Kotabumi, Lampung Utara, Gnotif.com – Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Penanggulangan Bencana turun langsung meninjau lokasi banjir yang melanda wilayah Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, pada Selasa, 2 Februari 2026. Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi terkini di lapangan, memantau ketinggian air, serta menjamin keselamatan warga yang terdampak banjir akibat tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Banjir yang menggenangi kawasan permukiman tersebut telah melumpuhkan aktivitas warga. Air menggenangi badan jalan utama dan lingkungan pemukiman, bahkan masuk ke pekarangan serta rumah-rumah warga hingga setinggi lutut orang dewasa. Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, aktivitas ekonomi terhenti, dan sejumlah fasilitas umum tidak dapat difungsikan secara normal.
Peninjauan lokasi banjir dilakukan setelah pelaksanaan apel pasukan Satgas Gabungan Bencana yang digelar di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Utara. Apel tersebut menjadi bagian penting dari upaya konsolidasi personel lintas instansi guna memastikan kesiapsiagaan dan koordinasi dalam menghadapi bencana banjir.
Apel Pasukan dan Arahan Pimpinan
Apel pasukan Satgas Gabungan Bencana dipimpin oleh Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Lampung Utara, Kompol Firman, yang mewakili Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan. Dalam amanatnya, Kompol Firman menegaskan bahwa kehadiran Satgas di lapangan merupakan bentuk nyata kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Kompol Firman menyampaikan bahwa tujuan utama peninjauan langsung adalah untuk melihat kondisi riil di lapangan, memantau ketinggian air, mengidentifikasi potensi risiko lanjutan, serta memastikan keselamatan warga yang berada di sekitar lokasi banjir.
“Satgas gabungan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi terkini, memantau ketinggian air, serta memastikan keselamatan warga. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang terdampak mendapatkan perhatian dan perlindungan yang maksimal,” ujar Kompol Firman saat memberikan arahan dalam apel.
Apel tersebut diikuti oleh personel gabungan dari berbagai unsur, antara lain Polres Lampung Utara, TNI, BPBD Kabupaten Lampung Utara, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP, serta perangkat daerah terkait lainnya. Seluruh personel kemudian bergerak bersama menuju lokasi-lokasi banjir yang telah dilaporkan oleh masyarakat.
Peninjauan Langsung ke Permukiman Warga
Usai apel, rombongan Satgas Gabungan Bencana langsung bergerak menuju wilayah Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan. Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Lampung Utara, Kompol Firman, didampingi oleh sejumlah pejabat dari instansi terkait.
Lokasi utama yang menjadi sasaran peninjauan adalah kawasan permukiman warga di sekitar SKB Kelurahan Kota Alam. Di wilayah ini, banjir dilaporkan menggenangi rumah-rumah warga, badan jalan, serta pekarangan rumah, sehingga aktivitas masyarakat nyaris lumpuh total.
Di lapangan, Satgas melihat langsung kondisi air yang menggenang hingga setinggi lutut orang dewasa. Sejumlah warga terlihat harus berjalan perlahan menerobos genangan air untuk melakukan aktivitas penting, seperti mengambil kebutuhan pokok, memindahkan barang-barang berharga, serta memastikan kondisi anggota keluarga mereka.
Genangan air juga menyebabkan kendaraan kesulitan melintas. Di beberapa titik, pengendara sepeda motor terpaksa memutar balik karena khawatir mesin kendaraan mati akibat terendam air. Kondisi ini semakin memperparah situasi, karena akses keluar masuk permukiman menjadi sangat terbatas.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Banjir di Kelurahan Kota Alam tidak hanya berdampak pada kondisi fisik lingkungan, tetapi juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang cukup signifikan. Sejumlah warga mengaku tidak dapat bekerja seperti biasa karena akses jalan terendam banjir.
Pelaku usaha kecil, seperti pedagang warung dan jasa rumahan, terpaksa menghentikan sementara aktivitas usahanya. Hal ini berdampak pada pendapatan harian warga, yang sebagian besar menggantungkan hidup dari usaha kecil dan pekerjaan informal.
Selain itu, aktivitas pendidikan juga terganggu. Sejumlah orang tua mengaku khawatir mengizinkan anak-anak mereka berangkat ke sekolah karena kondisi jalan yang terendam dan licin. Kekhawatiran terhadap keselamatan anak menjadi pertimbangan utama bagi para orang tua.
Seorang warga setempat menyampaikan bahwa banjir kali ini terasa lebih parah dibandingkan beberapa kejadian sebelumnya. Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat saluran drainase tidak mampu menampung debit air.
“Hujan deras terus beberapa hari, air tidak cepat surut. Saluran seperti tidak mampu menampung. Akhirnya air masuk ke rumah dan jalan. Kami berharap pemerintah bisa segera melakukan perbaikan agar banjir tidak terus berulang,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Langkah-Langkah Darurat Satgas
Dalam peninjauan tersebut, Satgas Gabungan Bencana tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga melakukan pendataan awal terhadap rumah-rumah yang terdampak serta kebutuhan mendesak warga.
Petugas BPBD terlihat mencatat ketinggian air, luas wilayah yang tergenang, serta jumlah kepala keluarga yang terdampak. Data ini akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan serta perencanaan langkah-langkah penanganan selanjutnya.
Dinas Kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi masalah kesehatan yang sering muncul pascabanjir, seperti penyakit kulit, diare, demam berdarah, serta infeksi saluran pernapasan.
Personel TNI dan Polri turut membantu warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Mereka juga bersiaga untuk melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu debit air meningkat dan mengancam keselamatan warga.
Kompol Firman menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan siap melakukan langkah-langkah lanjutan jika kondisi memburuk.
“Kami siaga 24 jam. Jika air naik dan mengancam keselamatan warga, kami siap melakukan evakuasi dan langkah-langkah darurat lainnya. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Kompol Firman.
Koordinasi dan Kesiapsiagaan Berkelanjutan
Penanganan banjir di Kotabumi Selatan menuntut koordinasi yang solid antarinstansi. Polres Lampung Utara, TNI, BPBD, serta perangkat daerah lainnya terus melakukan komunikasi intensif untuk memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Pemerintah daerah juga terus memantau prakiraan cuaca dan potensi hujan susulan, mengingat musim hujan yang masih berlangsung. Kesiapsiagaan ini penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa serta meminimalkan kerugian yang lebih besar.
Selain penanganan darurat, Satgas juga mulai mengidentifikasi faktor-faktor penyebab banjir, seperti kondisi drainase, sedimentasi saluran air, serta kemungkinan tersumbatnya aliran air akibat sampah dan material lainnya.
Imbauan Kepada Warga
Satgas Gabungan Bencana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir.
Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.
Warga juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kelurahan, RT/RW, atau BPBD jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Harapan Terhadap Penanganan Jangka Panjang
Banjir yang kembali melanda Kelurahan Kota Alam menjadi pengingat akan pentingnya penanganan jangka panjang dalam pengelolaan lingkungan dan infrastruktur drainase.
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan normalisasi saluran air, perbaikan drainase, serta pembangunan infrastruktur pendukung lainnya guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan juga dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya banjir akibat ulah manusia.
Penutup
Peninjauan langsung oleh Satgas Gabungan Bencana di Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, menunjukkan komitmen aparat dan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan serta bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Meski demikian, kejadian ini juga menjadi refleksi bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan respon cepat saat bencana terjadi, tetapi juga perencanaan dan penanganan jangka panjang yang berkelanjutan.
Gnotif.com akan terus memantau perkembangan situasi banjir di Kabupaten Lampung Utara dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat.
(Redaksi Gnotif.com)








