Propam Harus Jadi Benteng Disiplin

Wakapolda Lampung Tegaskan Peran Strategis Propam dalam Penegakan Disiplin Internal Polri

Lampung Selatan, (Gnotif.com), 8 April 2026 — Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Sumarto, kembali menegaskan pentingnya peran Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) sebagai garda terdepan dalam menjaga kedisiplinan dan integritas di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Penegasan tersebut disampaikan dalam Upacara Penutupan Pembaretan Bintara Remaja Bid Propam Polda Lampung Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan pada Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan tradisi bagi para Bintara Remaja yang akan mengemban tugas sebagai personel Propam. Selama kurang lebih tujuh hari, para peserta menjalani berbagai rangkaian kegiatan intensif yang meliputi materi teori dan praktik terkait fungsi pengawasan internal Polri.

Upacara penutupan berlangsung dengan penuh khidmat, dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polda Lampung, para instruktur, serta seluruh peserta pembaretan yang telah menyelesaikan tahapan pembinaan dengan penuh dedikasi.

Pembinaan Tradisi sebagai Fondasi Karakter

Dalam amanatnya, Brigjen Pol Sumarto menekankan bahwa pembaretan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan merupakan proses penting dalam pembentukan karakter personel Propam.

Ia menyebutkan bahwa melalui pembinaan tradisi ini, para Bintara Remaja ditempa untuk memiliki integritas tinggi, sikap disiplin, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Pembaretan ini bukan hanya tentang mengenakan baret, tetapi tentang kesiapan mental dan moral untuk menjadi penjaga disiplin di lingkungan Polri,” ujarnya.

Menurutnya, setiap personel Propam harus mampu menjadi contoh dan teladan bagi anggota lainnya, baik dalam sikap, perilaku, maupun dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Propam Sebagai Garda Terdepan

Wakapolda Lampung menegaskan bahwa Propam memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga marwah institusi Polri. Sebagai fungsi pengawasan internal, Propam bertugas memastikan bahwa seluruh anggota Polri menjalankan tugas sesuai dengan aturan dan kode etik yang berlaku.

“Propam memiliki posisi krusial dalam menjaga marwah Polri. Kedisiplinan anggota menjadi fondasi utama keberhasilan institusi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Polri dalam menjalankan tugasnya sangat bergantung pada tingkat kedisiplinan dan integritas anggotanya.

Oleh karena itu, peran Propam sebagai pengawas internal menjadi sangat vital dalam menjaga profesionalisme institusi.

Apresiasi untuk Penyelenggara dan Peserta

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Lampung juga memberikan apresiasi kepada Kabid Propam beserta jajaran dan para instruktur yang telah menyelenggarakan kegiatan pembinaan dengan baik.

Ia mengakui bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja keras dan komitmen seluruh pihak yang terlibat.

Selain itu, ia juga menyampaikan rasa bangga kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pembinaan dengan penuh dedikasi dan semangat.

“Saya mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti pembinaan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal dalam menjalankan tugas ke depan,” ujarnya.

Penekanan Strategis bagi Bintara Remaja

Dalam arahannya, Wakapolda Lampung menggarisbawahi sejumlah penekanan strategis yang harus menjadi pedoman bagi para Bintara Remaja Bid Propam.

Pertama, para personel diharapkan mampu menjadi teladan utama dalam sikap, perilaku, dan kedisiplinan di lingkungan kerja.

Kedua, mereka harus terus meningkatkan profesionalisme dengan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh secara tegas, humanis, dan berintegritas.

Ketiga, fungsi pengawasan internal harus diperkuat melalui langkah-langkah preventif dan represif yang adil serta terukur.

Keempat, Wakapolda mengingatkan agar setiap personel menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang yang dapat merusak citra institusi.

Kelima, para Bintara Remaja diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta responsif terhadap aduan masyarakat.

Integritas sebagai Nilai Utama

Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Wakapolda Lampung adalah pentingnya integritas dalam menjalankan tugas sebagai anggota Propam.

Ia menegaskan bahwa integritas merupakan nilai utama yang tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apapun.

“Propam harus hadir sebagai solusi, bukan sumber persoalan. Integritas adalah harga mati,” tegasnya dengan penuh penekanan.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap personel Propam memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Tantangan di Era Modern

Dalam era modern yang penuh dengan dinamika dan perkembangan teknologi, tantangan yang dihadapi oleh Polri semakin kompleks. Masyarakat kini semakin kritis dan menuntut transparansi serta akuntabilitas dalam setiap tindakan aparat penegak hukum.

Hal ini menuntut personel Propam untuk terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi agar dapat menjalankan tugas secara profesional.

Selain itu, kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi juga menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung fungsi pengawasan internal.

Dengan memanfaatkan teknologi, diharapkan proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Peran Propam dalam Meningkatkan Kepercayaan Publik

Keberadaan Propam memiliki peran penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Dengan adanya pengawasan internal yang kuat, diharapkan setiap pelanggaran dapat diminimalisir dan ditangani secara transparan.

Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Oleh karena itu, setiap personel Propam harus mampu menjaga kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Pembinaan Berkelanjutan

Pembinaan yang telah dilakukan selama tujuh hari ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi awal dari proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Pendidikan dan pelatihan lanjutan sangat diperlukan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi personel Propam.

Selain itu, pembinaan karakter juga harus terus dilakukan untuk menjaga integritas dan moralitas personel.

Dengan demikian, personel Propam dapat menjalankan tugas dengan lebih profesional dan bertanggung jawab.

Harapan ke Depan

Wakapolda Lampung berharap para Bintara Remaja yang telah menyelesaikan pembaretan dapat menjadi agen perubahan dalam tubuh Polri.

Mereka diharapkan mampu membawa semangat baru dalam penegakan disiplin serta menjadi teladan bagi rekan-rekan sejawat.

Dengan semangat tersebut, diharapkan Polri dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik.

Penutup

Upacara penutupan pembaretan Bintara Remaja Bid Propam Polda Lampung Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam menegaskan kembali komitmen Polri terhadap penegakan disiplin dan integritas.

Melalui pembinaan yang intensif dan penanaman nilai-nilai dasar kepolisian, diharapkan lahir personel Propam yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas tinggi.

Brigjen Pol Sumarto menegaskan bahwa Propam harus menjadi benteng disiplin yang kokoh dalam tubuh Polri.

Dengan komitmen tersebut, Polri diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik.

“Jadilah anggota Propam yang mampu menjaga kehormatan institusi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

#Gnotif #PoldaLampung #Propam #PolriPresisi #DisiplinPolri