Berita

Breaking News

Bag Psi Ro SDM Polda Lampung Gelar Mapping Psikologi Berkala di Polres Lampung Utara

Lampung Utara, (Gnotif.com) – Dalam rangka memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memastikan kesiapan mental personel dalam menjalankan tugas di lapangan, Tim Bagian Psikologi (Bag Psi) Biro SDM Polda Lampung kembali melaksanakan kegiatan Mapping Psikologi (Psi) Berkala secara kolektif dan rutin tahunan kepada personel Polres Lampung Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Rekonfu Mapolres Lampung Utara, Selasa (3/3/2026).

Pelaksanaan tes psikologi berkala ini menjadi bagian penting dari sistem pembinaan internal Polri, khususnya dalam menjaga profesionalisme serta stabilitas mental anggota yang bertugas di lapangan. Dalam dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks dan penuh tantangan, kesiapan psikologis menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah personel Polres Lampung Utara, khususnya mereka yang mengajukan atau memperpanjang izin pinjam pakai senjata api dinas. Mapping psikologi tersebut menjadi salah satu persyaratan utama dalam proses administrasi pinjam pakai senjata api, guna memastikan bahwa setiap personel yang memegang senjata api memiliki kondisi mental yang stabil dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Pembinaan SDM Berbasis Evaluasi Psikologis

Bagian Psikologi Biro SDM Polda Lampung secara rutin melaksanakan pemetaan psikologi sebagai bentuk evaluasi berkala terhadap kesiapan mental anggota. Program ini dirancang untuk mendukung sistem pengawasan internal yang terukur, objektif, dan berkelanjutan.

Mapping psikologi tidak hanya bertujuan untuk menentukan kelayakan penggunaan senjata api, tetapi juga untuk mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin timbul akibat tekanan pekerjaan. Dalam tugas kepolisian, anggota seringkali dihadapkan pada situasi yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat dan tepat. Oleh karena itu, kestabilan emosi dan kontrol diri menjadi faktor penentu.

Kabag Psikologi Polda Lampung, AKBP Endang Mustika, dalam keterangannya menyampaikan bahwa tes psikologi merupakan instrumen penting dalam menjaga profesionalisme dan integritas personel.

“Tes psikologi ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan instrumen penting untuk memastikan personel yang memegang senjata api dinas benar-benar memenuhi aspek psikologis yang dipersyaratkan,” ujarnya.

Instrumen Krusial dalam Pinjam Pakai Senjata Api

Senjata api dinas merupakan alat pendukung tugas yang memiliki risiko tinggi apabila tidak digunakan secara profesional dan bertanggung jawab. Oleh sebab itu, setiap anggota yang akan menggunakan senpi wajib melalui proses seleksi ketat, termasuk tes psikologi.

Melalui pemetaan berkala ini, kondisi psikologis setiap personel dapat terukur secara objektif. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar rekomendasi apakah seorang anggota dinyatakan layak atau perlu pembinaan lanjutan sebelum diberikan izin pinjam pakai.

Pemetaan ini mencakup berbagai aspek psikologis, seperti stabilitas emosi, kemampuan mengendalikan stres, pengambilan keputusan, hingga tingkat agresivitas. Dengan pendekatan ilmiah dan terstandarisasi, hasil tes dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kesiapan mental personel.

AKBP Endang Mustika menegaskan bahwa langkah preventif seperti ini merupakan bagian dari komitmen Polda Lampung dalam mencegah potensi penyalahgunaan senjata api.

Mendukung Polri yang Humanis dan Profesional

Dalam era modern, Polri dituntut untuk semakin humanis dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sikap profesional tidak hanya diukur dari ketegasan dalam penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan anggota dalam mengelola emosi dan bertindak proporsional.

Mapping psikologi berkala menjadi bagian dari upaya membangun citra Polri yang lebih presisi dan bertanggung jawab. Dengan memastikan kesiapan mental anggota, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih bijak dan berorientasi pada keselamatan bersama.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang humanis serta mengedepankan prinsip kehati-hatian,” tambah AKBP Endang Mustika.

Menurutnya, kesiapan mental yang baik akan membantu anggota bertindak sesuai prosedur dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun institusi.

Pelaksanaan Tes yang Sistematis dan Terstruktur

Pelaksanaan mapping psikologi di Aula Rekonfu Mapolres Lampung Utara berlangsung dengan tertib dan sistematis. Tim Bag Psi Ro SDM Polda Lampung mempersiapkan instrumen tes yang telah melalui proses standarisasi nasional.

Sebelum tes dimulai, peserta diberikan pengarahan mengenai tata cara pengisian soal dan pentingnya menjawab dengan jujur sesuai kondisi diri masing-masing. Suasana ruangan dibuat kondusif agar peserta dapat berkonsentrasi secara optimal.

Tes terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari pengisian instrumen tertulis hingga evaluasi aspek kepribadian dan stabilitas emosi. Hasilnya akan dianalisis secara profesional oleh tim psikologi untuk menentukan rekomendasi yang tepat.

Pesan Motivasi dan Optimisme

Dalam kesempatan tersebut, Kabag Psikologi Polda Lampung juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti rangkaian tes dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan.

Ia mengimbau agar setiap personel tetap tenang dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Sikap optimis dan persiapan yang matang diyakini akan membantu peserta memperoleh hasil yang maksimal.

“Dengan persiapan yang baik dan sikap optimis, diharapkan seluruh personel dapat memperoleh hasil maksimal dan memenuhi standar kelulusan,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa tes psikologi bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab profesional dalam menjalankan tugas kepolisian.

Komitmen Berkelanjutan dalam Pembinaan SDM

Mapping psikologi berkala akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan SDM di lingkungan Polda Lampung. Evaluasi rutin menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas personel sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Dengan adanya pemetaan psikologi secara berkala di Polres Lampung Utara, diharapkan seluruh personel semakin siap menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan. Kesiapan mental dan emosional menjadi fondasi utama dalam menciptakan pelayanan kepolisian yang profesional dan berintegritas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi cerminan komitmen Polri dalam mewujudkan aparat yang presisi, humanis, dan bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas. Pembinaan yang terukur dan berkelanjutan diharapkan mampu menjaga stabilitas internal serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, melalui kegiatan mapping psikologi ini, Polda Lampung menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, yang dimulai dari kesiapan mental setiap personel yang bertugas di lapangan.

(*)

Redaksi 

0 Komentar

© Copyright 2022 - Gnotif