Lampung Utara, (Gnotif. Com) – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Utara dalam beberapa hari terakhir kembali memicu terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah. Pada Minggu (1/2/2026) sore, Sungai Way Abung dan Sungai Way Rarem meluap, mengakibatkan puluhan rumah warga di wilayah Kotabumi terendam banjir dengan ketinggian air yang cukup signifikan.
Luapan dua sungai utama tersebut menyebabkan genangan air memasuki kawasan permukiman warga, khususnya di wilayah-wilayah yang berada di dataran rendah serta berdekatan dengan aliran sungai. Air yang terus naik dengan cepat membuat warga panik dan harus segera menyelamatkan diri serta barang-barang berharga mereka.
Menyikapi kondisi darurat tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Bencana Polres Lampung Utara langsung bergerak cepat dengan menerjunkan personel ke lokasi terdampak. Sejak sekitar pukul 18.30 WIB, petugas melakukan patroli, pemantauan, serta evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut.
Respons Cepat Polres Lampung Utara
Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, melalui Kabag Ops Polres Lampung Utara, Kompol Firmasyah, menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan wujud nyata dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat akibat bencana alam.
“Begitu menerima laporan adanya banjir akibat luapan sungai, kami langsung mengerahkan Satgas Bencana untuk turun ke lokasi. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga serta membantu proses evakuasi dan pengamanan barang-barang milik masyarakat,” ujar Kompol Firmasyah kepada awak media.
Menurutnya, Polres Lampung Utara telah menyiagakan personel sejak awal musim hujan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Hal ini dilakukan mengingat beberapa wilayah di Lampung Utara termasuk dalam kategori rawan banjir saat intensitas hujan meningkat.
“Kami sudah memetakan wilayah-wilayah rawan banjir. Ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, kami langsung meningkatkan kesiapsiagaan agar bisa merespons dengan cepat apabila terjadi bencana,” tambahnya.
44 Rumah Terendam di Rawa Karya
Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh petugas di lapangan, banjir merendam sedikitnya 44 rumah warga di wilayah Rawa Karya, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan. Ketinggian air di wilayah tersebut dilaporkan mencapai sekitar 160 sentimeter, sehingga sebagian rumah terendam hampir hingga atap bagian bawah.
Kondisi ini memaksa sejumlah warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, baik ke rumah kerabat, fasilitas umum, maupun lokasi yang dinilai lebih tinggi dan tidak terdampak banjir. Sebagian warga juga memilih bertahan di lantai dua rumah atau tempat yang lebih tinggi sembari menunggu air surut.
Selain Rawa Karya, genangan air juga terjadi di beberapa titik lainnya, seperti di Gang Singgah Mata Tanah Miring, Tanah Miring Gang Bahagia, serta wilayah Kalipasir, Kelurahan Kotabumi Udik. Di wilayah-wilayah tersebut, ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 50 sentimeter.
Meskipun ketinggian air di beberapa titik relatif lebih rendah, namun kondisi ini tetap mengganggu aktivitas warga, terutama dalam mobilitas, kegiatan ekonomi, serta aktivitas rumah tangga. Banyak warga yang terpaksa menghentikan aktivitas sehari-hari karena akses jalan yang tergenang air.
Evakuasi dan Pengamanan Barang Warga
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, personel Satgas Bencana Polres Lampung Utara tidak hanya melakukan patroli dan pemantauan, tetapi juga aktif membantu warga mengevakuasi barang-barang dari rumah yang terendam banjir. Perabot rumah tangga, dokumen penting, peralatan elektronik, serta kendaraan bermotor menjadi prioritas untuk diamankan agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.
Petugas terlihat bahu-membahu bersama warga mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. Beberapa personel bahkan harus menerjang genangan air setinggi dada demi membantu warga lanjut usia, anak-anak, serta perempuan yang kesulitan menyelamatkan diri.
“Kami membantu warga memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Selain itu, kami juga memastikan bahwa tidak ada warga yang terjebak di dalam rumah,” jelas salah satu personel Satgas Bencana di lokasi.
Upaya evakuasi ini dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan aparat kelurahan, relawan, serta unsur TNI yang turut membantu proses penanganan banjir. Sinergi lintas sektor ini dinilai sangat penting untuk mempercepat proses evakuasi dan memastikan seluruh warga dalam kondisi aman.
Sinergi dengan TNI, BPBD, dan Pemerintah Kelurahan
Kompol Firmasyah menambahkan bahwa dalam penanganan bencana banjir ini, Polres Lampung Utara tidak bekerja sendiri. Pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan TNI, pemerintah kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya.
“Kami bekerja sama dengan aparat TNI, kelurahan, BPBD, dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan rumah warga, pemantauan debit air, serta membantu evakuasi. Koordinasi ini sangat penting agar penanganan bencana bisa dilakukan secara terpadu,” ujarnya.
Petugas gabungan juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan debit air di Sungai Way Abung dan Way Rarem. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Lampung Utara.
Hingga Minggu malam, petugas masih terus melakukan pemantauan dan siaga di lokasi-lokasi terdampak banjir. Beberapa personel disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam keterangannya, Kompol Firmasyah memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana banjir yang melanda wilayah Kotabumi. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau warga untuk tidak lengah dan selalu mengutamakan keselamatan.
“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Namun, kami tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir,” katanya.
Pihak kepolisian juga mengingatkan warga agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi air terus meningkat. Keselamatan jiwa, menurutnya, harus menjadi prioritas utama dibandingkan dengan harta benda.
Imbauan Waspada Banjir Susulan
Kabag Ops Polres Lampung Utara juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Berdasarkan prakiraan cuaca, intensitas hujan di wilayah Lampung Utara masih tergolong tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, agar selalu waspada dan segera melapor kepada petugas jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi yang membahayakan,” tegasnya.
Masyarakat juga diharapkan untuk memantau informasi cuaca serta mengikuti arahan dari pihak berwenang. Apabila diminta untuk mengungsi, warga diminta untuk segera mengikuti arahan tersebut demi keselamatan bersama.
Dampak Sosial dan Ekonomi Warga
Banjir yang melanda wilayah Kotabumi tidak hanya berdampak pada kerusakan rumah dan perabotan warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sejumlah warga mengaku harus menghentikan aktivitas kerja karena rumah dan lingkungan sekitar tergenang air.
Pedagang kecil, pekerja harian, serta pelaku usaha rumahan menjadi kelompok yang paling terdampak. Selain kehilangan potensi pendapatan, mereka juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membersihkan rumah serta memperbaiki peralatan yang rusak akibat terendam air.
Beberapa warga berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, baik dalam bentuk logistik, kebutuhan pokok, maupun bantuan pascabanjir untuk membantu meringankan beban masyarakat.
Komitmen Polres Lampung Utara dalam Penanganan Bencana
Melalui respons cepat dalam penanganan banjir ini, Polres Lampung Utara kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana alam.
Kapolres Lampung Utara melalui jajarannya memastikan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait dalam upaya penanggulangan bencana, mulai dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabanjir.
“Kami akan terus hadir untuk masyarakat. Penanganan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat juga turut menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran sungai,” ujar Kompol Firmasyah.
Personel Masih Disiagakan
Hingga Minggu malam, situasi di lokasi terdampak banjir terpantau air masih tergenang di beberapa titik. Personel Polres Lampung Utara masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan.
Petugas juga terus melakukan patroli dan pemantauan guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali. Apabila terjadi peningkatan debit air, Satgas Bencana siap melakukan langkah-langkah lanjutan, termasuk evakuasi tambahan apabila diperlukan.
Dengan kesiapsiagaan ini, Polres Lampung Utara berharap dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir serta memastikan keselamatan seluruh warga yang terdampak. (*)
Editor Redaksi Gnotif. Com




0 Komentar