Kapolda Lampung Sambut Tim Wasops Ketupat 2026 Itwasum Polri, Tegaskan Kesiapan Maksimal Pengamanan Arus Mudik dan Balik

Press Release Nomor: 91 / III / HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas.

Tanggal: Senin, 23 Maret 2026

Lokasi: Bandar Lampung

Bandar Lampung, (Gnotif.com) — Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 melalui penguatan berbagai aspek strategis. Hal tersebut meliputi pengamanan, pelayanan publik, pengawasan personel, hingga optimalisasi sistem monitoring berbasis digital guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan saat Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Sumarto, M.Si., menyambut kedatangan Tim Pengawasan Operasi (Wasops) Ketupat 2026 dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri di Siger Lounge Mapolda Lampung, Senin (23/3/2026).

Kunjungan Tim Wasops ini menjadi bagian penting dalam penguatan pengawasan operasional sekaligus evaluasi kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah hukum Polda Lampung, khususnya dalam mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat pada arus mudik dan arus balik Idul Fitri.

Komitmen Penuh Pengamanan Lebaran

Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Itwasum Polri yang datang untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kesiapan operasi. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Polda Lampung telah melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh.

Persiapan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan personel, kelengkapan administrasi, sarana dan prasarana, hingga koordinasi lintas sektoral dengan berbagai pihak terkait. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan dengan tertib, akuntabel, dan tepat sasaran.

“Seluruh perangkat pendukung operasi telah kami siapkan secara maksimal agar proses pengecekan dapat berjalan efektif dan menyeluruh. Kami ingin memastikan seluruh tahapan operasi berjalan tertib, akuntabel, dan tepat sasaran,” ujar Kapolda Lampung.

Ia menambahkan bahwa kesiapan ini bukan hanya sebatas formalitas, melainkan bagian dari komitmen nyata dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik.

Penguatan Koordinasi dan Simulasi Lapangan

Kapolda Lampung juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat internal serta rapat lintas sektoral bersama seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi tantangan selama periode mudik Lebaran.

Selain itu, simulasi pengamanan juga telah dilaksanakan secara langsung di bawah pimpinan Kapolda. Simulasi tersebut bertujuan untuk menguji kesiapan personel serta memastikan setiap prosedur operasional dapat berjalan dengan baik di lapangan.

“Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan lapangan tetap terjaga selama operasi berlangsung,” jelasnya.

Simulasi ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi dini untuk mengidentifikasi potensi kendala yang mungkin terjadi, sehingga dapat segera diantisipasi sebelum pelaksanaan operasi secara penuh.

Inovasi Digital melalui Siger Presisi

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam Operasi Ketupat 2026 di Lampung adalah penggunaan aplikasi Siger Presisi. Aplikasi ini digunakan sebagai sarana monitoring pos-pos pengamanan secara real-time.

Dengan adanya aplikasi ini, pimpinan dapat memantau kondisi di lapangan secara langsung dan mengambil keputusan secara cepat dan tepat berdasarkan data yang tersedia.

Kapolda Lampung menyebutkan bahwa aplikasi tersebut bahkan mendapat perhatian khusus dari Kapolri dan dinilai layak untuk dijadikan sebagai percontohan bagi Polda lainnya.

Pemanfaatan teknologi ini menjadi bukti bahwa Polda Lampung terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan modern yang membutuhkan respons cepat dan akurat.

Kesiapan Pos Pengamanan dan Rest Area

Dalam mendukung kelancaran pengamanan, Polda Lampung telah menyiapkan sebanyak 57 pos pengamanan, 19 pos pelayanan, serta 1 pos terpadu. Pos-pos tersebut tersebar di berbagai titik strategis guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Selain itu, skema rest area juga telah dipersiapkan secara bertahap untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Pada kondisi kuning, disiapkan 5 rest area untuk mengatasi antrean sepanjang 0,5 hingga 1 kilometer.

Sementara itu, pada kondisi merah, jumlah rest area dapat ditingkatkan menjadi 10 untuk mengantisipasi antrean hingga 4 kilometer. Skema ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas serta memberikan kenyamanan bagi para pemudik.

Kesiapan Sektor Kesehatan

Polda Lampung juga memberikan perhatian serius terhadap kesiapan sektor kesehatan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Seluruh tenaga medis dipastikan tetap siaga dan tidak mengambil cuti selama operasi berlangsung.

Kebijakan ini dilakukan sesuai dengan instruksi pemerintah daerah guna menjamin pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal, terutama bagi para pemudik yang membutuhkan pertolongan medis.

Kehadiran tenaga medis di berbagai pos pelayanan diharapkan dapat memberikan rasa aman tambahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.

Dukungan Transportasi Laut dan Mitigasi Bencana

Pada aspek transportasi laut dan kontingensi bencana, Polda Lampung bersama instansi terkait telah menyiapkan sebanyak 18 kapal evakuasi. Kapal-kapal tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, Basarnas, STP, dan KPRT dengan total 462 kru yang siap siaga.

Selain itu, dukungan juga diperkuat dengan penempatan kapal berkapasitas besar untuk meningkatkan daya tampung evakuasi di kawasan penyeberangan, khususnya di Pelabuhan Bakauheni.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi antisipasi terhadap potensi lonjakan penumpang serta upaya mitigasi bencana yang mungkin terjadi selama periode mudik Lebaran.

Evaluasi Sistem Penyeberangan

Kapolda Lampung juga menyoroti pentingnya evaluasi teknis dalam sistem penyeberangan. Ia mengakui bahwa pernah terjadi keterlambatan akibat penambahan kapal dari lintasan tertentu.

Namun, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan tidak mengganggu jadwal reguler penyeberangan.

Implementasi kebijakan SKB Tiga Menteri juga terus diperkuat, terutama dalam pengaturan kendaraan. Kendaraan roda empat serta kendaraan sumbu tiga ke atas diarahkan ke pelabuhan swasta guna menjaga kelancaran arus di pelabuhan utama.

Respons Positif Masyarakat

Kapolda Lampung mengungkapkan bahwa hingga saat ini respons masyarakat terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 relatif positif. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh jajaran kepolisian berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, sampai saat ini respons masyarakat relatif positif. Ini menjadi indikator bahwa kerja keras seluruh personel di lapangan berjalan baik,” katanya.

Ia berharap kondisi yang kondusif ini dapat terus dipertahankan hingga berakhirnya arus balik Lebaran.

Apresiasi dari Tim Wasops

Ketua Tim Wasops Ketupat 2026 Itwasum Polri, Brigjen Pol. Susanto, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas kesiapan Polda Lampung. Ia menilai bahwa Polda Lampung menunjukkan performa yang sangat baik, termasuk dalam hal publikasi dan inovasi digital.

Menurutnya, kehadiran Polda Lampung di ruang media sosial yang dipenuhi respons positif dari masyarakat menjadi indikator keberhasilan dalam membangun komunikasi publik.

Pentingnya Tata Kelola Administrasi

Brigjen Pol. Susanto juga menekankan bahwa kehadiran Tim Wasops tidak hanya untuk melakukan penilaian di lapangan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh aspek administrasi dan tata kelola anggaran berjalan dengan baik.

Hal ini penting agar pelaksanaan operasi tidak hanya sukses secara operasional, tetapi juga memiliki pertanggungjawaban yang kuat dari sisi administrasi dan keuangan.

Pengawasan Personel

Tim Wasops turut mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap personel di lapangan, khususnya di kawasan Bakauheni. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh anggota bekerja sesuai dengan prosedur dan terhindar dari pelanggaran.

Disiplin dan integritas personel menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Komitmen Pelayanan Terbaik

Kedatangan Tim Wasops Ketupat 2026 Itwasum Polri di Polda Lampung berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen kuat Polda Lampung untuk menghadirkan pengamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Polda Lampung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam momen penting seperti arus mudik dan arus balik Lebaran.

Dengan dukungan berbagai pihak serta pemanfaatan teknologi modern, diharapkan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.

Harapan ke Depan

Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Selain itu, partisipasi aktif masyarakat juga sangat diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama periode Lebaran.

Polda Lampung optimis bahwa dengan persiapan yang matang serta dukungan dari berbagai pihak, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 akan berjalan sukses dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

(Bidhumas Polda Lampung / Gnotif)