Tulang Bawang Barat, (Gnotif. Com) – Dalam rangka meningkatkan kesiapan personel serta memastikan pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau 2026 berjalan optimal, Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Senin (02/02/2026), di Aula Satya Arya Racana Mapolres Tulang Bawang Barat.
Kegiatan ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Ketupat Krakatau 2026”. Lat Pra Ops dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Tubaba, AKP Sainudin, serta diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU), perwira, Kapolsek jajaran, dan seluruh personel Polres Tubaba yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan operasi.
Lat Pra Ops ini menjadi tahapan krusial sebelum Operasi Keselamatan Krakatau 2026 resmi digelar di lapangan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh personel memahami tujuan, sasaran, serta mekanisme pelaksanaan operasi, sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Meningkatkan Profesionalitas dan Kesiapan Personel
Dalam sambutannya, AKP Sainudin yang mewakili Kapolres Tubaba AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa Lat Pra Ops memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalitas personel Polri, khususnya dalam menghadapi dinamika lalu lintas yang semakin kompleks.
Menurutnya, melalui Lat Pra Ops, seluruh personel diberikan pembekalan yang komprehensif, mulai dari pemahaman konsep operasi, sasaran prioritas, teknik bertindak di lapangan, hingga pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat.
"Lat Pra Ops ini digelar dengan tujuan agar seluruh personel mempunyai bekal, pemahaman, serta persepsi dan cara bertindak yang sama dalam melaksanakan Operasi Keselamatan Krakatau 2026. Dengan kesamaan persepsi ini, pelaksanaan operasi diharapkan berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan," ujar AKP Sainudin.
Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh intensitas penindakan, tetapi juga oleh kualitas pelayanan dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, sehingga tercipta kepercayaan publik terhadap Polri.
Operasi Digelar Selama 14 Hari
AKP Sainudin menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Krakatau 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 02 Februari hingga 15 Februari 2026. Selama periode tersebut, seluruh jajaran Polres Tubaba akan melaksanakan kegiatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara selektif dan proporsional.
"Operasi Keselamatan Krakatau 2026 ini akan berlangsung selama 14 hari, dengan sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, baik sebelum, pada saat, maupun pasca operasi," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dan Idul Fitri berpotensi meningkatkan volume kendaraan di jalan raya. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Cipta Kondisi Kamseltibcarlantas
Operasi Keselamatan Krakatau 2026 bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Tulang Bawang Barat.
Melalui operasi ini, Polres Tubaba berharap dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, mengurangi tingkat fatalitas korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.
AKP Sainudin menegaskan bahwa upaya cipta kondisi ini tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui pendekatan edukatif yang berkelanjutan kepada masyarakat.
"Oleh karena itu, seluruh personel harus siap siaga dan memahami tugas serta tanggung jawabnya masing-masing. Kita harus mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus penegak hukum yang profesional," ujarnya.
9 Sasaran Prioritas Operasi
Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Polres Tulang Bawang Barat menetapkan sembilan sasaran prioritas yang menjadi fokus utama, yaitu:
- Melawan arus lalu lintas.
- Pengendara di bawah umur atau tidak memiliki SIM.
- Melebihi batas kecepatan.
- Menggunakan telepon genggam saat berkendara.
- Mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
- Tidak menggunakan sabuk pengaman.
- Penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan.
- Pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm berstandar SNI.
- Penggunaan knalpot tidak sesuai standar atau tidak sesuai spesifikasi teknis.
Sembilan sasaran tersebut merupakan pelanggaran yang dinilai memiliki potensi besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
AKP Sainudin menjelaskan bahwa pelanggaran seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, serta mengemudi di bawah pengaruh alkohol merupakan faktor dominan yang sering menjadi penyebab kecelakaan dengan tingkat fatalitas yang tinggi.
Pendekatan Edukatif dan Humanis
Selain penegakan hukum, Operasi Keselamatan Krakatau 2026 juga menitikberatkan pada pendekatan edukatif dan humanis. Dalam Lat Pra Ops, para personel diingatkan untuk aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas.
"Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan ini, diharapkan kepada personel yang terlibat dapat melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat tentang Kamseltibcarlantas, baik melalui media sosial, media elektronik, maupun pemasangan banner. Edukasi ini penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat," kata AKP Sainudin.
Ia juga menekankan pentingnya sikap humanis bagi seluruh personel, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di lapangan.
"Saya berpesan kepada seluruh personel, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, agar selalu mengedepankan sikap humanis. Dengan pendekatan yang santun dan persuasif, masyarakat akan lebih mudah menerima dan mendukung pelaksanaan operasi ini," tambahnya.
Sinergi Menjelang Ops Ketupat Krakatau 2026
Lat Pra Ops Operasi Keselamatan Krakatau 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026, yang merupakan operasi besar dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri.
Melalui Operasi Keselamatan, diharapkan kondisi lalu lintas di wilayah Tulang Bawang Barat sudah lebih tertib dan kondusif sebelum memasuki masa puncak arus mudik. Dengan demikian, potensi terjadinya kemacetan dan kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Polres Tubaba berkomitmen untuk terus bersinergi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, serta stakeholder lainnya, guna mewujudkan sistem lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Imbauan Kepada Masyarakat
Melalui Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Polres Tulang Bawang Barat mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan Kamseltibcarlantas. Keselamatan di jalan raya bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan.
Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman, serta menghindari perilaku berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Dengan disiplin dan kesadaran bersama, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Tulang Bawang Barat dapat terus ditekan, sehingga tercipta lingkungan lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh masyarakat.
Operasi Keselamatan Krakatau 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas keselamatan di jalan raya secara berkelanjutan.
(humas_tubaba)
Editor Redaksi Gnotif. Com



0 Komentar