususnya melalui satuan teritorial dan satuan tugas di daerah, aktif mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif.

Yonif TP 806/SI tidak hanya terlibat dalam proses panen, tetapi juga mendampingi masyarakat sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara TNI dan masyarakat.

Menurut Letkol Inf Handi Wibowo, ketahanan pangan merupakan bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, TNI memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta mendukung upaya pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan.

Apresiasi Wakil Bupati Kabupaten Sorong

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Sorong, H. Ahmad Sutedjo, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI, khususnya Yonif TP 806/SI, atas keterlibatan aktif dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Ia menilai bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam membangkitkan kembali sektor pertanian di Kabupaten Sorong.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yonif TP 806/SI. Keterlibatan TNI dalam sektor pertanian memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat dan menjadi contoh sinergi yang patut dipertahankan,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus mendukung program-program ketahanan pangan melalui kebijakan yang berpihak kepada petani, peningkatan sarana dan prasarana pertanian, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Ketahanan Pangan sebagai Pilar Pembangunan Daerah

Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan secara mandiri, daerah akan memiliki ketahanan sosial dan ekonomi yang lebih kuat.

Kabupaten Sorong memiliki potensi besar di sektor pertanian, baik dari segi luas lahan maupun sumber daya alam. Melalui pengelolaan yang tepat dan dukungan lintas sektor, potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan panen padi bersama ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian, sekaligus mendorong generasi muda agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian.

Harapan Keberlanjutan Program Pertanian

Yonif TP 806/SI berharap pemanfaatan lahan produktif dan pembinaan pertanian dapat dilakukan secara berkelanjutan. Program pertanian yang berkesinambungan diyakini mampu memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Sinergi yang telah terbangun antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus dipelihara dan ditingkatkan. Dengan kerja sama yang solid, berbagai tantangan di sektor pertanian dapat dihadapi bersama.

Panen padi di Desa Numpang Sari ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghasilkan capaian nyata. Ke depan, diharapkan semakin banyak lahan pertanian yang dikelola secara optimal demi mendukung kemandirian pangan daerah.

Penutup

Kegiatan panen padi bersama Yonif TP 806/SI dan Forkopimda Kabupaten Sorong ini menjadi gambaran nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui kebersamaan, kerja keras, dan komitmen bersama, ketahanan dan kemandirian pangan bukan sekadar wacana, melainkan dapat diwujudkan secara nyata.

Dengan hasil panen mencapai sekitar 25 ton dari lahan 10 hektare, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi pertanian. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terbukti mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

(Pendam XVIII/Ksr)

Editor Redaksi Gnotif. Com

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif