Lampung Selatan — Menjelang Hari Raya Idulfitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat, jajaran Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) mengambil langkah strategis dengan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) Tim Sapu Bersih (Saber) Pangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya nyata untuk memastikan ketersediaan pangan hewani tetap aman, distribusi berjalan lancar, serta harga tetap stabil di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Sidak tersebut dilaksanakan pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB hingga selesai, berlokasi di fasilitas Rumah Potong Hewan milik PT Juang Jaya Abadi Alam yang berada di Kabupaten Lampung Selatan. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu pusat produksi daging terbesar di Provinsi Lampung yang memiliki peran penting dalam menjaga pasokan daging di wilayah Sumatera bagian selatan.
Sinergi Lintas Sektor dalam Pengawasan Pangan
Kegiatan sidak melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari unsur kepolisian, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Badan Pangan Nasional RI, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Dinas Peternakan Provinsi Lampung, serta Perum Bulog. Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Keterlibatan banyak pihak menunjukkan bahwa pengawasan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama terpadu agar setiap tahapan mulai dari produksi, distribusi, hingga penjualan dapat berjalan sesuai aturan dan standar yang berlaku.
Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi langkah preventif untuk mencegah potensi pelanggaran seperti penimbunan bahan pangan, manipulasi harga, maupun distribusi yang tidak sesuai standar keamanan pangan.
RPH Terbesar dengan Sistem Penggemukan Modern
Dari hasil pengecekan di lapangan, PT Juang Jaya Abadi Alam diketahui merupakan RPH terbesar di Provinsi Lampung dengan kapasitas produksi yang besar serta sistem manajemen yang modern. Perusahaan ini menjalankan program penggemukan sapi selama kurang lebih 90 hari dengan standar operasional yang ketat.
Sapi yang masuk ke fasilitas ini memiliki bobot awal sekitar 300 kilogram, kemudian melalui proses penggemukan intensif hingga mencapai berat antara 480 hingga 550 kilogram sebelum dipasarkan. Proses penggemukan dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap kualitas pakan, kebersihan kandang, serta kesehatan hewan.
Namun dalam kondisi tertentu, terutama ketika permintaan pasar meningkat tajam, sapi dapat dijual sebelum masa penggemukan selesai untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan.
Distribusi ke Berbagai Wilayah Strategis
Sapi hasil penggemukan dari RPH ini dipasarkan ke berbagai wilayah seperti Lampung, Banten, hingga Bandung. Distribusi yang luas ini menunjukkan bahwa Lampung memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga kebutuhan daging nasional.
Harga jual sapi hidup saat ini berada di kisaran Rp55.000 per kilogram, yang dinilai masih dalam kondisi stabil. Stabilitas harga ini menjadi indikator bahwa pasokan masih mencukupi dan distribusi berjalan dengan baik.
Pengawasan dari aparat dan instansi terkait diharapkan dapat memastikan distribusi tetap lancar serta terhindar dari praktik yang merugikan masyarakat.
Ketersediaan Stok Menjelang Idulfitri
Hasil sidak menunjukkan bahwa ketersediaan stok sapi menjelang Lebaran dipastikan dalam kondisi aman. Saat ini tercatat sebanyak 7.200 ekor sapi siap potong, sementara 14.000 ekor lainnya masih dalam tahap penggemukan.
Stok yang tersedia sebagian besar berasal dari pengadaan Oktober 2025 sehingga harga masih relatif stabil. Hal ini memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kebutuhan daging menjelang Idulfitri dapat terpenuhi tanpa kekhawatiran terjadi kelangkaan.
Meski demikian, pihak terkait juga mencatat adanya kenaikan harga sapi impor dari Australia pada Januari 2026 yang berpotensi mempengaruhi harga jual pada April mendatang. Oleh karena itu, pengawasan akan terus dilakukan secara intensif.
Peran Penting Pengawasan Terpadu
Kegiatan sidak Saber Pangan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok. Pengawasan terpadu dinilai penting untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan maupun permainan harga di tingkat distributor.
Polda Lampung menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh rantai distribusi berjalan sesuai aturan.
Langkah ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap masyarakat agar dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar dan kualitas yang terjamin.
Dampak Positif bagi Stabilitas Ekonomi
Stabilitas harga pangan memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan. Dengan harga yang stabil, daya beli masyarakat dapat terjaga sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik.
Ketersediaan stok yang mencukupi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha bahwa pemerintah hadir dalam menjaga stabilitas pasar.
Komitmen Menjaga Ketahanan Pangan
Polda Lampung bersama Badan Pangan Nasional RI menegaskan komitmen untuk terus melakukan pengawasan terpadu guna menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Lampung yang menjadi salah satu daerah strategis distribusi pangan.
Upaya ini tidak hanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Pemerintah juga akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi guna meningkatkan efektivitas pengawasan.
Peran Aktif Stakeholder
Keberhasilan menjaga stabilitas pangan tidak terlepas dari peran seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, hingga masyarakat. Sinergi yang kuat menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Pelaku usaha diharapkan tetap mematuhi regulasi serta menjaga kualitas produk demi kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dengan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kelangkaan.
Situasi Aman dan Kondusif
Secara umum, hasil sidak menunjukkan kondisi ketersediaan pangan hewani masih mencukupi dan situasi berlangsung aman serta kondusif. Tidak ditemukan indikasi pelanggaran yang signifikan selama kegiatan berlangsung.
Hal ini menjadi indikator bahwa sistem distribusi pangan di wilayah Lampung berjalan dengan baik dan terkendali.
Pengawasan yang berkelanjutan diharapkan dapat terus menjaga kondisi ini sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan tenang.
Penutup
Melalui kegiatan sidak Saber Pangan ini, Polda Lampung bersama Badan Pangan Nasional RI dan seluruh stakeholder terkait kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan stok, serta mencegah pelanggaran pangan.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjaga ketahanan pangan nasional.
Dengan sinergi yang solid antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan pelaku usaha, stabilitas pangan menjelang Idulfitri diharapkan dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.
Kegiatan pengawasan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan pangan yang berkualitas, aman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Humas Polda Lampung
Redaksi Gnotif



