Apel Sabuk Kamtibmas, Polsek Abung Selatan Libatkan Warga Perkuat Keamanan Lingkungan

Sinergi Polisi dan Masyarakat Diperkuat, Kentongan Kembali Diaktifkan sebagai Sistem Peringatan Dini

LAMPUNG UTARA, (Gnotif.com) – Upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif terus digencarkan oleh jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Lampung Utara. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Polsek Abung Selatan dengan menggelar Apel Sabuk Kamtibmas yang melibatkan langsung masyarakat sebagai bagian penting dalam sistem keamanan lingkungan, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolsek Abung Selatan pada pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Abung Selatan, AKP Mahbub Junaidi, S.E., serta diikuti oleh jajaran personel kepolisian mulai dari Kasium, para Kanit dan Panit, hingga Bhabinkamtibmas. Turut hadir Kepala Desa Kali Balangan bersama perangkat desa serta warga sekitar yang berada dalam radius kurang lebih satu kilometer dari Mapolsek.

Menariknya, dalam kegiatan tersebut masyarakat hadir dengan membawa kentongan sebagai simbol kesiapsiagaan sekaligus alat komunikasi tradisional yang kembali dihidupkan sebagai sistem peringatan dini apabila terjadi gangguan keamanan di lingkungan.

Penguatan Sinergi Polisi dan Masyarakat

Apel Sabuk Kamtibmas ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Kapolsek Abung Selatan dalam arahannya menekankan bahwa keamanan tidak bisa hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar AKP Mahbub Junaidi dalam sambutannya.

Menurutnya, kolaborasi antara Polri dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, baik yang bersifat kriminalitas maupun konflik sosial.

Kentongan, Simbol Kearifan Lokal yang Kembali Diaktifkan

Dalam kegiatan tersebut, penggunaan kentongan menjadi salah satu fokus utama. Alat tradisional ini dinilai masih sangat relevan digunakan sebagai sistem peringatan dini, terutama di lingkungan masyarakat yang memiliki kedekatan sosial yang tinggi.

Kentongan dapat digunakan sebagai tanda bahaya apabila terjadi peristiwa seperti pencurian, kebakaran, kerusuhan, atau gangguan keamanan lainnya. Dengan bunyi yang khas dan mudah dikenali, kentongan mampu menggerakkan warga untuk segera berkumpul dan mengambil tindakan.

Selain itu, penggunaan kentongan juga menjadi bagian dari pelestarian kearifan lokal yang selama ini mulai ditinggalkan seiring perkembangan teknologi.

Peran Strategis Bhabinkamtibmas

Dalam kegiatan ini, Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kepolisian dan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menggalang partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan serta memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga Kamtibmas.

Bhabinkamtibmas juga berperan dalam mendeteksi potensi konflik sosial sejak dini serta membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat secara persuasif.

Dengan kehadiran Bhabinkamtibmas yang aktif, diharapkan hubungan antara polisi dan masyarakat semakin harmonis dan penuh kepercayaan.

Pembentukan Sabuk Kamtibmas

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam apel tersebut adalah pembentukan Sabuk Kamtibmas di sekitar Markas Komando (Mako) Polri serta objek vital lainnya.

Sabuk Kamtibmas merupakan konsep pengamanan terpadu yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari sistem pengawasan lingkungan. Dengan adanya Sabuk Kamtibmas, diharapkan setiap potensi gangguan keamanan dapat terdeteksi lebih awal dan segera ditangani.

Konsep ini juga bertujuan untuk menciptakan rasa memiliki terhadap keamanan lingkungan, sehingga masyarakat tidak lagi bersikap pasif, melainkan aktif dalam menjaga ketertiban.

Pengaktifan Kembali Pengamanan Swakarsa

Polsek Abung Selatan juga mendorong pengaktifan kembali pengamanan swakarsa di tengah masyarakat. Sistem ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan secara mandiri melalui kegiatan seperti ronda malam.

Pengamanan swakarsa dinilai efektif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas, karena keberadaan warga yang berjaga dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.

Selain itu, kegiatan ronda malam juga dapat mempererat hubungan sosial antarwarga sehingga tercipta lingkungan yang lebih harmonis.

Pembangunan Kampung Anti Anarkis

Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan damai, Polsek Abung Selatan juga mendorong pembangunan kampung anti anarkis. Program ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan dan konflik sosial di masyarakat.

Kampung anti anarkis diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menciptakan lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan musyawarah.

Melalui program ini, masyarakat diajak untuk menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara yang damai dan tidak menggunakan kekerasan.

Imbauan Kepada Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan. Selain itu, warga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Kapolsek juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antarwarga sebagai langkah preventif dalam mencegah konflik sosial.

“Jika ada hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada kami. Jangan menunggu sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Dukungan dari Polres Lampung Utara

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Herawati menyampaikan bahwa kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas merupakan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara Polri dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga Kamtibmas bukan hanya tugas Polri, tetapi juga tanggung jawab bersama. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ujar IPTU Herawati.

Ia juga menambahkan bahwa Polres Lampung Utara akan terus mendorong terbentuknya sistem keamanan berbasis masyarakat sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Situasi Aman dan Kondusif

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan.

Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Penutup

Kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat terjalin dengan baik. Dengan adanya kerja sama yang solid, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung Utara dapat terus terjaga.

Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, segala potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

(*)

Redaksi