Pimpinan Media Sumateranewstv.com dan Gnotif.com Kunjungi Monumen Pers Nasional di Surakarta

Surakarta, (Gnotif.com) — Pimpinan media Sumateranewstv.com dan Gnotif.com, Pariyo Saputra, melakukan kunjungan edukatif ke Monumen Pers Nasional yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kota Surakarta (Solo), pada Senin, 6 April 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperdalam wawasan sejarah pers nasional sekaligus mempererat hubungan antara insan media dengan pemerintah daerah.

Kehadiran Pariyo Saputra disambut hangat oleh Humas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Surakarta, (Monumen Pers Nasional) Rangga. Dalam suasana penuh keakraban, keduanya berdiskusi mengenai perkembangan dunia jurnalistik, peran media di era digital, serta pentingnya menjaga nilai-nilai profesionalisme dalam dunia pers.

Dalam kesempatan itu, Rangga memberikan penjelasan secara langsung mengenai sejarah panjang Monumen Pers Nasional yang menjadi salah satu ikon penting dalam perjalanan pers di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa gedung tersebut memiliki nilai historis tinggi karena telah melalui berbagai fase penggunaan sejak masa penjajahan hingga era modern.

“Gedung Monumen Pers Nasional ini memiliki sejarah yang panjang. Dahulu bangunan ini pernah digunakan sebagai kantor pemerintahan Belanda dan juga markas tentara. Setelah itu, sempat difungsikan sebagai kantor Palang Merah Indonesia (PMI), kantor penerangan, hingga akhirnya menjadi bagian dari Kominfo,” ujar Rangga saat diwawancarai awak media.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gedung tersebut juga menjadi saksi berdirinya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang merupakan organisasi wartawan tertua di Indonesia. Hal ini menjadikan Monumen Pers Nasional sebagai salah satu tempat bersejarah yang sangat penting bagi dunia jurnalistik di Tanah Air.

“Berdirinya PWI di Indonesia juga terjadi di gedung ini. Jadi, Monumen Pers Nasional bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan pers nasional,” tambahnya.

Kunjungan ini memberikan kesan mendalam bagi Pariyo Saputra. Ia mengaku sangat terinspirasi dengan sejarah panjang yang dimiliki Monumen Pers Nasional. Menurutnya, tempat ini menjadi simbol perjuangan insan pers dalam menyuarakan kebenaran dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami merasa bangga bisa berkunjung ke tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi dunia jurnalistik. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis,” ungkap Pariyo Saputra.

Ia juga menilai bahwa Monumen Pers Nasional memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi, khususnya bagi generasi muda yang ingin mengenal dunia jurnalistik lebih dalam. Dengan memahami sejarah, diharapkan para jurnalis dapat lebih menghargai profesi yang dijalani.

Dalam kunjungan tersebut, Pariyo Saputra juga berkesempatan melihat berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan di dalam Monumen Pers Nasional. Mulai dari arsip surat kabar lama, dokumentasi foto, hingga peralatan jurnalistik tradisional yang pernah digunakan oleh wartawan pada masa lalu.

Koleksi-koleksi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai perjalanan panjang dunia pers di Indonesia. Dari masa penjajahan hingga era digital saat ini, perkembangan media terus mengalami perubahan yang signifikan, namun tetap berpegang pada prinsip dasar jurnalistik.

Rangga juga menyampaikan bahwa Monumen Pers Nasional terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis oleh siapa saja, termasuk para jurnalis dari seluruh Indonesia.

“Kami mengundang seluruh sahabat jurnalis dari berbagai daerah dan latar belakang untuk datang ke sini. Tidak dipungut biaya, dan ini menjadi tempat belajar bersama bagi insan pers,” ujarnya.

Ia berharap dengan semakin banyaknya kunjungan dari berbagai kalangan, kesadaran akan pentingnya menjaga sejarah pers nasional dapat terus meningkat. Selain itu, Monumen Pers Nasional juga diharapkan dapat menjadi pusat literasi media bagi masyarakat.

Dalam era digital saat ini, tantangan dunia pers semakin kompleks. Informasi dapat dengan mudah diakses dan disebarluaskan, namun tidak semuanya memiliki akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, peran jurnalis sebagai penyampai informasi yang kredibel menjadi sangat penting.

Pariyo Saputra menekankan bahwa media harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik. Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan.

“Di era digital ini, kita harus tetap menjaga kualitas informasi. Kecepatan memang penting, tetapi akurasi dan kebenaran harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Kunjungan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antara media dan pemerintah daerah. Kolaborasi yang baik diharapkan dapat menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pihak Kominfo Surakarta menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kerja sama dengan media dapat terus ditingkatkan. Menurut Rangga, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan rekan-rekan media. Sinergi yang baik akan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” katanya.

Selain sebagai tempat bersejarah, Monumen Pers Nasional juga menjadi pusat kegiatan edukasi dan literasi media. Berbagai program seperti seminar, diskusi, dan pelatihan jurnalistik sering diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas insan pers.

Dengan adanya fasilitas tersebut, Monumen Pers Nasional diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan dunia jurnalistik di Indonesia. Generasi muda dapat belajar langsung dari sejarah serta memahami dinamika dunia pers secara lebih komprehensif.

Kunjungan Pariyo Saputra ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa sejarah pers masih relevan untuk dipelajari. Dengan memahami perjalanan masa lalu, insan pers dapat lebih bijak dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Selain itu, kunjungan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab. Pers memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi dan memberikan informasi yang objektif kepada masyarakat.

Di akhir kunjungan, Pariyo Saputra menyampaikan harapannya agar Monumen Pers Nasional terus berkembang dan menjadi pusat referensi utama bagi dunia jurnalistik di Indonesia.

“Kami berharap Monumen Pers Nasional dapat terus dijaga dan dikembangkan, sehingga dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh jurnalis di Indonesia,” ujarnya.

Dengan semangat tersebut, diharapkan insan pers Indonesia dapat terus berkarya secara profesional dan berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.

(Reporter: Pariyo Saputra)

Redaksi