Latpraops Ketupat Krakatau 2026, Polres Tulang Bawang Barat Matangkan Pengamanan Lebaran

116 Personel Dilibatkan, Polres Tubaba Siapkan Strategi Pengamanan Arus Mudik, Tempat Ibadah hingga Objek Wisata

Tulang Bawang Barat, (Gnotif.com) — Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, menggelar kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) dalam rangka persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam mematangkan strategi pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan Latpraops tersebut berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Mapolres Tulang Bawang Barat pada Kamis (12/03/2026). Latihan pra operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., didampingi Wakapolres Kompol Zaini Dahlan, S.H., M.H., serta Kabag Ops AKP Sainudin.

Latpraops diikuti oleh seluruh pejabat utama Polres Tulang Bawang Barat, para Kapolsek jajaran, serta personel yang akan terlibat langsung dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran.

Melalui latihan pra operasi ini, diharapkan seluruh personel dapat mempersiapkan diri secara maksimal baik dari sisi kesiapan teknis, strategi pengamanan, hingga koordinasi antar satuan tugas di lapangan.

Operasi Ketupat Krakatau Digelar Selama 13 Hari

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Krakatau 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari. Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.

Operasi Ketupat merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Kepolisian Republik Indonesia dalam rangka pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Operasi ini bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Lebaran.

Selain itu, operasi ini juga difokuskan untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran yang setiap tahunnya mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.

“Operasi Ketupat Krakatau 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari mulai dari tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026. Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif serta menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Kapolres.

Menurutnya, Operasi Ketupat memiliki peran yang sangat strategis karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat. Setiap tahun, jutaan masyarakat di berbagai daerah melakukan perjalanan mudik untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

Mobilitas masyarakat yang tinggi tersebut tentunya membutuhkan pengamanan dan pengaturan yang baik agar seluruh rangkaian perjalanan mudik dapat berjalan lancar serta terhindar dari berbagai potensi gangguan keamanan.

Latpraops untuk Mematangkan Strategi Pengamanan

Kapolres menegaskan bahwa kegiatan Latpraops bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas semata. Menurutnya, latihan ini memiliki peran penting dalam mengidentifikasi berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

Melalui Latpraops, seluruh personel dapat memahami secara menyeluruh berbagai potensi gangguan keamanan maupun permasalahan lalu lintas yang mungkin terjadi selama periode mudik Lebaran.

Selain itu, latihan ini juga menjadi momentum untuk menyusun langkah-langkah strategis serta cara bertindak yang tepat dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Latpraops ini bukan sekadar formalitas. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengidentifikasi berbagai potensi kerawanan dan merumuskan cara bertindak yang paling efektif selama operasi berlangsung,” ungkap AKBP Sendi Antoni.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik antar personel maupun antar satuan tugas agar seluruh rangkaian kegiatan operasi dapat berjalan dengan maksimal.

Menurutnya, kesiapan personel menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasi pengamanan Lebaran. Oleh karena itu, setiap anggota yang terlibat harus benar-benar memahami tugas, fungsi, serta tanggung jawabnya masing-masing.

116 Personel Diterjunkan dalam Operasi

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026, Polres Tulang Bawang Barat akan melibatkan sebanyak 116 personel yang akan bertugas di berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Personel tersebut akan dibagi ke dalam lima satuan tugas (Satgas) yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kelima satgas tersebut terdiri dari Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Kamseltibcarlantas, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum), serta Satgas Bantuan Operasi (Banops).

Setiap satgas memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat, mulai dari upaya pencegahan, pengamanan, hingga penegakan hukum di lapangan.

Kapolres menjelaskan bahwa personel yang tergabung dalam satgas tersebut nantinya akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti patroli keamanan, pengamanan tempat ibadah, rekayasa lalu lintas, pelayanan kepada masyarakat, hingga penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi selama operasi berlangsung.

Selain itu, personel juga akan disiagakan di sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan yang akan didirikan selama Operasi Ketupat berlangsung.

Keberadaan pos tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk memberikan informasi, membantu pengaturan lalu lintas, serta menangani berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi di lapangan.

Fokus Pengamanan di Titik Strategis

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026, Polres Tulang Bawang Barat akan memfokuskan pengamanan di sejumlah titik strategis yang berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama perayaan Lebaran.

Beberapa lokasi yang menjadi prioritas pengamanan antara lain tempat ibadah yang digunakan masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri maupun kegiatan keagamaan lainnya.

Selain itu, jalur-jalur mudik dan arus balik juga menjadi perhatian utama karena biasanya mengalami peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan.

Pengamanan juga akan dilakukan di pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan pusat keramaian lainnya yang biasanya dipadati masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Tidak hanya itu, objek wisata juga menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus dari aparat kepolisian. Hal ini mengingat banyak masyarakat yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga.

Pengamanan juga akan dilakukan di sejumlah fasilitas umum seperti terminal, stasiun, SPBU, perbankan, serta lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun tindak kriminalitas.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti.

Prioritas pada Kamseltibcarlantas

Kapolres Tulang Bawang Barat menegaskan bahwa salah satu indikator utama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat adalah terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau yang dikenal dengan istilah Kamseltibcarlantas.

Menurutnya, kelancaran lalu lintas menjadi salah satu aspek paling penting dalam operasi pengamanan Lebaran, mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun balik.

“Setidaknya ada empat indikator penting yang menjadi perhatian selama Operasi Ketupat, salah satunya adalah kamseltibcarlantas yang menjadi indikator paling utama,” ujar Kapolres.

Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, pihak kepolisian juga akan menyiapkan berbagai langkah strategis seperti pengaturan lalu lintas, rekayasa jalur, hingga penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan jauh.

Antisipasi Potensi Gangguan Kamtibmas

Selain fokus pada pengamanan arus lalu lintas, Polres Tulang Bawang Barat juga akan mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang biasanya meningkat menjelang perayaan Lebaran.

Salah satu potensi kerawanan yang menjadi perhatian adalah meningkatnya mobilitas masyarakat yang dapat memicu terjadinya tindak kriminalitas.

Selain itu, rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik juga berpotensi menjadi sasaran tindak kejahatan seperti pencurian.

Keramaian di pusat perbelanjaan dan tempat wisata juga menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas.

Di samping itu, potensi bencana alam seperti banjir atau cuaca ekstrem juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

Oleh karena itu, pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Harapan Polres Tubaba

Kapolres Tulang Bawang Barat berharap seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026 dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar seluruh personel mempersiapkan diri secara optimal meskipun Operasi Ketupat merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

“Walaupun banyak personel yang sudah berulang kali mengikuti Operasi Ketupat, saya minta seluruh anggota tetap mempersiapkan diri seolah-olah baru pertama kali melaksanakan operasi,” tegas Kapolres.

Dengan kesiapan yang matang, diharapkan seluruh potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dapat berjalan dengan lancar.

Mewujudkan Lebaran Aman dan Nyaman

Melalui pelaksanaan Latpraops ini, Polres Tulang Bawang Barat menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Dengan dukungan seluruh personel serta kerja sama dengan berbagai instansi terkait, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat tetap kondusif.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan lingkungan masing-masing serta mematuhi aturan lalu lintas selama periode mudik Lebaran.

“Kami berharap masyarakat juga dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan kerja sama yang baik antara aparat dan masyarakat, kita dapat mewujudkan Lebaran yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua,” pungkas Kapolres.

(humas_tubaba)

Redaksi Gnotif