Satgas Saber Cek Harga Sembako di Pasar Way Jepara, Polisi Pastikan Masih di Bawah HET

Press Release Nomor: 44/ II/ HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas
Kamis, 12 Februari 2026

LAMPUNG TIMUR (Gnotif.com) – Dalam rangka menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) bagi masyarakat, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pangan Polres Lampung Timur melaksanakan kegiatan pengecekan dan monitoring harga sembako di Pasar Tradisional Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, pada Rabu (11/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya rutin yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian bersama instansi terkait untuk memastikan harga bahan pangan tetap terkendali, tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), serta mencegah adanya praktik penimbunan, spekulasi harga, maupun permainan distribusi yang dapat merugikan masyarakat.

Pengecekan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, antara lain Tim Satgas Saber Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia selaku Penanggung Jawab wilayah Lampung Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Pangan, Dinas Perizinan, Perum Bulog, jajaran Satreskrim Polres Lampung Timur, serta personel dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung.

Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama di tengah dinamika ekonomi, fluktuasi pasokan, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang momentum hari besar keagamaan nasional yang biasanya berdampak pada lonjakan permintaan.

Pastikan Harga di Bawah HET

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa hasil pemantauan di Pasar Way Jepara menunjukkan harga komoditas pangan secara umum masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Dari hasil pemantauan di Pasar Way Jepara, harga komoditas pangan secara umum masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, ketersediaan barang juga relatif aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Kombes Pol Yuni Iswandari.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator positif bahwa sistem distribusi bahan pangan di wilayah Kabupaten Lampung Timur masih berjalan dengan baik. Namun demikian, pihaknya menegaskan bahwa pengawasan tetap harus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan guna mengantisipasi potensi gejolak harga yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan monitoring seperti ini bukan hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan langkah nyata untuk memastikan bahwa kebijakan pemerintah terkait pengendalian harga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat bawah.

Rincian Harga Komoditas

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Satgas Saber di lapangan, sejumlah harga komoditas utama tercatat sebagai berikut:

  • Beras medium: Rp 12.993 per kilogram
  • Daging ayam ras: Rp 35.000 per kilogram
  • Daging sapi: Rp 125.000 per kilogram
  • Kedelai: Rp 11.000 per kilogram
  • Gula konsumsi: Rp 17.000 per kilogram
  • Bawang merah: Rp 40.000 per kilogram
  • Bawang putih: Rp 30.000 per kilogram
  • Cabai rawit merah: Rp 51.000 per kilogram
  • Cabai merah keriting: Rp 40.667 per kilogram

Dari data tersebut, secara umum harga-harga masih berada dalam rentang yang wajar dan tidak melampaui ketentuan HET. Meski demikian, beberapa komoditas seperti cabai rawit merah dan bawang merah tetap menjadi perhatian karena cenderung fluktuatif dan sensitif terhadap kondisi cuaca, distribusi, serta ketersediaan pasokan dari daerah penghasil.

Satgas Saber juga mencatat bahwa sebagian besar pedagang di Pasar Way Jepara masih menjual bahan pangan sesuai dengan harga pasar yang wajar dan tidak ditemukan adanya indikasi praktik penimbunan dalam skala besar pada saat pengecekan dilakukan.

Pengawasan Menjelang Hari Besar Keagamaan

Kombes Pol Yuni Iswandari menambahkan bahwa pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan akan terus ditingkatkan, terutama menjelang hari besar keagamaan nasional yang biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan masyarakat.

“Pengawasan rutin akan terus kami lakukan, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan nasional. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah adanya praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa menjelang hari besar keagamaan, sejumlah komoditas cenderung mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan. Oleh karena itu, langkah antisipatif melalui monitoring lapangan menjadi sangat penting agar potensi gejolak dapat ditekan sejak dini.

Ia juga mengimbau kepada para pedagang agar tetap mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan tidak mengambil keuntungan berlebihan dengan cara menaikkan harga secara tidak wajar.

Komitmen Polri dan Instansi Terkait

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Yuni menegaskan bahwa Polri bersama instansi terkait berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terkendali serta tidak memberatkan masyarakat.

“Polri bersama instansi terkait akan terus bersinergi untuk memastikan pasokan bahan pangan tetap aman dan harga tetap terkendali. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta melindungi daya beli masyarakat,” jelasnya.

Komitmen ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok sebagai salah satu indikator utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya pengawasan yang ketat dan berkelanjutan, diharapkan potensi praktik-praktik curang seperti penimbunan, kartel harga, maupun permainan distribusi dapat ditekan semaksimal mungkin.

Peran Satgas Saber di Daerah

Satgas Saber Pangan di tingkat daerah memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pengendalian harga dan pasokan pangan dapat berjalan efektif hingga ke tingkat pasar tradisional.

Di Kabupaten Lampung Timur, Satgas Saber tidak hanya melakukan monitoring harga, tetapi juga melakukan koordinasi dengan distributor, pedagang besar, serta instansi teknis terkait untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar.

Selain itu, Satgas Saber juga berperan dalam menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penimbunan atau permainan harga yang merugikan konsumen.

Dengan demikian, keberadaan Satgas Saber diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keadilan harga dan melindungi kepentingan masyarakat sebagai konsumen.

Pengecekan Dipimpin Kasat Reskrim

Kegiatan pengecekan harga sembako di Pasar Way Jepara tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Boyoh, yang juga menjabat sebagai Kasatgas Saber Kabupaten Lampung Timur.

Dalam pelaksanaannya, AKP Stefanus Boyoh bersama tim melakukan dialog langsung dengan para pedagang, menanyakan harga jual, asal barang, serta kondisi pasokan di tingkat distributor.

Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi pasar, sekaligus memastikan tidak adanya hambatan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga.

AKP Stefanus Boyoh juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran, baik berupa penimbunan, manipulasi harga, maupun praktik curang lainnya yang dapat merugikan masyarakat.

Respons Pedagang dan Masyarakat

Sejumlah pedagang di Pasar Way Jepara menyambut baik kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Satgas Saber. Menurut mereka, kehadiran aparat dan instansi terkait memberikan rasa aman serta menciptakan iklim perdagangan yang lebih tertib dan transparan.

Salah seorang pedagang sembako mengaku bahwa selama ini pasokan barang relatif lancar dan harga masih bisa dikendalikan, meskipun ada beberapa komoditas yang harganya naik turun mengikuti kondisi pasokan dari daerah penghasil.

“Kalau pasokan lancar, harga juga bisa stabil. Kami juga berharap pemerintah dan aparat terus mengawasi supaya tidak ada oknum yang bermain harga,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen juga mengapresiasi langkah Satgas Saber dalam melakukan pengecekan langsung ke pasar. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin agar harga bahan pokok tetap terjangkau.

Upaya Menjaga Ketahanan Pangan Daerah

Pengecekan harga sembako ini juga menjadi bagian dari upaya lebih luas dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan memastikan pasokan dan harga tetap stabil, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan barang, tetapi juga dengan keterjangkauan harga. Oleh karena itu, pengendalian harga menjadi aspek penting yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.

Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, Bulog, serta instansi terkait lainnya, diharapkan sistem pengelolaan pangan di Kabupaten Lampung Timur dapat terus diperkuat.

Penutup

Dengan dilaksanakannya pengecekan harga sembako di Pasar Way Jepara, Satgas Saber Pangan Polres Lampung Timur kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok bagi masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi kepentingan rakyat.

Ke depan, kegiatan monitoring dan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mendukung ketahanan pangan nasional. (*)

Redaksi