Kejahatan Selama Ops Ketupat Krakatau 2026 di Lampung Turun 19 Persen

Polda Lampung: Situasi Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif Hingga Hari Kedua Operasi

Lampung, (Gnotif.com) – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung merilis hasil Analisa dan Evaluasi (ANEV) pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 hingga hari kedua (H2) yang berlangsung pada 14 Maret 2026. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Provinsi Lampung selama pelaksanaan operasi dinilai aman, tertib, dan kondusif.

Press release dengan nomor 82/III/HUM.6.1.1/2026.Bidhumas yang dirilis pada Minggu, 15 Maret 2026 tersebut memaparkan sejumlah indikator keamanan yang menunjukkan tren positif dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kapolda Lampung menyampaikan bahwa secara umum angka gangguan kamtibmas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Lampung selama masa pengamanan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Operasi Ketupat Krakatau sendiri merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan setiap tahun dalam rangka pengamanan kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, termasuk pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Gangguan Kamtibmas Turun 19 Persen

Dalam keterangannya, Kapolda Lampung menjelaskan bahwa jumlah gangguan kamtibmas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 37 kasus gangguan kamtibmas, sementara pada tahun 2026 hingga hari kedua operasi tercatat sebanyak 30 kasus.

Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar 19 persen dalam jumlah gangguan kamtibmas di wilayah Lampung.

Menurut Kapolda Lampung, penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah preventif yang dilakukan oleh jajaran kepolisian di seluruh wilayah Lampung.

Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan patroli keamanan, penempatan personel di sejumlah titik strategis, serta koordinasi yang intensif dengan berbagai instansi terkait.

“Jumlah gangguan kamtibmas pada tahun 2025 tercatat sebanyak 37 kasus, sementara pada tahun 2026 sebanyak 30 kasus. Artinya terjadi penurunan sekitar 19 persen,” ujar Kapolda Lampung dalam keterangannya.

Kejahatan Konvensional Mengalami Penurunan

Selain penurunan gangguan kamtibmas secara umum, Polda Lampung juga mencatat adanya penurunan pada sejumlah jenis kejahatan konvensional.

Kejahatan konvensional merupakan tindak kriminal yang sering terjadi di masyarakat, seperti pencurian, pencurian kendaraan bermotor, penganiayaan, serta berbagai bentuk tindak pidana lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Polda Lampung, jumlah kasus kejahatan konvensional pada tahun 2025 tercatat sebanyak 31 kasus.

Sementara pada tahun 2026 jumlah kasus tersebut menurun menjadi 24 kasus.

Penurunan ini menunjukkan adanya pengurangan sekitar 23 persen dalam jumlah kejahatan konvensional selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Beberapa jenis kejahatan yang mengalami penurunan antara lain pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tindak pidana narkotika, serta kasus penganiayaan berat.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian mampu memberikan dampak positif dalam menjaga keamanan masyarakat.

Kejahatan Transnasional Tidak Mengalami Peningkatan

Dalam laporan evaluasi tersebut juga disebutkan bahwa jumlah kejahatan transnasional selama Operasi Ketupat Krakatau 2026 tidak mengalami peningkatan.

Kejahatan transnasional tercatat sebanyak 6 kasus, sama seperti jumlah kasus yang tercatat pada tahun sebelumnya.

Kejahatan transnasional sendiri merupakan jenis kejahatan yang melibatkan jaringan lintas negara, seperti perdagangan narkotika internasional, penyelundupan barang ilegal, perdagangan manusia, serta berbagai jenis kejahatan lain yang memiliki dampak luas.

Polda Lampung menyatakan bahwa meskipun jumlah kasusnya tidak meningkat, pihak kepolisian tetap memberikan perhatian serius terhadap jenis kejahatan ini.

Langkah pengawasan serta penegakan hukum akan terus diperkuat guna mencegah terjadinya peningkatan kejahatan transnasional di wilayah Lampung.

Selain itu, dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa tidak ditemukan kasus kejahatan terhadap kekayaan negara maupun kejahatan yang berimplikasi kontinjensi selama pelaksanaan operasi.

Kasus Menonjol Turun Drastis

Selain gangguan kamtibmas dan kejahatan konvensional, Polda Lampung juga mencatat adanya penurunan yang sangat signifikan dalam jumlah kasus menonjol.

Pada pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau tahun 2025, tercatat sebanyak 44 kasus menonjol.

Sementara pada tahun 2026 jumlah kasus tersebut menurun drastis menjadi 15 kasus.

Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar 66 persen dalam jumlah kasus menonjol selama pelaksanaan operasi tahun ini.

Kasus menonjol yang dimaksud meliputi berbagai tindak pidana yang memiliki dampak besar terhadap masyarakat, seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, tindak pidana narkotika, serta penganiayaan berat.

Penurunan yang cukup signifikan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan langkah-langkah pengamanan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian di wilayah Lampung.

Cyber Crime Jadi Perhatian

Meskipun sejumlah indikator keamanan menunjukkan tren penurunan, Polda Lampung juga mencatat adanya peningkatan pada kasus kejahatan dunia maya atau cyber crime.

Kejahatan dunia maya menjadi salah satu tantangan baru bagi aparat penegak hukum seiring dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan internet di masyarakat.

Berbagai modus kejahatan siber seperti penipuan online, peretasan akun media sosial, pencurian data pribadi, hingga penyebaran berita palsu menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, kepolisian akan terus meningkatkan langkah-langkah pencegahan serta melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi digital.

Polda Lampung juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang beredar di internet tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun

Selain melakukan evaluasi terhadap situasi kamtibmas, Polda Lampung juga melakukan analisis terhadap kondisi lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan operasi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 6 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Sementara pada tahun 2026 jumlah kejadian kecelakaan menurun menjadi 4 kejadian.

Penurunan tersebut menunjukkan adanya pengurangan sekitar 33 persen dalam jumlah kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan operasi.

Penurunan angka kecelakaan ini menunjukkan bahwa upaya pengamanan serta pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh kepolisian berjalan dengan baik.

Jumlah Korban Kecelakaan Ikut Menurun

Penurunan angka kecelakaan lalu lintas juga diikuti dengan menurunnya jumlah korban akibat kecelakaan tersebut.

Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Sementara pada tahun 2026 jumlah korban meninggal dunia menurun menjadi 2 orang.

Selain itu, jumlah korban luka berat juga mengalami penurunan dari 4 orang pada tahun sebelumnya menjadi 2 orang pada tahun 2026.

Penurunan jumlah korban tersebut menunjukkan bahwa tingkat keselamatan di jalan raya selama pelaksanaan operasi mengalami peningkatan.

Kerugian Material Turun Signifikan

Selain jumlah kecelakaan dan korban, kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2025 kerugian material akibat kecelakaan tercatat mencapai sekitar Rp40,1 juta.

Sementara pada tahun 2026 jumlah kerugian tersebut menurun menjadi sekitar Rp9 juta.

Penurunan ini menunjukkan bahwa dampak kecelakaan yang terjadi selama Operasi Ketupat Krakatau 2026 relatif lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelanggaran Lalu Lintas Turun

Polda Lampung juga mencatat adanya penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Pelanggaran yang terdeteksi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tercatat menurun dari 5 kasus pada tahun 2025 menjadi 2 kasus pada tahun 2026.

Sementara itu, tilang manual yang pada tahun sebelumnya tercatat sebanyak 3 kasus kini tidak ditemukan sama sekali selama pelaksanaan operasi tahun ini.

Selain itu, jumlah teguran kepada pengendara juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.427 teguran yang diberikan kepada pengendara.

Sementara pada tahun 2026 jumlah teguran menurun menjadi 588 teguran.

Kesadaran Masyarakat Semakin Meningkat

Menurut Kapolda Lampung, penurunan berbagai indikator pelanggaran lalu lintas tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu lintas.

Kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas merupakan faktor penting dalam menciptakan keselamatan di jalan raya.

Kepolisian berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan hingga akhir pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

“Kami berharap masyarakat terus menjaga situasi yang kondusif serta mematuhi aturan lalu lintas agar keamanan dan ketertiban selama Ramadan hingga Idulfitri tetap terjaga,” ujar Kapolda Lampung.

Dengan adanya kerja sama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Lampung.

(Bidhumas Polda Lampung / Gnotif)