Sat Lantas Polres Tulang Bawang Barat Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas Lewat Radio Elegan 95,7 FM, Sukseskan Operasi Keselamatan Krakatau 2026

Tulang Bawang Barat, (Gnotif.com) — Dalam rangka mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, terus melakukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas dengan memanfaatkan media radio sebagai sarana komunikasi publik.

Pada Sabtu (07/02/2026), Sat Lantas Polres Tulang Bawang Barat melaksanakan sosialisasi tertib berlalu lintas melalui siaran Radio Elegan 95,7 FM yang berlokasi di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Operasi Keselamatan Krakatau 2026 yang digelar secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Lampung.

Melalui siaran radio ini, Sat Lantas Polres Tulang Bawang Barat berharap pesan-pesan keselamatan berlalu lintas dapat tersampaikan secara luas, tidak hanya kepada masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan, pengendara yang sedang berada di perjalanan, serta kelompok masyarakat yang belum aktif mengakses media sosial atau platform digital lainnya.

Media radio dinilai masih sangat efektif sebagai sarana komunikasi, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses internet. Oleh karena itu, pemanfaatan Radio Elegan 95,7 FM menjadi salah satu strategi penting dalam menyebarluaskan informasi terkait Operasi Keselamatan Krakatau 2026.

Operasi Keselamatan Krakatau 2026 Digelar Selama 14 Hari

Kapolres Tulang Bawang Barat, AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Lantas Polres Tulang Bawang Barat, Iptu Ucida, S.K.M., S.H., M.H., dalam siaran tersebut yang disampaikan oleh Kanit Kamsel Sat Lantas, Ipda Sukiman, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Krakatau 2026.

Operasi Keselamatan Krakatau 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 02 Februari 2026 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang masih cukup tinggi di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

“Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya,” ujar Ipda Sukiman dalam siarannya.

Ia menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Krakatau 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi lebih menekankan pada upaya pencegahan (preventif) dan pendidikan (edukatif) kepada masyarakat, sehingga tercipta perubahan perilaku yang positif dalam berlalu lintas.

Pendekatan Persuasif, Edukatif, dan Humanis

Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau 2026, Sat Lantas Polres Tulang Bawang Barat mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif, dan humanis. Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan Polri yang mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat, serta menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Menurut Ipda Sukiman, pendekatan humanis sangat penting agar masyarakat tidak merasa takut atau tertekan, melainkan merasa dilibatkan dan diajak bersama-sama untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

“Harapannya, kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta lalu lintas yang aman dan nyaman di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan perilaku dalam berlalu lintas tidak bisa terjadi secara instan, melainkan membutuhkan proses yang berkelanjutan melalui edukasi, sosialisasi, dan keteladanan dari semua pihak, baik aparat, pemerintah daerah, maupun masyarakat itu sendiri.

Sembilan Pelanggaran Prioritas Operasi Keselamatan Krakatau 2026

Dalam siaran radio tersebut, Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Tulang Bawang Barat juga memaparkan secara rinci sembilan jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi prioritas dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2026. Pelanggaran-pelanggaran ini dipilih karena dinilai memiliki tingkat risiko tinggi dalam menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Adapun sembilan pelanggaran prioritas tersebut meliputi:

  1. Melawan arus lalu lintas, yang sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.
  2. Pengendara di bawah umur atau tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
  3. Melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan.
  4. Menggunakan telepon genggam saat berkendara.
  5. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
  6. Tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang kendaraan roda empat.
  7. Penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan.
  8. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI.
  9. Penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot bising.

Ipda Sukiman menegaskan bahwa kesembilan pelanggaran tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan pengawasan dan penindakan selama Operasi Keselamatan Krakatau 2026 berlangsung.

Penindakan Tetap Dilakukan Secara Profesional

Meskipun Operasi Keselamatan Krakatau 2026 lebih mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif, pihak Sat Lantas Polres Tulang Bawang Barat menegaskan bahwa penindakan tetap akan dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Penindakan ini dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelanggar, sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas.

“Penindakan akan dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, tujuan utama dari operasi ini adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas,” tegas Ipda Sukiman.

Radio Sebagai Media Efektif Sosialisasi

Pemanfaatan Radio Elegan 95,7 FM sebagai media sosialisasi dinilai sangat efektif, mengingat radio masih menjadi salah satu media favorit masyarakat, khususnya di wilayah Tulang Bawang Barat dan sekitarnya.

Melalui radio, pesan keselamatan dapat disampaikan secara berulang dan mudah dipahami oleh pendengar. Selain itu, radio juga memungkinkan adanya interaksi dua arah, seperti sesi dialog atau tanya jawab, yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan maupun keluhan terkait permasalahan lalu lintas di wilayah mereka.

Pihak Sat Lantas Polres Tulang Bawang Barat berharap, melalui siaran radio ini, pesan-pesan keselamatan berlalu lintas dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk mereka yang belum memiliki akses ke media sosial atau internet.

Imbauan untuk Seluruh Masyarakat

Menutup dialog dalam siaran tersebut, Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Tulang Bawang Barat mengimbau kepada seluruh masyarakat agar turut mendukung kelancaran Operasi Keselamatan Krakatau 2026 dengan mematuhi peraturan lalu lintas.

Ia menekankan bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat kepolisian semata.

“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari sukseskan Operasi Keselamatan Krakatau 2026 dengan mematuhi peraturan lalu lintas, demi keselamatan kita semua,” ajaknya.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi melalui Radio Elegan 95,7 FM ini, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat ditekan secara signifikan.

Sat Lantas Polres Tulang Bawang Barat juga berkomitmen untuk terus melakukan berbagai inovasi dalam kegiatan sosialisasi, baik melalui media massa, media sosial, kegiatan tatap muka, maupun kerja sama dengan berbagai pihak, demi mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.

Operasi Keselamatan Krakatau 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi benar-benar mampu membentuk budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di tengah masyarakat Tulang Bawang Barat.

Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, media, dan masyarakat, diharapkan tujuan besar untuk menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas dapat terwujud secara nyata.

(humas_tubaba)

Redaksi Gnotif.com