Kotabumi, (Gnotif.com) – Momentum peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi berlangsung dengan nuansa yang berbeda dari biasanya. Senin (6/4/2026), Lapas Kotabumi menggelar apel gabungan yang melibatkan petugas pemasyarakatan, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam satu barisan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga mencerminkan sinergi dan kebersamaan lintas unsur yang jarang terlihat. Dalam satu lapangan, petugas, warga binaan, dan aparat TNI berdiri sejajar, menyatukan semangat dalam rangka menyambut hari bersejarah bagi jajaran pemasyarakatan di Indonesia.
Suasana apel tampak khidmat sejak awal kegiatan dimulai. Barisan peserta terlihat rapi dan tertib, menunjukkan tingkat disiplin yang tinggi. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol bahwa di balik tembok pemasyarakatan, nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan pembinaan tetap menjadi prioritas utama.
Momentum Kebersamaan yang Jarang Terjadi
Apel gabungan yang melibatkan berbagai unsur ini menjadi pemandangan unik dan penuh makna. Tidak setiap hari petugas pemasyarakatan, warga binaan, dan TNI dapat berdiri dalam satu barisan yang sama dengan semangat kebersamaan yang kuat.
Kegiatan ini mencerminkan bahwa proses pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berorientasi pada aspek penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dan inklusif. Kehadiran warga binaan dalam apel gabungan menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari sistem yang harus dibina, diarahkan, dan diberi kesempatan untuk berubah.
Selain itu, keikutsertaan unsur TNI memberikan nuansa tersendiri dalam kegiatan ini. Hal tersebut menunjukkan adanya dukungan dan sinergi antara lembaga pemasyarakatan dengan institusi lain dalam menjaga keamanan serta mendukung proses pembinaan.
Kebersamaan lintas unsur ini diharapkan dapat memperkuat rasa persatuan serta meningkatkan rasa tanggung jawab masing-masing pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Kepemimpinan Apel dan Amanat Kalapas
Apel gabungan ini dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Registrasi, Hasanuddin, yang bertindak sebagai komandan apel. Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Kotabumi, Tomi Elyus, hadir sebagai pembina apel sekaligus memberikan amanat kepada seluruh peserta.
Dalam amanatnya, Tomi Elyus menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar seremoni. Ia menyampaikan bahwa kebersamaan yang terlihat dalam apel gabungan merupakan kekuatan nyata dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih baik.
“Kebersamaan antara petugas, WBP, dan TNI bukan hanya simbol, tetapi juga kekuatan nyata dalam menciptakan keamanan serta pembinaan yang lebih humanis,” ujar Tomi Elyus di hadapan peserta apel.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan tersebut dalam menjalankan tugas sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak dapat dicapai tanpa adanya kerja sama yang baik antara petugas dan warga binaan.
Selain itu, Kalapas juga menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta integritas dalam setiap aspek pelaksanaan tugas di lingkungan pemasyarakatan.
Partisipasi dan Kehadiran Peserta
Dalam pelaksanaan apel gabungan ini, tingkat partisipasi peserta tergolong tinggi. Dari total 88 pegawai Lapas Kelas IIA Kotabumi, sebanyak 72 orang hadir mengikuti kegiatan tersebut. Sementara 16 pegawai lainnya tidak dapat hadir dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, dari total 593 Warga Binaan Pemasyarakatan yang menghuni Lapas Kotabumi, sebanyak 28 orang tidak dapat mengikuti kegiatan karena dalam kondisi sakit.
Meskipun tidak seluruhnya dapat hadir, jumlah peserta yang mengikuti apel tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi. Seluruh peserta yang hadir mengikuti kegiatan dengan tertib, disiplin, dan penuh semangat kebersamaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan apel gabungan ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, baik dari petugas maupun warga binaan.
Makna Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62
Hari Bakti Pemasyarakatan merupakan momentum penting bagi seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kinerja yang telah dilakukan.
Peringatan HBP ke-62 tahun ini menjadi ajang untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih modern, profesional, dan berorientasi pada pembinaan.
Melalui kegiatan seperti apel gabungan ini, nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan sinergi dapat ditanamkan dan diperkuat di lingkungan pemasyarakatan.
Selain itu, peringatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
Pembinaan yang Humanis dan Inklusif
Lapas Kelas IIA Kotabumi terus berkomitmen untuk menghadirkan sistem pembinaan yang humanis dan inklusif bagi seluruh warga binaan. Hal ini sejalan dengan tujuan utama pemasyarakatan, yaitu mengembalikan warga binaan menjadi individu yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.
Pendekatan humanis dalam pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek hukuman, tetapi juga pada pembentukan karakter, peningkatan keterampilan, serta penanaman nilai-nilai positif.
Melalui kegiatan seperti apel gabungan ini, warga binaan dapat merasakan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari sistem yang memberikan perhatian dan kesempatan untuk berkembang.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi warga binaan untuk mengikuti program pembinaan dengan lebih serius dan bertanggung jawab.
Sinergi dengan Unsur TNI
Keterlibatan unsur TNI dalam apel gabungan ini menjadi bukti nyata adanya sinergi yang kuat antara lembaga pemasyarakatan dengan institusi lain. Kerja sama ini sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Selain itu, kehadiran TNI juga memberikan dukungan moral serta memperkuat aspek keamanan dalam pelaksanaan kegiatan di dalam Lapas.
Sinergi lintas sektor seperti ini diharapkan dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam berbagai program pembinaan dan pengamanan.
Dengan adanya kerja sama yang baik, berbagai tantangan yang dihadapi dalam sistem pemasyarakatan dapat diatasi dengan lebih efektif.
Tantangan dan Upaya Perbaikan
Dalam menjalankan tugasnya, lembaga pemasyarakatan tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan fasilitas, jumlah warga binaan yang terus meningkat, serta kebutuhan akan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Namun demikian, Lapas Kelas IIA Kotabumi terus berupaya melakukan berbagai perbaikan dan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan.
Kegiatan apel gabungan ini menjadi salah satu bentuk inovasi dalam membangun kebersamaan serta memperkuat sinergi antara berbagai pihak.
Ke depan, diharapkan berbagai program pembinaan dapat terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga binaan.
Harapan ke Depan
Melalui momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Kelas IIA Kotabumi berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan.
Kebersamaan yang ditunjukkan dalam apel gabungan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus bekerja dengan penuh dedikasi dan integritas.
Selain itu, diharapkan warga binaan dapat memanfaatkan berbagai program pembinaan yang tersedia untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, sistem pemasyarakatan diharapkan dapat terus berkembang menjadi lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Penutup
Apel gabungan yang melibatkan petugas, WBP, dan TNI di Lapas Kelas IIA Kotabumi menjadi momen yang unik dan penuh makna dalam rangka menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026.
Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan kebersamaan, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan.
Dengan semangat “Salam Pemasyarakatan”, seluruh jajaran Lapas Kotabumi terus berbenah dan berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik.
Momentum ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju sistem pemasyarakatan yang lebih baik, serta mampu menciptakan warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dan berkontribusi secara positif.
#kemenimipas #ditjenpas #pemasyarakatanlampung #lakobumterusberbenah




