Lampung Utara, (Gnotif.com) – Kepedulian dan empati terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara. Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) bersama Polsek Kotabumi Kota, Polri hadir langsung di tengah suasana duka dengan melaksanakan kegiatan sambang sekaligus pengamanan di rumah korban tenggelam di Kecamatan Kotabumi Selatan, Selasa (07/04/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman almarhumah Salvi Nabela yang berlokasi di Gang Nalew, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Kehadiran aparat kepolisian ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah personel kepolisian, di antaranya Kasat Binmas Polres Lampung Utara AKP Ahmad Daman Huri, Kanit Bintibsos IPDA Erwin, Kanit Binpolmas AIPTU Tjendra, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Alam BRIPDA Ullya Fitri Samsuri. Kehadiran mereka tidak hanya untuk menjalankan tugas formal, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berduka.
Suasana haru menyelimuti rumah duka. Keluarga, kerabat, serta warga sekitar tampak berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah. Dalam suasana tersebut, kehadiran polisi memberikan rasa aman sekaligus penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Personel kepolisian secara langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ucapan duka cita tersebut disampaikan dengan penuh empati, sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan bantuan kepada keluarga korban. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga, baik secara moral maupun material, di tengah situasi sulit yang mereka alami.
Kehadiran Polri di rumah duka juga bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga. Mengingat banyaknya warga yang datang melayat, potensi kerumunan cukup tinggi sehingga perlu adanya pengawasan untuk menjaga kondisi tetap kondusif.
Selama kegiatan berlangsung, petugas juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat. Salah satu fokus utama adalah mengingatkan para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di area berisiko seperti sungai.
Peristiwa tenggelam yang menimpa almarhumah Salvi Nabela menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya yang dapat terjadi jika kurangnya pengawasan terhadap anak-anak. Sungai yang terlihat tenang dapat menjadi ancaman serius apabila tidak diwaspadai.
Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Herawati menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan tugas keamanan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap warga.
“Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Dalam situasi duka seperti ini, kami ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan merasakan kehadiran dan dukungan moral dari kami,” ujar IPTU Herawati.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Polri memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan sosial masyarakat. Tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan mitra masyarakat dalam berbagai situasi.
Lebih lanjut, IPTU Herawati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap keselamatan anak-anak. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak sehari-hari.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan, terutama dalam mengawasi anak-anak saat berada di sekitar sungai, guna mencegah terjadinya musibah yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Imbauan ini menjadi sangat penting, mengingat masih banyak anak-anak yang bermain tanpa pengawasan di area yang berpotensi membahayakan. Kurangnya kesadaran akan risiko dapat berujung pada kejadian tragis seperti yang terjadi.
Kegiatan sambang duka ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam mempererat hubungan dengan masyarakat. Melalui pendekatan humanis, diharapkan masyarakat semakin merasa dekat dan percaya terhadap institusi kepolisian.
Peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tingkat kelurahan juga sangat penting dalam kegiatan ini. Mereka menjadi penghubung antara kepolisian dan masyarakat, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, warga sekitar menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak kepolisian. Mereka merasa diperhatikan dan mendapatkan dukungan di saat menghadapi musibah.
Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Polri memiliki dampak positif yang nyata di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya saat terjadi musibah, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya yang melibatkan masyarakat.
Dengan pendekatan yang humanis, Polri diharapkan dapat semakin dekat dengan masyarakat. Kedekatan ini menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.
Peristiwa tenggelam yang terjadi juga menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan. Pemerintah, aparat, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Langkah preventif seperti pemasangan tanda peringatan di area rawan, penyuluhan keselamatan, serta peningkatan pengawasan oleh orang tua menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.
Polres Lampung Utara sendiri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi. Baik dalam kondisi normal, darurat, maupun saat masyarakat mengalami musibah.
Kehadiran ini merupakan bentuk nyata dari pelayanan Polri kepada masyarakat. Tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial dan moral.
Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.
Di tengah suasana duka, kehadiran Polri memberikan ketenangan tersendiri bagi keluarga korban. Dukungan moral yang diberikan menjadi penguat dalam menghadapi cobaan yang sedang dialami.
Ke depan, diharapkan peristiwa serupa tidak terulang kembali. Kesadaran dan kewaspadaan bersama menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya musibah, terutama yang melibatkan anak-anak.
Polri akan terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif. Dengan meningkatnya kesadaran, diharapkan angka kejadian kecelakaan dapat diminimalisir.
Kegiatan sambang duka ini tidak hanya menjadi bentuk empati, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan hubungan antara Polri dan masyarakat. Nilai kebersamaan dan kepedulian menjadi fondasi utama dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Pada akhirnya, kehadiran Polri di tengah duka menjadi simbol bahwa negara selalu hadir untuk masyarakatnya. Dukungan yang diberikan menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian masih menjadi nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat.
(*)
Redaksi


