Bandar Lampung, (Gnotif.com) — Upaya menjaga keamanan pangan terus diperkuat aparat penegak hukum di Wilayah Polda Lampung. Melalui jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Gelar pengawasan terhadap sektor pangan kembali dilakukan dengan memimpin inspeksi mendadak (sidak) Tim Sapu Bersih (Saber) terkait dugaan pelanggaran pangan di wilayah Bandar Lampung.
Sidak yang dipimpin oleh Polda Lampung ini menjadi bagian dari langkah strategis aparat dalam memastikan keamanan distribusi pangan serta kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi yang berlaku, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (20/02/2026) mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai di lokasi usaha rumah pemotongan hewan milik Z Beef Indonesia yang beralamat di Jalan Pisang Tanduk No. 51, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat.
Langkah Preventif Menjelang Idul Fitri
Peningkatan pengawasan pangan menjelang hari besar keagamaan merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas produk yang beredar di masyarakat. Permintaan daging sapi biasanya meningkat signifikan menjelang Idul Fitri sehingga pengawasan terhadap rumah pemotongan hewan menjadi prioritas utama.
Melalui sidak ini, aparat memastikan bahwa proses operasional berjalan sesuai standar kesehatan dan ketentuan perundang-undangan sehingga masyarakat dapat memperoleh produk yang aman dan layak konsumsi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk pencegahan terhadap potensi pelanggaran seperti distribusi daging yang tidak memenuhi standar, praktik ilegal, maupun pelanggaran administrasi lainnya.
Sinergi Lintas Instansi
Pengawasan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, antara lain , Badan Pangan Nasional RI, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Holtikultura Provinsi Lampung serta Dinas Peternakan Provinsi Lampung, Dan Bulog.
Kolaborasi lintas instansi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan sistem pengawasan pangan yang terintegrasi dan komprehensif. Setiap instansi memiliki peran penting sesuai bidangnya, mulai dari pengawasan kesehatan hewan hingga stabilitas distribusi pangan.
Sinergi ini juga menjadi bukti bahwa pengawasan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk memastikan hasil yang optimal.
Hasil Pemeriksaan di Lokasi
Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Z Beef Indonesia bergerak di bidang usaha Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dengan kepemilikan atas nama Tampan Sujarwadi.
Petugas menemukan sebanyak 12 ekor sapi jantan di lokasi dengan bobot rata-rata antara 400 hingga 550 kilogram. Kondisi hewan dinyatakan dalam keadaan baik dan siap untuk diproses sesuai prosedur.
Pemeriksaan juga mencakup fasilitas kandang, area pemotongan, kebersihan lingkungan, serta sistem pengelolaan limbah untuk memastikan seluruh proses memenuhi standar kesehatan dan sanitasi.
Selain itu, operasional didukung oleh tenaga kerja yang terdiri dari karyawan perempuan sebagai helper dan karyawan laki-laki sebagai steer yang bertugas dalam proses penggiringan sapi.
Proses Sidak Berjalan Aman dan Kondusif
Seluruh rangkaian kegiatan sidak berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Pihak pengelola memberikan kerja sama yang baik dengan memberikan akses kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Pemeriksaan dilakukan secara profesional dengan pendekatan humanis sehingga tidak mengganggu aktivitas operasional namun tetap memastikan seluruh aspek diperiksa secara detail.
Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan dapat dilakukan secara efektif tanpa menimbulkan konflik apabila didukung komunikasi yang baik antara aparat dan pelaku usaha.
Pentingnya Pengawasan Rumah Pemotongan Hewan
Rumah pemotongan hewan memiliki peran vital dalam rantai pasok pangan, khususnya dalam penyediaan daging yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan terhadap RPH perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Pengawasan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh proses pemotongan dilakukan sesuai standar kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah pemotongan.
Selain itu, sanitasi lingkungan dan pengelolaan limbah juga menjadi perhatian utama guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Menjamin Keamanan dan Kualitas Pangan
Keamanan pangan merupakan aspek penting yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Produk pangan yang tidak memenuhi standar dapat menimbulkan risiko kesehatan sehingga pengawasan menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.
Melalui sidak ini, aparat memastikan bahwa seluruh proses produksi dan distribusi daging dilakukan sesuai ketentuan sehingga kualitas produk tetap terjaga.
Langkah ini juga bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk pangan yang beredar di pasaran.
Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga
Selain memastikan kualitas produk, sidak juga bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga daging di pasaran. Menjelang Idul Fitri, permintaan daging biasanya meningkat sehingga diperlukan pengawasan untuk mencegah potensi penimbunan atau distribusi ilegal.
Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan pasokan tetap stabil dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Stabilitas pasokan dan harga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta mencegah gejolak ekonomi di sektor pangan.
Peran Satgas Pangan
Satgas Pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan pangan di Indonesia. Melalui kegiatan pengawasan, Satgas Pangan berupaya mencegah berbagai praktik pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat.
Kegiatan sidak menjadi salah satu langkah konkret dalam memastikan pelaku usaha mematuhi regulasi serta menjaga kualitas produk yang dihasilkan.
Keberadaan Satgas Pangan juga memberikan rasa aman bagi masyarakat karena adanya pengawasan yang berkelanjutan.
Kepatuhan Pelaku Usaha
Pelaku usaha di sektor pangan diharapkan dapat mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk standar kebersihan, kesehatan hewan, serta prosedur operasional yang sesuai regulasi.
Kepatuhan terhadap regulasi tidak hanya penting untuk menjaga kualitas produk tetapi juga untuk menjaga reputasi usaha serta kepercayaan konsumen.
Melalui pengawasan ini, diharapkan pelaku usaha semakin sadar akan pentingnya menjalankan usaha secara profesional dan bertanggung jawab.
Perlindungan Konsumen
Kegiatan sidak juga merupakan bagian dari upaya perlindungan konsumen agar masyarakat mendapatkan produk pangan yang aman, sehat, dan berkualitas.
Perlindungan konsumen menjadi prioritas utama dalam pengawasan pangan karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
Melalui pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pangan di pasaran dapat terus meningkat.
Pengawasan Berkelanjutan
Polda Lampung menegaskan bahwa kegiatan pengawasan pangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan terutama menjelang hari besar keagamaan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan aman dan berkualitas.
Pengawasan juga bertujuan mencegah potensi pelanggaran yang dapat mengganggu stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
Dukungan Masyarakat
Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung pengawasan pangan dengan melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan transparan.
Dengan kerja sama antara pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat, keamanan pangan dapat terus terjaga.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan sidak ini, diharapkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan semakin meningkat.
Pengawasan yang dilakukan juga diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi pangan yang lebih tertib, transparan, dan terintegrasi.
Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh produk pangan yang aman, sehat, dan berkualitas.
Penutup
Kegiatan sidak Saber Pangan yang dipimpin oleh Polda Lampung menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam menjaga keamanan pangan serta melindungi kepentingan masyarakat.
Melalui sinergi lintas instansi dan pengawasan yang berkelanjutan, stabilitas pasokan pangan diharapkan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dengan aman.
Langkah ini sekaligus menegaskan pentingnya kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi demi menciptakan sistem pangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (*)
Redaksi




