BANDAR LAMPUNG, (Gnotif.com) – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026, berbagai elemen masyarakat di Provinsi Lampung mulai menyuarakan pesan damai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah dinamika sosial yang kerap muncul pada momentum tersebut. Salah satu suara yang mencuat berasal dari Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) Provinsi Lampung yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah.
Pesan damai tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) Provinsi Lampung, Dr. Donald Harris Sihotang, yang menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tengah peringatan Hari Buruh yang identik dengan berbagai aksi penyampaian aspirasi.
Dalam keterangannya, Dr. Donald Harris Sihotang mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Batak yang berdomisili di Provinsi Lampung, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial maupun dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan sikap dewasa dalam menyikapi setiap dinamika yang berkembang, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Donald dalam pernyataannya, Senin (27/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa perbedaan pendapat dalam menyampaikan aspirasi merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun demikian, penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan dengan cara yang santun, tertib, dan tidak melanggar hukum.
Menurutnya, peringatan Hari Buruh seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antar pekerja serta mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan, bukan sebaliknya menjadi ajang yang berpotensi memicu konflik sosial.
Lebih lanjut, Dr. Donald Harris Sihotang mengajak seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Lampung untuk terus memperkuat tali persaudaraan di tengah keberagaman yang ada. Ia menilai bahwa Lampung sebagai daerah yang dikenal dengan semboyan “Sai Bumi Ruwa Jurai” memiliki kekayaan budaya dan keberagaman yang harus dijaga bersama.
“Lampung adalah rumah bagi kita semua, dengan berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya. Oleh karena itu, rasa saling menghormati dan menghargai harus terus kita jaga agar tercipta suasana yang aman, damai, dan sejuk,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial, terutama dalam menghadapi momentum-momentum besar seperti May Day. Tokoh masyarakat diharapkan dapat menjadi penyejuk di tengah masyarakat serta mampu memberikan edukasi yang positif kepada warga.
Dalam konteks ini, Kerukunan Masyarakat Batak Lampung menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya-upaya pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif.
Selain itu, Donald juga mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menilai bahwa penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks dapat memicu keresahan dan berpotensi memperkeruh situasi.
“Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Saring sebelum sharing, karena dampaknya bisa sangat luas,” tegasnya.
Pesan damai yang disampaikan oleh Kerukunan Masyarakat Batak Lampung ini sejalan dengan upaya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang terus mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan peringatan Hari Buruh.
Polri sendiri telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan peringatan May Day 2026 berjalan dengan aman dan tertib. Salah satunya adalah dengan melakukan koordinasi intensif dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk serikat pekerja, tokoh agama, dan tokoh adat.
Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. Dengan adanya komunikasi yang baik, diharapkan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
Selain itu, Polri juga mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi aksi-aksi unjuk rasa yang mungkin terjadi. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif tanpa mengurangi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung juga turut mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Buruh sebagai momentum refleksi terhadap peran penting pekerja dalam pembangunan daerah dan nasional.
Hari Buruh Internasional tidak hanya menjadi ajang untuk menyuarakan tuntutan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pekerja dalam berbagai sektor.
Dalam beberapa tahun terakhir, peringatan May Day di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung, cenderung berlangsung dengan lebih damai dan tertib. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi gangguan keamanan selalu ada, terutama di tengah situasi sosial dan ekonomi yang dinamis.
Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Setiap elemen memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Kerukunan Masyarakat Batak Lampung sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan berbasis etnis turut berperan aktif dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat. Melalui berbagai kegiatan sosial dan budaya, organisasi ini terus berupaya memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.
Keberadaan organisasi seperti Kerabat menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan. Dengan semangat gotong royong, masyarakat dapat menghadapi berbagai tantangan bersama.
Dalam momentum May Day ini, Donald juga mengajak seluruh pekerja untuk tetap menjaga semangat persatuan dan tidak mudah terpecah belah oleh kepentingan tertentu.
Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk kesejahteraan pekerja harus dilakukan secara konstruktif dan tidak merugikan pihak lain.
“Mari kita jadikan May Day sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas, bukan untuk memecah belah. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kedamaian,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Dr. Donald Harris Sihotang berharap agar peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2026 di Provinsi Lampung dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh makna.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga nama baik daerah serta menunjukkan bahwa Lampung adalah wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kedamaian.
Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan organisasi kemasyarakatan, diharapkan suasana kondusif dapat terus terjaga, tidak hanya pada momentum May Day, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Buruh pun diharapkan dapat menjadi simbol kekuatan persatuan dan solidaritas, sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga bersama.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh masyarakat Lampung menjadi contoh bahwa dengan komunikasi yang baik dan sikap saling menghormati, setiap perbedaan dapat disatukan dalam bingkai persatuan.
Pada akhirnya, pesan damai yang disampaikan oleh Kerukunan Masyarakat Batak Lampung menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa menjaga kedamaian adalah tanggung jawab bersama.
Momentum May Day bukan hanya tentang perjuangan hak pekerja, tetapi juga tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat bersatu untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. (*)
Redaksi

0 Comments