Press Release Nomor: 31/ II/ HUM.6.1.1./ 2026/ Bihumas
Hari/Tanggal: Jumat, 6 Februari 2026
LAMPUNG (Gnotif.com)– Suasana siang itu terasa berbeda di halaman Panti Asuhan Kasih Nusantara, Way Dadi Baru, Kota Bandar Lampung. Mentari yang bersinar terik seolah tak mampu mengalahkan hangatnya kebersamaan yang terjalin antara anak-anak asuh asal Papua dengan jajaran Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Lampung. Tawa riang, sapaan penuh keakraban, serta tatapan mata penuh harapan menjadi saksi sebuah perjumpaan yang bukan sekadar kunjungan dinas, melainkan ruang pertemuan hati yang sarat makna kemanusiaan.
Kamis (5/2/2026) itu, rombongan Ditbinmas Polda Lampung yang dipimpin langsung oleh Direktur Pembinaan Masyarakat, Kombespol A.F. Indra Napitupulu, S.I.K., M.Si., hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan moril kepada anak-anak Papua yang tengah menempuh pendidikan di tanah perantauan. Kunjungan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri, khususnya Polda Lampung, terhadap pembinaan generasi muda, termasuk anak-anak dari wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang sedang berjuang meraih masa depan lebih baik.
Hangatnya Sambutan Anak-Anak Papua
Setibanya rombongan Ditbinmas di lokasi, anak-anak asuh menyambut dengan senyum lebar dan penuh antusias. Beberapa dari mereka tampak malu-malu, sementara yang lain dengan percaya diri langsung menyapa para tamu. Gelak tawa pecah saat perkenalan berlangsung, mencairkan suasana dan menghapus jarak antara aparat kepolisian dengan anak-anak yang berasal dari pelosok pegunungan Papua.
Di balik senyum itu, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan hidup, rindu kampung halaman, serta tekad untuk mengubah nasib melalui pendidikan. Bagi sebagian anak, Lampung bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua tempat mereka menemukan keluarga baru, sahabat, dan para pengasuh yang dengan tulus membimbing mereka.
Kehadiran jajaran Polda Lampung menjadi semacam penguat moral, bahwa apa yang mereka jalani tidaklah sia-sia. Bahwa ada banyak pihak yang peduli dan siap mendukung langkah-langkah kecil mereka menuju masa depan yang lebih cerah.
Sejarah dan Perjuangan Panti Asuhan Kasih Nusantara
Ketua Yayasan Panti Asuhan Kasih Nusantara, Pdt Murniman Zendrato, dalam sambutannya menceritakan perjalanan panjang panti asuhan yang ia kelola. Panti ini berdiri sejak tahun 2007, berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya anak-anak dari daerah terpencil, khususnya Papua, yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Menurut Pdt Murniman, sejak awal berdiri, panti ini memiliki misi sosial dan kemanusiaan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak Papua agar dapat mengenyam pendidikan yang layak. Hingga saat ini, sekitar 35 anak asuh tinggal dan belajar di panti tersebut, dengan mayoritas berasal dari wilayah pegunungan Papua yang dikenal memiliki tantangan geografis dan sosial yang tidak ringan.
“Kami hidup dari uluran tangan para sukarelawan dan para donatur yang dengan tulus membantu. Banyak pihak yang datang, memberikan waktu, tenaga, bahkan materi demi keberlangsungan pendidikan anak-anak di sini,” tutur Pdt Murniman dengan suara bergetar penuh rasa syukur.
Ia juga menjelaskan bahwa anak-anak di panti asuhan ini menempuh pendidikan melalui berbagai jalur, mulai dari sekolah formal, pendidikan nonformal, hingga homeschooling bagi mereka yang membutuhkan metode belajar khusus. Pendekatan ini dilakukan agar setiap anak dapat berkembang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.
“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi. Tugas kami adalah mendampingi, membimbing, dan menyediakan lingkungan yang kondusif agar potensi itu bisa tumbuh,” tambahnya.
Dirbinmas Polda Lampung: Papua Selalu di Hati
Dalam kesempatan tersebut, Kombespol A.F. Indra Napitupulu memperkenalkan diri dengan cara yang berbeda. Ia tidak hanya datang sebagai pejabat kepolisian, tetapi juga sebagai seseorang yang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Papua.
Dengan nada penuh haru, ia menceritakan bahwa dirinya pernah menghabiskan hampir delapan tahun bertugas dan hidup di Papua. Pengalaman tersebut, menurutnya, bukan sekadar bagian dari perjalanan karier, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan pandangan hidupnya.
“Saya sengaja datang bertemu kalian karena Papua selalu punya tempat khusus di hati saya. Saya pernah tinggal di sana, melihat langsung kehidupan masyarakat, merasakan ketulusan, dan menyaksikan betapa kuatnya semangat anak-anak Papua,” ungkap Indra.
Baginya, pertemuan ini seperti pulang ke kenangan yang penuh makna. Wajah-wajah anak Papua di hadapannya mengingatkannya pada semangat juang yang ia lihat bertahun-tahun lalu di tanah Cenderawasih.
Pesan Pendidikan dan Harapan Masa Depan
Dalam suasana yang penuh keakraban, Kombespol Indra menyampaikan pesan-pesan penting terkait pendidikan dan masa depan. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk membuka pintu perubahan, baik bagi individu maupun bagi daerah asal mereka.
“Papua adalah daerah yang sangat kaya, baik dari segi alam, budaya, maupun sumber daya manusia. Namun, masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak. Kalian yang ada di sini adalah harapan. Kalian adalah generasi yang kelak akan kembali membangun Papua,” katanya dengan penuh semangat.
Ia mengajak anak-anak untuk tidak pernah menyerah pada keadaan. Meski jauh dari keluarga dan kampung halaman, ia menegaskan bahwa perjuangan yang mereka lakukan hari ini akan menjadi bekal berharga di masa depan.
“Belajarlah sungguh-sungguh, kejarlah cita-cita setinggi mungkin. Jangan pernah merasa rendah diri. Kalian memiliki potensi besar. Suatu hari nanti, Papua membutuhkan kalian untuk maju,” ujarnya sambil menatap satu per satu anak-anak yang menyimak dengan mata berbinar.
Pesan Kamtibmas dan Pembinaan Karakter
Selain soal pendidikan, Dirbinmas Polda Lampung juga menyampaikan pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengingatkan anak-anak untuk selalu menjaga diri dan lingkungan sekitar dari berbagai pengaruh negatif.
“Tetap jaga kamtibmas di sekitar kalian. Jangan menjadi pemicu masalah. Jauhi miras, narkoba, judi, dan segala perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Menurut Indra, masa depan yang besar selalu dimulai dari pilihan-pilihan kecil hari ini. Disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan untuk mengatakan tidak pada hal-hal negatif merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun sikap saling menghormati, menjaga persatuan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. “Kalian adalah bagian dari Indonesia. Di mana pun kalian berada, tetaplah membawa nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan cinta tanah air,” tambahnya.
Peran Polri dalam Pembinaan Generasi Muda
Kunjungan Ditbinmas Polda Lampung ke Panti Asuhan Kasih Nusantara juga mencerminkan peran Polri yang tidak hanya bertugas dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pembinaan masyarakat, khususnya generasi muda.
Direktorat Pembinaan Masyarakat memiliki tugas strategis dalam membangun kesadaran hukum, menanamkan nilai-nilai disiplin, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Melalui kegiatan seperti ini, Polri hadir sebagai sahabat masyarakat, sebagai mitra yang siap mendengarkan, mendampingi, dan memberikan motivasi. Pendekatan humanis ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Kami ingin anak-anak melihat polisi bukan sebagai sosok yang menakutkan, tetapi sebagai kakak, orang tua, dan sahabat yang peduli dengan masa depan mereka,” ujar salah satu perwakilan Ditbinmas yang turut hadir.
Doa Bersama dan Penutup yang Penuh Makna
Silaturahmi tersebut ditutup dengan doa bersama. Anak-anak, para pengasuh, serta jajaran Ditbinmas Polda Lampung berdiri dalam satu lingkaran, memanjatkan doa untuk kesehatan, keselamatan, serta masa depan yang lebih baik.
Dalam suasana hening dan khidmat, doa-doa dipanjatkan untuk Papua, untuk Indonesia, dan untuk setiap anak yang sedang berjuang meraih cita-cita. Momen ini menjadi simbol bahwa di tengah perbedaan latar belakang, semua disatukan oleh harapan dan kepedulian.
Setelah doa, acara dilanjutkan dengan obrolan ringan, foto bersama, serta interaksi personal antara rombongan Ditbinmas dan anak-anak asuh. Beberapa anak tampak bercerita tentang cita-cita mereka—ada yang ingin menjadi guru, perawat, polisi, pendeta, hingga insinyur.
Bagi anak-anak Papua di Panti Asuhan Kasih Nusantara, kunjungan ini bukan sekadar agenda kamtibmas atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri. Ada tangan-tangan yang mau merangkul, ada hati-hati yang peduli, dan ada harapan yang terus disemai.
Dari Lampung untuk Papua: Menyemai Harapan Bangsa
Kisah pertemuan ini menjadi gambaran kecil dari semangat kebhinekaan dan persatuan Indonesia. Dari Lampung, pesan kasih dan kepedulian dikirimkan untuk Papua. Dari Panti Asuhan Kasih Nusantara, harapan-harapan kecil ditumbuhkan untuk masa depan bangsa.
Melalui pendidikan, pembinaan karakter, dan dukungan moral, anak-anak Papua ini diharapkan kelak akan kembali ke tanah kelahiran mereka sebagai generasi yang terdidik, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan.
Seperti yang disampaikan Kombespol A.F. Indra Napitupulu, “Apa yang kalian lakukan hari ini, sekecil apa pun, akan menentukan masa depan kalian. Teruslah bermimpi, teruslah berjuang, dan jangan pernah lupa bahwa kalian adalah harapan Papua dan harapan Indonesia.”
Dengan semangat itu, silaturahmi ini pun berakhir. Namun, pesan dan kehangatan yang terjalin di Panti Asuhan Kasih Nusantara akan terus hidup dalam ingatan—sebagai bukti bahwa kepedulian, cinta tanah air, dan kemanusiaan tidak mengenal jarak. Dari Lampung, untuk Papua. Dari hari ini, untuk masa depan Indonesia. (*)
Redaksi Gnotif.com


