Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf Cek Kesiapan Pelabuhan Bakauheni Jelang Operasi Ketupat Krakatau 2026

Press Release Nomor : 68/II/HUM.6.1.1/2026/Bidhumas
Kamis, 5 Maret 2026

Lampung Selatan, (Gnotif.com) – Menjelang pelaksanaan pengamanan Hari Raya Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Krakatau 2026, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan Pelabuhan Bakauheni di Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (4/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis Polda Lampung dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran yang setiap tahunnya terjadi di jalur penyeberangan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Pelabuhan Bakauheni diketahui merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia dan menjadi pintu gerbang utama bagi mobilitas masyarakat dari dan menuju Pulau Sumatera.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Lampung melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai fasilitas penunjang operasional pelabuhan serta kesiapan pengamanan yang akan dilaksanakan selama berlangsungnya Operasi Ketupat Krakatau 2026. Kegiatan ini juga bertujuan memastikan bahwa seluruh unsur pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik ketika puncak arus mudik Lebaran tiba.

Pelabuhan Bakauheni sebagai Jalur Utama Arus Mudik Nasional

Pelabuhan Bakauheni memiliki peranan yang sangat vital dalam sistem transportasi nasional, khususnya pada momen mudik Lebaran. Setiap tahunnya, jutaan masyarakat menggunakan jalur penyeberangan Bakauheni – Merak sebagai akses utama untuk melakukan perjalanan antar pulau.

Volume kendaraan yang melintas melalui pelabuhan ini meningkat secara signifikan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran. Kendaraan pribadi, bus antar kota antar provinsi, kendaraan logistik, hingga sepeda motor menjadi bagian dari mobilitas besar yang terjadi di jalur ini.

Karena itu, kesiapan infrastruktur pelabuhan, pengaturan lalu lintas, serta sistem pengamanan menjadi faktor penting untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa pengecekan langsung ke lapangan merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh pihak yang terlibat telah siap menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Pelabuhan Bakauheni merupakan salah satu titik krusial dalam arus mudik nasional. Oleh karena itu, kita memastikan seluruh kesiapan mulai dari pengamanan, rekayasa lalu lintas hingga pelayanan kepada masyarakat sudah dipersiapkan secara maksimal,” ujar Irjen Pol Helfi Assegaf.

Pengecekan Titik Strategis di Area Pelabuhan

Dalam kunjungannya, Kapolda Lampung melakukan peninjauan terhadap sejumlah titik strategis yang berada di kawasan Pelabuhan Bakauheni. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengecekan antara lain area antrean kendaraan, kantong parkir, dermaga penyeberangan, serta fasilitas penunjang bagi para penumpang.

Selain itu, Kapolda juga memeriksa kesiapan personel pengamanan yang nantinya akan bertugas selama Operasi Ketupat Krakatau 2026 berlangsung. Personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik penting guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Peninjauan ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan sehingga apabila terdapat kekurangan atau kendala dapat segera dilakukan perbaikan sebelum memasuki puncak arus mudik.

Kapolda Lampung juga berdialog dengan sejumlah petugas serta pihak pengelola pelabuhan guna mendapatkan gambaran terkait sistem operasional yang akan diterapkan selama periode mudik Lebaran.

Peninjauan Dermaga Alternatif

Selain meninjau pelabuhan utama, Kapolda Lampung juga melakukan pengecekan terhadap dua dermaga alternatif yang telah disiapkan sebagai bagian dari langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan kendaraan pemudik.

Dua dermaga tersebut adalah Dermaga PT Sumur Makmur Abadi (SMA) dan Dermaga PT Bandar Bakau Jaya (BBJ). Kedua dermaga ini dipersiapkan sebagai fasilitas tambahan yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni.

Keberadaan dermaga alternatif ini diharapkan mampu memberikan solusi apabila terjadi penumpukan kendaraan pada saat puncak arus mudik.

Menurut Kapolda Lampung, optimalisasi pemanfaatan dermaga alternatif merupakan salah satu strategi penting dalam manajemen arus kendaraan selama periode mudik Lebaran.

“Kedua dermaga tersebut dipersiapkan sebagai dermaga alternatif darurat yang sewaktu-waktu dapat dioperasionalkan guna membantu mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni,” jelasnya.

Langkah Strategis Antisipasi Lonjakan Pemudik

Dalam rangka menghadapi potensi lonjakan pemudik, Polda Lampung bersama sejumlah stakeholder terkait telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan jumlah personel pengamanan dari Polda Lampung serta Polres jajaran yang akan ditempatkan di titik-titik strategis di kawasan Pelabuhan Bakauheni.

Personel tersebut akan bertugas melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.

Selain itu, koordinasi dengan berbagai instansi terkait juga terus diperkuat. Polda Lampung bekerja sama dengan ASDP Indonesia Ferry, TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, serta instansi lainnya untuk memastikan seluruh sistem operasional berjalan dengan baik.

Penerapan Rekayasa Lalu Lintas

Dalam menghadapi peningkatan volume kendaraan selama arus mudik Lebaran, penerapan rekayasa lalu lintas menjadi salah satu strategi penting yang disiapkan oleh Polda Lampung.

Rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mengatur pergerakan kendaraan sehingga tidak terjadi kepadatan panjang di jalur menuju pelabuhan.

Petugas nantinya akan melakukan pengaturan antrean kendaraan serta mengarahkan kendaraan ke jalur-jalur yang telah disiapkan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Selain itu, sistem buka tutup jalur juga dapat diterapkan apabila terjadi kepadatan yang cukup tinggi di beberapa titik.

Penyediaan Buffer Zone dan Kantong Parkir

Polda Lampung bersama pihak terkait juga menyiapkan buffer zone dan kantong parkir tambahan sebagai tempat penampungan kendaraan apabila terjadi lonjakan kendaraan pemudik.

Buffer zone ini berfungsi sebagai area penampungan sementara bagi kendaraan yang menunggu jadwal penyeberangan kapal. Dengan adanya fasilitas ini, kendaraan tidak perlu menunggu di jalur utama sehingga dapat mengurangi potensi kemacetan.

Kantong parkir tambahan juga disiapkan untuk menampung kendaraan dalam jumlah besar yang datang secara bersamaan selama puncak arus mudik.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem antrean kendaraan yang lebih tertib dan teratur.

Optimalisasi Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan

Dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026, Polda Lampung juga akan mengoptimalkan keberadaan pos pengamanan dan pos pelayanan yang berada di sekitar kawasan Pelabuhan Bakauheni.

Pos-pos tersebut akan menjadi pusat pelayanan bagi para pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

Di pos pelayanan, masyarakat dapat memperoleh berbagai fasilitas seperti layanan kesehatan, informasi perjalanan, serta tempat beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan.

Keberadaan pos pelayanan ini merupakan bentuk komitmen aparat kepolisian dalam memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

Pemantauan Situasi Melalui CCTV

Untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, Polda Lampung juga akan mengoptimalkan sistem pemantauan melalui kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di berbagai titik strategis di kawasan Pelabuhan Bakauheni.

Melalui sistem pemantauan ini, petugas dapat mengawasi kondisi lalu lintas serta aktivitas masyarakat secara real-time.

Jika terjadi kepadatan kendaraan atau gangguan keamanan, petugas dapat segera mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

Selain pemantauan melalui CCTV, patroli intensif juga akan dilakukan oleh personel kepolisian untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Imbauan Kapolda Kepada Para Pemudik

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Masyarakat diminta untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas yang berlaku.

Para pemudik juga diimbau untuk mengikuti arahan petugas di lapangan guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak memaksakan diri untuk berkendara apabila dalam kondisi lelah. Pemudik disarankan untuk memanfaatkan fasilitas tempat istirahat yang telah disediakan.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

“Dengan kesiapan yang matang serta sinergi seluruh pihak, kita berharap pelaksanaan arus mudik melalui Pelabuhan Bakauheni dapat berjalan aman, lancar dan kondusif,” tutup Irjen Pol Helfi Assegaf.

Melalui berbagai langkah persiapan yang telah dilakukan oleh Polda Lampung bersama seluruh stakeholder terkait, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga dengan aman dan nyaman.

(Bidhumas Polda Lampung / Gnotif)