Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 Digelar, Polres Tulang Bawang Barat Perkuat Pengamanan Lebaran

331 Personel Gabungan Disiagakan, Empat Pos Pengamanan dan Satu Pos Pelayanan Didirikan untuk Menjamin Kelancaran Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran

Tulang Bawang Barat, (Gnotif.com) — Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Krakatau 2026 sebagai bentuk kesiapan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dalam menghadapi perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Upacara Mapolres Tulang Bawang Barat pada Kamis (12/3/2026).

Apel gelar pasukan ini menjadi tanda dimulainya Operasi Ketupat Krakatau 2026 yang akan berlangsung selama 13 hari ke depan. Operasi tersebut merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama momentum perayaan Idul Fitri, khususnya saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

Dalam pelaksanaan apel tersebut, Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Pada kesempatan itu, Kapolres membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang berisi arahan kepada seluruh jajaran kepolisian terkait pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2026.

Apel gelar pasukan diikuti oleh berbagai unsur yang terlibat dalam pengamanan Lebaran, mulai dari personel Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga berbagai stakeholder terkait yang turut mendukung kelancaran operasi pengamanan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Kehadiran para pejabat daerah dan unsur TNI menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Lebaran.

Operasi Ketupat Digelar Secara Nasional

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Tubaba, dijelaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian terpusat yang diselenggarakan setiap tahun untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran masyarakat selama perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Operasi ini memiliki peran yang sangat penting karena pada momentum Lebaran terjadi peningkatan mobilitas masyarakat secara besar-besaran. Jutaan warga melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Selain arus mudik dan arus balik, aktivitas masyarakat juga meningkat di berbagai sektor, mulai dari pusat perbelanjaan, pasar tradisional, tempat wisata, hingga lokasi ibadah. Kondisi tersebut tentu memerlukan pengamanan yang maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

“Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Tubaba.

Jumlah personel yang besar tersebut menunjukkan keseriusan negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat selama periode libur Lebaran.

Ribuan Pos Pengamanan Disiapkan

Kapolri juga menyampaikan bahwa secara nasional Polri telah menyiapkan ribuan pos pengamanan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Tercatat sebanyak 2.746 pos pengamanan, pelayanan, serta pos terpadu telah disiapkan di berbagai wilayah Indonesia. Pos-pos tersebut akan ditempatkan di jalur strategis seperti jalur mudik, pusat keramaian, kawasan wisata, hingga titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan arus lalu lintas.

Pos pengamanan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengawasan keamanan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.

Di pos pelayanan, masyarakat dapat memperoleh berbagai fasilitas seperti layanan kesehatan, informasi lalu lintas, hingga bantuan darurat apabila mengalami kendala di perjalanan.

Keberadaan pos-pos tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh menuju kampung halaman.

Pengamanan Khusus di Wilayah Tubaba

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Polres Tubaba juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mendukung kelancaran Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni menjelaskan bahwa pihaknya telah mendirikan empat pos pengamanan serta satu pos pelayanan yang akan beroperasi selama masa operasi berlangsung.

Pos-pos tersebut ditempatkan di lokasi yang dianggap strategis, terutama di jalur yang sering dilalui oleh para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Selain itu, pos pelayanan juga disiapkan untuk memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, termasuk membantu pemudik yang membutuhkan informasi, bantuan medis, ataupun penanganan darurat selama perjalanan.

“Di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat kami telah menyiapkan empat pos pengamanan dan satu pos pelayanan yang akan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah hukum Polres Tubaba,” jelas Kapolres.

331 Personel Gabungan Diterjunkan

Untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Polres Tubaba menurunkan sebanyak 331 personel gabungan.

Personel tersebut terdiri dari anggota Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur pemerintah daerah dan relawan.

Seluruh personel akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna memastikan keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.

Kapolres menegaskan bahwa pembagian tugas dilakukan secara terstruktur agar setiap personel dapat menjalankan perannya secara maksimal.

Personel yang bertugas akan melakukan berbagai kegiatan seperti patroli keamanan, pengaturan lalu lintas, pengamanan tempat ibadah, hingga memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Fokus Pengamanan Arus Mudik dan Arus Balik

Salah satu fokus utama dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026 adalah pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Setiap tahun, jutaan masyarakat melakukan perjalanan mudik untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

Peningkatan mobilitas tersebut seringkali menyebabkan kepadatan lalu lintas di berbagai jalur utama, termasuk di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat yang menjadi salah satu jalur perlintasan kendaraan di Provinsi Lampung.

Untuk mengantisipasi kemacetan, kepolisian akan melakukan pengaturan lalu lintas serta menerapkan rekayasa jalur apabila diperlukan.

Selain itu, petugas juga akan ditempatkan di titik-titik rawan kecelakaan guna memberikan pengawasan serta membantu pengguna jalan.

Pengamanan Tempat Ibadah dan Pusat Keramaian

Selain pengamanan lalu lintas, kepolisian juga akan memfokuskan perhatian pada pengamanan tempat ibadah yang digunakan masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri.

Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah dapat berlangsung dengan aman dan khidmat.

Di samping itu, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, serta tempat wisata juga akan menjadi perhatian khusus karena biasanya dipadati masyarakat selama libur Lebaran.

Petugas akan melakukan patroli secara rutin untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Sinergi Polri, TNI dan Pemerintah Daerah

Apel gelar pasukan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tulang Bawang Barat serta berbagai stakeholder terkait.

Hadir pula unsur TNI dari Komando Distrik Militer 0412/Lampung Utara yang turut bersinergi bersama Polri dalam menjaga keamanan wilayah selama perayaan Idul Fitri.

Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi lainnya merupakan kunci utama dalam menciptakan pengamanan yang efektif.

Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pengamanan yang terpadu sehingga berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Kapolres Tekankan Tugas sebagai Ladang Ibadah

Dalam amanatnya, Kapolres Tulang Bawang Barat juga memberikan pesan kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Ia menegaskan bahwa tugas pengamanan Lebaran harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi tinggi.

Kapolres mengingatkan bahwa setiap tugas yang dilaksanakan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Selamat bertugas. Jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, serta setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai ladang ibadah untuk mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Kapolres.

Ia juga mengimbau seluruh personel untuk tetap menjaga profesionalisme, kedisiplinan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pelaksanaan operasi.

Harapan untuk Lebaran yang Aman dan Nyaman

Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026, Polres Tulang Bawang Barat berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Dengan kesiapan personel serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan lingkungan serta mematuhi aturan lalu lintas selama melakukan perjalanan mudik.

Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung terciptanya suasana Lebaran yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

“Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 ini, kami berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif sehingga seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” pungkas Kapolres.

(humas_tubaba)

Redaksi Gnotif