Wakapolri Apresiasi Aplikasi Siger Polda Lampung, Mudik Lebih Aman dan Terukur

GNOTIF.COM | Lampung

Press Release Nomor: 84/ III/ HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas
Selasa, 17 Maret 2026.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) memberikan apresiasi kepada Kepolisian Daerah (Polda) Lampung atas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dinilai semakin baik dan terorganisir. Apresiasi tersebut terutama diberikan terhadap inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Polda Lampung melalui aplikasi Siger yang dinilai mampu membantu masyarakat dalam memantau kondisi arus lalu lintas secara real-time selama periode mudik Lebaran tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakapolri saat melakukan doorstop bersama awak media di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Selasa (17/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menilai bahwa kesiapan yang ditunjukkan oleh Polda Lampung merupakan bukti komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang akan melintasi wilayah Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera.

Menurut Wakapolri, inovasi aplikasi Siger yang dikembangkan oleh Polda Lampung menjadi salah satu langkah strategis dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pengelolaan arus mudik secara lebih modern dan terukur. Dengan adanya sistem pemantauan lalu lintas berbasis data tersebut, pengambilan keputusan di lapangan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efisien.

Sinergi Lintas Instansi Kunci Keberhasilan Pengamanan Mudik

Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan signifikan yang ditunjukkan oleh Polda Lampung dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak terlepas dari sinergi kuat antara berbagai instansi yang terlibat dalam pengamanan arus mudik Lebaran.

Kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta PT ASDP Indonesia Ferry dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Kerja sama lintas instansi tersebut memungkinkan setiap potensi permasalahan yang muncul selama arus mudik dapat ditangani dengan cepat melalui koordinasi yang baik antar lembaga.

Dengan adanya soliditas antar stakeholder tersebut, pengelolaan arus mudik di wilayah Lampung diharapkan dapat berjalan lebih terstruktur sehingga perjalanan masyarakat menuju kampung halaman dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

“Peningkatan kesiapan ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Basarnas, serta ASDP. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujar Wakapolri.

Aplikasi Siger Jadi Inovasi Digital Pengelolaan Mudik

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Lampung adalah kehadiran aplikasi Siger yang dikembangkan oleh Polda Lampung.

Aplikasi ini dirancang sebagai sistem informasi lalu lintas berbasis teknologi yang mampu menampilkan data kondisi arus kendaraan secara real-time dan akurat.

Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, petugas di lapangan dapat memantau pergerakan kendaraan di berbagai titik strategis sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Aplikasi Siger juga menjadi baseline utama dalam pengambilan keputusan oleh Kapolda Lampung dan seluruh jajaran dalam mengatur strategi pengendalian arus mudik.

Melalui sistem yang berbasis data atau data-driven tersebut, langkah penanganan yang dilakukan di lapangan menjadi lebih efektif, efisien, serta tepat sasaran sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Klasifikasi Arus Lalu Lintas dalam Tiga Kategori

Dalam aplikasi Siger, kondisi arus lalu lintas diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama yaitu hijau, kuning, dan merah.

Kategori hijau menunjukkan kondisi lalu lintas yang masih landai dan terkendali. Pada kondisi ini, volume kendaraan yang melintas masih dalam batas normal sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan lancar.

Namun apabila terjadi peningkatan volume kendaraan berdasarkan hasil traffic counting, maka kondisi tersebut akan masuk ke dalam kategori kuning yang berfungsi sebagai peringatan dini.

Pada fase kuning ini, kepadatan kendaraan mulai terdeteksi di sejumlah titik jalur utama, khususnya dari gerbang tol hingga kisaran kilometer 500 menuju kilometer 1 yang mengarah ke Pelabuhan Bakauheni.

Dengan adanya sistem pemantauan ini, petugas dapat segera mengambil langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya kemacetan yang lebih parah.

Rest Area Difungsikan sebagai Buffer Zone

Sebagai langkah antisipasi ketika kondisi lalu lintas memasuki kategori kuning, Polda Lampung bersama stakeholder telah menyiapkan lima rest area yang difungsikan sebagai buffer zone.

Buffer zone tersebut digunakan untuk mengatur arus kendaraan sebelum memasuki kawasan Pelabuhan Bakauheni sehingga kepadatan kendaraan dapat dikendalikan secara lebih efektif.

Di rest area tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry juga menyediakan layanan pembelian tiket penyeberangan bagi para pemudik.

Pembelian tiket dapat dilakukan baik secara online maupun manual sehingga masyarakat dapat memperoleh tiket lebih awal tanpa harus menunggu di kawasan pelabuhan.

Langkah ini dinilai sangat efektif dalam mengurangi antrean kendaraan yang biasanya terjadi di sekitar pelabuhan selama masa puncak arus mudik.

Penanganan Ketika Kondisi Merah

Apabila volume kendaraan meningkat secara signifikan hingga mencapai antara 6.000 hingga 9.000 kendaraan dan kepadatan mulai terjadi hingga sekitar kilometer 4 menuju pelabuhan, maka kondisi tersebut akan ditetapkan sebagai kategori merah.

Pada situasi ini, langkah penanganan akan ditingkatkan dengan menambah jumlah buffer zone menjadi sepuluh rest area yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Seluruh rest area tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas pembelian tiket oleh ASDP sehingga proses penyeberangan kendaraan dapat berlangsung lebih cepat dan tertib.

Dengan sistem pengendalian tersebut, diharapkan arus kendaraan menuju pelabuhan dapat tetap terkendali dan tidak menimbulkan kemacetan panjang.

Empat Alternatif Jalur bagi Pemudik

Selain berfungsi sebagai sistem pengendali arus lalu lintas, aplikasi Siger juga memberikan layanan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai pilihan jalur perjalanan yang dapat digunakan oleh para pemudik.

Polda Lampung telah menyiapkan empat jalur alternatif bagi masyarakat, yaitu jalur barat, jalur tengah, jalur tol, serta jalur timur.

Dengan adanya pilihan jalur tersebut, distribusi kendaraan diharapkan dapat lebih merata sehingga potensi kemacetan di satu titik tertentu dapat diminimalkan.

Pemudik dapat menentukan jalur perjalanan yang paling sesuai dengan kondisi lalu lintas yang tersedia berdasarkan informasi yang disajikan oleh aplikasi Siger.

Distribusi Kendaraan ke Empat Pelabuhan

Dalam rangka memperlancar proses penyeberangan menuju Pulau Jawa, kendaraan yang menuju pelabuhan juga didistribusikan ke empat pelabuhan utama yang tersedia di wilayah Lampung.

Keempat pelabuhan tersebut meliputi Pelabuhan ASDP Bakauheni, Pelabuhan SMA, Pelabuhan BBJ, serta Pelabuhan Panjang.

Distribusi kendaraan ini dilakukan secara terpadu oleh seluruh stakeholder guna memastikan kendaraan roda dua, roda empat, serta kendaraan angkutan penumpang dapat diarahkan secara proporsional ke masing-masing pelabuhan.

Melalui mekanisme tersebut, potensi penumpukan kendaraan di satu pelabuhan dapat diminimalkan sehingga arus penyeberangan dapat berlangsung lebih lancar.

Kesiapsiagaan Menghadapi Situasi Darurat

Selain pengaturan arus kendaraan, Polda Lampung bersama berbagai instansi terkait juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap situasi kontingensi, termasuk potensi kecelakaan di perairan.

Sebanyak 16 kapal disiagakan untuk mendukung proses evakuasi apabila terjadi kondisi darurat di laut.

Operasi tersebut juga didukung oleh sekitar 320 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Basarnas, Polair, serta Polri.

Kesiapan ini dilengkapi dengan berbagai perlengkapan keselamatan seperti life jacket serta sistem pemantauan berbasis data secara real-time guna memitigasi risiko fatalitas di lapangan.

Command Center Terintegrasi

Untuk memastikan pengendalian arus mudik berjalan secara optimal, Polda Lampung juga mengoperasikan command center terintegrasi yang berfungsi sebagai pusat kendali utama.

Melalui command center tersebut, seluruh pergerakan arus lalu lintas dapat dipantau secara langsung oleh petugas dari berbagai instansi.

Keberadaan pusat kendali ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat apabila terjadi situasi darurat di lapangan.

Pelayanan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan

Selain memanfaatkan teknologi digital, Polda Lampung juga mengoptimalkan pelayanan melalui berbagai pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Pos-pos tersebut menjadi tempat masyarakat memperoleh bantuan apabila mengalami kendala selama perjalanan mudik.

Petugas yang berjaga di pos tersebut terdiri dari personel gabungan dari berbagai instansi sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Komitmen Polri Menghadirkan Mudik Aman

Wakapolri menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan arus mudik tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh soliditas serta sinergi dari seluruh stakeholder yang terlibat.

“Keberhasilan ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh soliditas dan sinergi seluruh stakeholder dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Wakapolri.

Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan secara matang, diharapkan para pemudik dapat merasakan perjalanan yang lebih aman, lancar, serta nyaman selama musim mudik Lebaran tahun 2026.

Melalui inovasi teknologi, koordinasi lintas instansi, serta kesiapan personel di lapangan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Lampung diharapkan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Polri juga berharap seluruh masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan penuh rasa aman sehingga tujuan utama dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yaitu “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dapat terwujud.

(Bidhumas Polda Lampung)

(Redaksi GNOTIF)