Anggota Koramil 412-04/Kotabumi Evakuasi Jenazah Warga Gapura yang Tenggelam di Sungai Way Sesah

LAMPUNG UTARA, (Gnotif.com) – Setelah melalui proses pencarian intensif selama tiga hari berturut-turut, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan MP (58), warga Jalan Dahlia, Kelurahan Gapura, Kabupaten Lampung Utara, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Way Sesah. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu pagi (28/02/2026) sekitar pukul 09.15 WIB.

Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Upaya pencarian yang dilakukan sejak Kamis malam menunjukkan kerja keras dan sinergi berbagai unsur, mulai dari TNI, BPBD, Damkar, Basarnas, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu menyisir aliran sungai demi menemukan korban.

Kronologi Awal Kejadian

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban MP dilaporkan hilang pada Kamis malam setelah diduga terjatuh dan tenggelam di Sungai Way Sesah. Kejadian tersebut pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat korban berada di sekitar bantaran sungai sebelum akhirnya tidak terlihat lagi.

Keluarga yang merasa khawatir langsung melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi. Namun karena kondisi gelap dan arus sungai yang cukup deras, pencarian tidak membuahkan hasil. Laporan kemudian diteruskan kepada aparat setempat untuk mendapatkan bantuan.

Mendapat laporan tersebut, unsur TNI melalui Koramil 412-04/Kotabumi, BPBD Lampung Utara, serta pihak terkait segera melakukan respons cepat dengan mendatangi lokasi dan memulai pencarian awal meski kondisi malam hari cukup menyulitkan.

Pencarian Intensif Sejak Kamis Malam

Sejak malam pertama kejadian, pencarian dilakukan secara manual dengan menyisir tepian sungai menggunakan penerangan seadanya. Arus Sungai Way Sesah yang relatif deras serta banyaknya ranting dan semak di sekitar aliran menjadi kendala utama.

Pada hari kedua, pencarian diperluas dengan melibatkan lebih banyak personel serta peralatan pendukung. Penyisiran dilakukan dari titik awal korban diduga tenggelam hingga beberapa ratus meter ke arah hilir.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, korban belum juga ditemukan hingga memasuki hari ketiga. Namun semangat tim gabungan tidak surut demi memberikan kepastian bagi keluarga korban.

Operasi SAR Hari Ketiga Diperluas

Memasuki hari ketiga pada Sabtu (28/02/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, operasi SAR dilanjutkan dengan skala yang lebih besar. Sebanyak 12 personel Koramil 412-04/Kotabumi Kodim 0412/LU yang dipimpin oleh Bati Tuud diterjunkan langsung ke lokasi.

Selain itu, 15 personel BPBD Lampung Utara, 10 personel Damkar, serta 5 personel Basarnas Tulang Bawang Barat turut memperkuat pencarian. Kehadiran masyarakat sekitar juga sangat membantu, terutama dalam memberikan informasi kondisi medan dan titik-titik rawan.

Koordinasi dilakukan secara terpusat untuk membagi sektor pencarian agar lebih efektif. Strategi penyisiran dirancang dengan mempertimbangkan kondisi arus, kedalaman air, serta potensi lokasi korban tersangkut.

Pembagian Tim dan Strategi Pencarian

Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi dua kelompok utama. Tim pertama menggunakan perahu LCR (Landing Craft Rubber) untuk menyisir sepanjang aliran sungai hingga ke arah muara. Penyisiran dilakukan secara perlahan sambil memperhatikan setiap celah di antara ranting dan bambu.

Sementara itu, tim kedua difokuskan sebagai tim penyelam yang bertugas mencari di sekitar titik awal korban dilaporkan tenggelam. Area tersebut menjadi prioritas karena kemungkinan korban tersangkut di sekitar pusaran arus.

Kondisi medan yang dipenuhi ranting bambu dan kayu-kayu hanyut mengharuskan tim bekerja ekstra hati-hati. Selain menjaga keselamatan personel, mereka juga harus memastikan proses pencarian berlangsung maksimal.

Korban Ditemukan 200 Meter dari Lokasi Awal

Pada pukul 09.15 WIB, kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil. Jasad MP ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam. Korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di ranting-ranting bambu yang berada di tengah aliran sungai.

Penemuan tersebut langsung dikonfirmasi oleh tim di lapangan dan diinformasikan kepada seluruh unsur yang terlibat. Suasana haru dan duka menyelimuti lokasi penemuan, terutama bagi keluarga korban yang telah menanti kepastian selama tiga hari.

Proses Evakuasi yang Penuh Kehati-hatian

Setelah ditemukan, tim gabungan segera melakukan proses evakuasi dengan sangat hati-hati. Kondisi arus dan posisi jasad yang tersangkut di tengah aliran mengharuskan tim menggunakan teknik khusus agar evakuasi berjalan aman.

Personel TNI bersama Basarnas dan BPBD bekerja sama mengevakuasi jenazah menggunakan perahu karet. Proses ini berlangsung dengan penuh kehati-hatian untuk menjaga kondisi jenazah serta keselamatan tim.

Setelah berhasil diangkat ke tepi sungai, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.M. Ryacudu Kotabumi.

Proses Visum dan Penyerahan kepada Keluarga

Di RSUD H.M. Ryacudu Kotabumi, jenazah MP menjalani proses Visum Et Repertum sebagai bagian dari prosedur medis dan administrasi resmi. Proses ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian serta melengkapi dokumen sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.

Pihak keluarga yang mendampingi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan kerja keras selama proses pencarian.

Sinergi Lintas Instansi dan Kepedulian Sosial

Keberhasilan menemukan korban dalam waktu tiga hari menunjukkan sinergi yang solid antara Koramil 412-04/Kotabumi, BPBD Lampung Utara, Damkar, Basarnas Tulang Bawang Barat, serta masyarakat.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam situasi darurat seperti ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada rakyat. Kolaborasi yang baik antarinstansi mempercepat proses pencarian dan meminimalkan hambatan di lapangan.

Imbauan Kewaspadaan kepada Masyarakat

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika arus sedang deras akibat hujan.

Masyarakat diimbau agar tidak beraktivitas sendirian di bantaran sungai dan selalu memperhatikan faktor keselamatan. Edukasi tentang risiko perairan perlu terus disosialisasikan guna mencegah kejadian serupa.

Duka dan Refleksi Bersama

Kepergian MP meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Kelurahan Gapura. Musibah ini menjadi refleksi bersama bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan prosesi yang berlaku.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan saling menjaga keselamatan di lingkungan sekitar.

(*)

Redaksi