Hangatnya Ramadhan di Lapas Kotabumi: Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung Berbuka Puasa, Tarawih Bersama hingga Berikan Penguatan kepada Petugas

KOTABUMI, (Gnotif.com) – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kental di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi saat Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung, M. Hilal, melakukan kunjungan kerja pada Senin (16/3/2026). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka memantau kondisi keamanan dan ketertiban sekaligus mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kotabumi, Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Kotabumi, Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Kelas II Kotabumi, serta seluruh jajaran pejabat struktural dan petugas pemasyarakatan yang bertugas di lingkungan Lapas Kotabumi.

Kehadiran Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung kondisi pembinaan serta situasi keamanan di dalam lapas. Selain itu, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat sinergi antara pimpinan dan jajaran petugas pemasyarakatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Momentum Ramadhan untuk Mempererat Kebersamaan

Bulan suci Ramadan selalu menjadi waktu yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Tidak hanya sebagai bulan ibadah, Ramadan juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta meningkatkan kualitas spiritual.

Hal tersebut juga tercermin dalam kegiatan yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Kotabumi. Kunjungan kerja Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan dan pembinaan, tetapi juga menghadirkan suasana kekeluargaan antara petugas dan warga binaan.

Kebersamaan tersebut terlihat jelas ketika seluruh jajaran pimpinan, petugas, serta perwakilan warga binaan mengikuti kegiatan buka puasa bersama. Momen tersebut menjadi simbol bahwa di balik tembok lapas, nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan tetap dijunjung tinggi.

Buka Puasa Bersama dalam Suasana Hangat

Rangkaian kegiatan diawali dengan acara buka puasa bersama yang berlangsung sederhana namun penuh makna. Seluruh peserta yang hadir duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan oleh pihak lapas.

Suasana kebersamaan begitu terasa ketika adzan Maghrib berkumandang, menandakan waktu berbuka puasa telah tiba. Para peserta memulai berbuka dengan hidangan takjil sebelum melanjutkan dengan santapan utama.

Buka puasa bersama tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pimpinan, petugas, dan warga binaan. Momen ini juga memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk saling berbagi cerita serta memperkuat rasa kebersamaan dalam menjalani ibadah Ramadan.

Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung, M. Hilal, terlihat berbaur dengan para petugas dan warga binaan, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Pendekatan yang humanis tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan sebagai tujuan utama.

Sholat Berjamaah di Masjid At-Taubah

Setelah selesai berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah di Masjid At-Taubah Lapas Kotabumi. Seluruh jajaran petugas serta warga binaan yang mengikuti kegiatan tampak memenuhi area masjid.

Suasana khusyuk terasa ketika jamaah melaksanakan ibadah secara berjamaah. Masjid At-Taubah yang berada di dalam lingkungan lapas menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga binaan, terutama selama bulan Ramadan.

Usai sholat Maghrib, kegiatan dilanjutkan dengan sholat Isya berjamaah yang kemudian disusul dengan pelaksanaan sholat Tarawih. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan imam menciptakan suasana religius yang menenangkan hati.

Bagi warga binaan, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki makna yang sangat mendalam. Selain menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari program pembinaan kepribadian yang dilaksanakan di dalam lapas.

Ramadhan sebagai Sarana Pembinaan Kepribadian

Dalam sistem pemasyarakatan, pembinaan kepribadian merupakan salah satu aspek yang sangat penting. Tujuannya adalah membantu warga binaan memperbaiki diri serta mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik.

Bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat pembinaan spiritual bagi warga binaan. Melalui kegiatan ibadah seperti sholat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan ceramah agama, warga binaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa.

Program pembinaan keagamaan di Lapas Kotabumi dilaksanakan secara rutin dan terstruktur. Selama Ramadan, berbagai kegiatan tambahan juga digelar untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan memperdalam pemahaman agama.

Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga membantu menciptakan suasana yang kondusif di dalam lingkungan lapas.

Pesan Moral dari Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung

Dalam kesempatan tersebut, Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung, M. Hilal, menyampaikan pesan moral kepada seluruh warga binaan yang mengikuti kegiatan ibadah bersama.

Ia mengajak warga binaan untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu, masa pembinaan di dalam lapas harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai proses introspeksi diri.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Jadikan bulan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar M. Hilal dalam arahannya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh warga binaan tetap menjaga ketertiban serta mematuhi peraturan yang berlaku di dalam lapas. Kondisi yang aman dan kondusif sangat penting untuk mendukung keberhasilan proses pembinaan.

Penguatan kepada Petugas Pemasyarakatan

Selain memberikan pesan kepada warga binaan, Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung juga memberikan penguatan kepada seluruh jajaran petugas pemasyarakatan yang bertugas di Lapas Kelas IIA Kotabumi.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya profesionalitas dalam menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan. Menurutnya, petugas memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga keamanan sekaligus melaksanakan pembinaan bagi warga binaan.

Ia juga mengingatkan agar seluruh petugas senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pada periode tersebut biasanya terjadi peningkatan aktivitas di dalam lapas, sehingga diperlukan kesiapan dan pengawasan yang lebih intensif.

“Seluruh jajaran petugas harus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Kita harus memastikan bahwa kondisi lapas tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Keamanan

Deteksi dini merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan di lingkungan pemasyarakatan. Dengan melakukan pengawasan secara intensif, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung mengingatkan bahwa setiap petugas memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas.

Koordinasi yang baik antar petugas juga menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengamanan yang efektif.

Selain itu, pemanfaatan teknologi serta penerapan prosedur pengamanan yang tepat juga harus terus ditingkatkan guna mendukung tugas pemasyarakatan.

Profesionalitas dan Pendekatan Humanis

Dalam arahannya kepada petugas, M. Hilal juga menekankan pentingnya mengedepankan sikap humanis dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, sistem pemasyarakatan tidak hanya menekankan aspek pengamanan, tetapi juga pembinaan yang bertujuan membentuk kembali karakter warga binaan.

Petugas pemasyarakatan diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional namun tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam berinteraksi dengan warga binaan.

Pendekatan yang humanis akan membantu menciptakan hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif.

Lapas Kotabumi Terus Berbenah

Lapas Kelas IIA Kotabumi selama ini terus berupaya melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan.

Berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian telah dilaksanakan secara berkelanjutan. Program tersebut bertujuan memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan kepada warga binaan agar mereka siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Selain pembinaan keagamaan, warga binaan juga diberikan berbagai pelatihan keterampilan seperti kerajinan tangan, pertanian, hingga kegiatan produktif lainnya.

Dengan adanya berbagai program tersebut, diharapkan warga binaan dapat memiliki bekal yang cukup untuk memulai kehidupan baru setelah bebas.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pihak Lapas Kotabumi juga telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan lancar.

Peningkatan pengawasan dan koordinasi antar petugas menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

Selain itu, berbagai kegiatan pembinaan spiritual juga terus digalakkan agar warga binaan dapat menjalani ibadah Ramadan dengan khusyuk.

Kehadiran pimpinan Ditjenpas Lampung di Lapas Kotabumi menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi seluruh jajaran petugas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan.

Harapan dan Semangat Ramadhan

Kunjungan kerja Plh. Kakanwil Ditjenpas Lampung ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi seluruh jajaran petugas dan warga binaan di Lapas Kotabumi.

Melalui kegiatan yang penuh kebersamaan tersebut, nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, serta semangat pembinaan semakin diperkuat.

Bulan Ramadan menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai lembaran kehidupan yang lebih baik.

Dengan semangat tersebut, Lapas Kotabumi terus berkomitmen untuk menjalankan fungsi pemasyarakatan secara profesional, humanis, dan berorientasi pada pembinaan.

Harapannya, seluruh warga binaan yang menjalani masa pembinaan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik, produktif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Semangat kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan buka puasa dan tarawih bersama ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup dan berkembang di dalam lingkungan pemasyarakatan.

(*)

Redaksi Gnotif