Kotabumi, Lampung Utara (Gnotif.com) – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Jalan utama Kecamatan Kotabumi Utara, yakni Jalan Tanjung Anom yang berada di wilayah Desa Madukoro, serta jalan penghubung menuju Desa Talang Jali, dilaporkan mengalami kerusakan parah dan telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa adanya perbaikan menyeluruh dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.
Pada Kamis (12/2/2026), pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Aspal banyak yang terkelupas, lubang besar menganga di sejumlah titik, serta badan jalan yang bergelombang dan rawan tergenang air saat musim hujan. Kondisi tersebut membuat pengendara, baik roda dua maupun roda empat, harus ekstra berhati-hati saat melintas.
Ironisnya, jalan tersebut merupakan jalur utama yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, pegawai kecamatan, perangkat desa, serta warga yang memiliki kepentingan pemerintahan dan ekonomi di wilayah Kotabumi Utara. Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret dan berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut secara permanen.
Rusak Puluhan Tahun, Warga Sebut Hanya Tambal Sulam
Sejumlah warga Desa Madukoro dan Desa Talang Jali mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini bukan terjadi dalam waktu singkat. Menurut mereka, kondisi rusak telah berlangsung selama puluhan tahun dan hanya dilakukan perbaikan sementara berupa tambal sulam, yang tidak mampu bertahan lama.
“Kalau dihitung, sudah lebih dari 20 tahun jalan ini rusak. Pernah diperbaiki, tapi cuma ditambal. Tidak lama, rusak lagi. Bahkan sekarang lebih parah,” ujar salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
Warga menilai bahwa pola perbaikan yang tidak menyeluruh hanya membuang anggaran tanpa memberikan solusi jangka panjang. Mereka berharap pemerintah daerah melakukan perbaikan total dengan kualitas yang baik, agar jalan dapat digunakan dalam waktu lama dan tidak cepat rusak kembali.
Jalur Utama Pelajar dan Aparatur Pemerintahan
Jalan Tanjung Anom dan penghubung Desa Talang Jali merupakan jalur utama yang setiap hari dilalui oleh ratusan pengguna jalan. Anak-anak sekolah, guru, pegawai kecamatan, perangkat desa, serta masyarakat umum menjadikan jalan ini sebagai akses utama menuju sekolah, kantor kecamatan, kantor desa, dan pusat aktivitas lainnya.
Kondisi jalan yang rusak parah sangat mempengaruhi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Para orang tua mengaku khawatir dengan keselamatan anak-anak mereka yang harus melewati jalan berlubang dan tidak rata setiap hari.
“Anak-anak sekolah lewat sini setiap hari. Kalau hujan, lubangnya tertutup air. Bahaya sekali, bisa jatuh,” kata seorang warga dengan nada khawatir.
Selain itu, para pegawai kecamatan dan desa juga mengeluhkan kondisi tersebut karena menghambat kelancaran pelayanan publik. Jalan yang rusak membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dan meningkatkan risiko keterlambatan dalam menjalankan tugas.
Dampak Serius Terhadap Aktivitas Ekonomi
Kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan dan pemerintahan, tetapi juga memberikan efek domino terhadap perekonomian masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, perdagangan, dan usaha kecil yang membutuhkan akses jalan yang layak untuk distribusi barang dan jasa.
Petani mengaku kesulitan mengangkut hasil panen karena kendaraan sering mengalami kendala saat melintasi jalan yang rusak. Kondisi ini menyebabkan biaya operasional meningkat dan potensi kerugian akibat keterlambatan distribusi hasil panen.
“Kalau jalannya bagus, kami bisa lebih cepat mengangkut hasil panen. Sekarang, kadang motor atau mobil susah lewat, apalagi kalau hujan,” ungkap seorang petani setempat.
Pedagang kecil juga merasakan dampak serupa. Akses yang sulit membuat pasokan barang menjadi tidak lancar, yang pada akhirnya mempengaruhi pendapatan mereka.
Keluhan Warga yang Tak Kunjung Ditanggapi
Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan dan usulan perbaikan jalan melalui berbagai forum, mulai dari musyawarah desa, rapat kecamatan, hingga laporan kepada instansi terkait di tingkat kabupaten. Namun, hingga kini, hasil yang dirasakan masih jauh dari harapan.
Beberapa warga bahkan menilai bahwa wilayah mereka seolah luput dari perhatian pemerintah daerah, meskipun jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pemerintahan dan masyarakat.
“Kami sudah sering mengusulkan, tapi belum ada realisasi yang benar-benar serius. Yang ada hanya janji atau tambal sulam,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Risiko Kecelakaan dan Kerusakan Kendaraan
Kondisi jalan yang rusak parah meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Lubang besar, permukaan jalan yang tidak rata, serta genangan air menjadi faktor utama yang dapat menyebabkan pengendara kehilangan kendali.
Selain risiko kecelakaan, kerusakan jalan juga menyebabkan kerusakan kendaraan, seperti ban bocor, velg bengkok, hingga kerusakan pada sistem suspensi. Hal ini tentu menambah beban ekonomi bagi masyarakat.
“Sudah sering ban bocor karena kena lubang. Ini jelas merugikan kami sebagai pengguna jalan,” keluh seorang pengendara.
Desakan kepada Pemkab Lampung Utara
Masyarakat Kotabumi Utara secara tegas mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk segera mengambil langkah konkret dan serius dalam memperbaiki Jalan Tanjung Anom dan penghubung Desa Talang Jali.
Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi menunda-nunda perbaikan, mengingat jalan tersebut merupakan jalur vital yang menyangkut keselamatan, pendidikan, pelayanan publik, dan perekonomian masyarakat.
Desakan ini juga menjadi bentuk aspirasi masyarakat agar pembangunan infrastruktur dilakukan secara merata dan adil, tanpa mengesampingkan wilayah-wilayah yang berada di luar pusat kota.
Infrastruktur Sebagai Kunci Pembangunan Daerah
Infrastruktur jalan merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan daerah. Jalan yang layak akan memperlancar mobilitas, meningkatkan akses terhadap layanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam konteks Kabupaten Lampung Utara, perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kotabumi Utara diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan yang berorientasi pada pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah menjadikan perbaikan jalan ini sebagai prioritas, mengingat dampaknya yang sangat luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Harapan Masyarakat untuk Perubahan Nyata
Masyarakat Desa Madukoro dan Desa Talang Jali berharap agar keluhan ini dapat menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Mereka menginginkan adanya perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar janji atau perbaikan sementara.
Perbaikan yang menyeluruh dan berkualitas diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, serta mendukung kelancaran aktivitas pendidikan, pemerintahan, dan ekonomi.
“Kami hanya ingin jalan yang layak. Itu saja. Supaya anak-anak aman ke sekolah dan kami juga bisa bekerja dengan tenang,” pungkas seorang warga.
Penutup
Kondisi rusaknya Jalan Tanjung Anom di Desa Madukoro dan jalan penghubung menuju Desa Talang Jali di Kecamatan Kotabumi Utara merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian segera dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.
Kerusakan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa perbaikan menyeluruh menjadi cerminan perlunya komitmen yang lebih kuat dalam pembangunan infrastruktur daerah.
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret, sehingga persoalan yang telah lama dikeluhkan ini dapat segera terjawab dengan perbaikan nyata di lapangan, demi keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat Kotabumi Utara.
(Redaksi)



